Sunday, January 26, 2014

[batavia-news] KPK Sudah Mengetahui Penyuap Sekjen Kementerian ESDM

 

 
DUGAAN SUAP
KPK Sudah Mengetahui Penyuap Sekjen Kementerian ESDM


Senin, 27 Januari 2014
JAKARTA (Suara Karya): Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah mengetahui tujuan pemberian uang kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karyo. Hal tersebut dibenarkan Juru Bicara KPK Johan Budi SP kemarin. Meski begitu, Johan mengaku belum mengetahui secara rinci kasus tersebut. Alasannya, karena belum diberitahu penyidik.
"Penyidik sudah memperoleh informasi terkait itu tetapi saya tidak di-feeding (diberikan informasi)," kata Johan Budi.
Johan juga mengungkapkan bahwa penyidik KPK sudah mengetahui pihak yang memberikan uang 200 ribu dolar AS ke Waryono Karyo dan yang ditemukan penyidik KPK di brankas Sekjen Kementerian ESDM.
Sejak menemukan uang yang merupakan hasil penggeledahan itu, KPK selalu menegaskan bahwa uang itu berkaitan dengan kegiatan di Kementerian ESDM. KPK mencurigai uang tersebut karena memiliki nomor seri yang berurutan dari uang suap yang diterima mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulum Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini.
Waryono diduga melanggar Pasal 12B dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Waryono sudah berstatus tersangka sejak 9 Januari 2014 lalu.
Penetapan tersangka Waryono merupakan hasil pengembangan perkara kasus dugaan suap pengurusan proyek di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Dalam perkara itu, KPK sudah menetapkan tersangka yang terdiri dari mantan Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini, pelatih golf Rudi, Deviardi; dan komisaris PT Kernel Oil Pte Ltd (KOPL) Indonesia, Simon Gunawan Tanjaya. Ketiganya saat ini sedang menjalani proses persidangan.
Selain itu, Johan juga menegaskan bahwa sampai saat ini, KPK belum memiliki bukti yang kuat untuk menjerat Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah degan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU). Bahkan, sejumlah gelar perkara yang berkaitan dengan kasus tersebut belum menemukan bukti bahwa Ratu Atut terindikasi melakukan TPPU.
"Belum ada. Belum ada ekspose (gelar perkara--Red)," kata Johan.
Saat ini, Ratu Atut baru ditetapkan sebagai tersangka uang tindak pidana. Pertama dalam kasus suap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupten Lebak. Kedua, tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten.
KPK justru sedang terus melacak harta milik adik Ratu Atut, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Saat ini, suami dari Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany tersebut, sudah berstatus tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada di Lebak dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Menurut Johan Budi, dari pelacakan aset milik Wawan, KPK menduga terdapat sekitar 100 item aset yang dicurigai sebagai bentuk praktik pencucian uang. Aset tersebut tersebar di Banten, Jakarta, Jawa Barat dan Bali. Aset itu berupa harta tidak bergerak seperti rumah dan tanah, serta harta bergerak.
"Untuk harta bergerak salah satunya kendaraan," ujar Johan.
Di Bandung, penyidik diduga sudah menemukan rumah kos milik Wawan. Di Bali, penyidik pada akhir Oktober 2013 lalu, sudah memastikan dua hektar tanah di Subak Semujan, Jalan Bisma, Ubud juga milik Wawan.
Sementara di Serang, ditemukan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan SPBG (gas) milik Wawan. Sedangkan di Jakarta, ada apartemen, karaoke bar dan tanah milik Wawan yang dicurigai sebagai hasil pencucian uang.
Wawan juga dikabarkan memiliki kapal pesiar yang diduga dibeli dari uang hasil korupsi di bawah tahun 2010. Selain kapal, ada juga mobil-mobil mewah yang membagikannya kepada sejumlah anggota DPRD Provinsi Banten. Dugaannya untuk memuluskan proyek-proyek yang akan ditangani Wawan. (Nefan Kristio
 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Fahri Hamzah: Ada 'Setan' di Shaf Sholat SBY

 

 

Fahri Hamzah: Ada 'Setan' di Shaf Sholat SBY

Sabtu, 25 Januari 2014, 14:35 WIB
Komentar : 33
Republika/Agung Supriyanto
Presiden SBYbeserta menteri kabinet Indonesia bersatu tiba untuk melaksanakan Shalat Ied di Masjid Istiqlal, Jakarta, kamis (8/8)
Presiden SBYbeserta menteri kabinet Indonesia bersatu tiba untuk melaksanakan Shalat Ied di Masjid Istiqlal, Jakarta, kamis (8/8)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hubungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini sedang buruk. "Pak SBY sekarang cenderung tidak suka diajak bicara, dan muncul figur di sekitar SBY orang-orang yang 'asal bapak senang'. Itu kondisinya," kata Fahri, Sabtu (25/1).

 Fahri mengibaratkan orang sholat yang diimami SBY, shaf sholat yang semestinya lurus dan rapat, tapi kondisinya di tengah-tengah ada yang kosong. "Shaf kosong ini sekarang diisi setan. Jadi di tengahnya sudah ada setan," ungkap Fahri.

 Fahri khawatir dengan adanya orang di sekeliling SBY yang hanya 'asal bapak senang' akan membuat akhir pemerintahan SBY menjadi kurang baik. "Pak SBY digiring mereka untuk menggali lubang kuburnya sendiri," papar Fahri.

 PKS, menurut Fahri, sebelumnya memiliki punya hubungan yang sangat baik dengan SBY. Dan PKS juga masih terbuka untuk melakukan komunikasi dengan SBY. Terlebih masih ada kader PKS yang duduk di pemerintahan.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Rumah Sakit Indonesia di Gaza Diserahkan Maret

 

 
 
 

Rumah Sakit Indonesia di Gaza Diserahkan Maret

Minggu, 26 Januari 2014, 15:37 WIB
Komentar : 8
MerC
Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bangunan fisik Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza, Palestina direncakan selesai Maret 2014. Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Jose Rizal Jurnalis mengatakan instalasi fisik berupa gedung, listrik, pendingin ruangan dan gas sudah selesai.

"Direncanakan Maret kita serahkan ke rakyat Palestina," ujarnya saat dihubungi Republika, Ahad (26/1).

Namun, selesainya bangunan fisik belum sepenuhnya membuat RSI di Gaza bisa berjalan. Karena, peralatan medis masih belum banyak. Setelah penyerahan kepada rakyat Palestina, Mer-C akan melakukan kampanye untuk bantuan peralatan medis.

Menurutnya, angka bantuan peralatan medis justru lebih besar ketimbang bantuan pembangunan fisik. "Kalau pembangunan gedung habis Rp 40 miliar, untuk peralatan medis kita butuh Rp 65 miliar," ujar Jose.

Meski belum sempurna benar, saat diserahkan nanti, RSI di Gaza sudah bisa mengoperasikan Unit Gawat Darurat (UGD), satu atau dua ruang operasi, 10 tempat tidur dan satu poliklinik. Ia masih membutuhkan perlatan seperti CT scan, instalasi ruang ICU, peralatan laboratorium dan penambahan tempat tidur untuk perawatan.

Mer-C sudah berkomitmen akan terus mendampingi operasional RSI hingga lengkap peralatan medisnya. Di sisi lain, operasional RSI nantinya akan diserahkan sepenuhnya kepada rakyat Palestina. Sesuai dengan cita- cita awal, prinsip RSI adalah bantuan dari rakyat Indonesia untuk masyarakat Palestina.

Teknisnya, nanti akan dibentuk kepengurusan rumah sakit yang sepenuhnya diisi orang Palestina. "Syaratnya harus berisi faksi-faksi di sana," terang dia.

Untuk itu, ia sudah menjalin komunikasi dengan faksi-faksi di Palestina utama di Gaza. Hamas, Fatah dan Jihad Islami sudah menyambut seruan ini. Namun untuk penanggung jawab tetap akan diserahkan kepada otoritas pemerintahan di Gaza.

Untuk mengimbangi, ia juga menjalin komunikasi dengan Duta Besar Palestina di Indonesia yang berafiliasi dengan pemerintahan di Tepi Barat. "Jika mereka tak bisa bersatu secara politik, minimal dalam bidang kesehatan."

Sementara untuk tenaga kesehatan, dokter dan perawat lokal memiliki kompetensi yang cukup untuk menjalankan RSI. Meski secara kuantitas, Jose mengakui jumlah tenaga kesehatan asal Palestina masih kurang. "Di masa damai mencukupi. Kalau masa perang sangat kurang," pungkas Jose.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Membongkar Cerita Mistis Presiden SBY

 

 

Membongkar Cerita Mistis Presiden SBY

Senin, 27 Januari 2014, 07:04 WIB
Komentar : 0
Repro. Maman Sudiaman/Republika
Buku SBY, Selalu ada Pilihan,
Buku SBY, Selalu ada Pilihan,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden SBY menceritakan banyak pengalaman menarik di buku terbarunya berjudul 'Selalu Ada Pilihan'. Salah satunya cerita mistis yang diceritakan Presiden di halaman 262.

Rektor Sekolah Tinggi Kuliyyatul Qur'an/ Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikam II, Depok, Jawa Barat, berpendapat, sihir memang ada dan disebut dalam Alquran. Bahkan, Nabi Muhammad SAW juga menjadi sasaran sihir.

"Kalau sihir itu memang tidak ada, lantas kenapa Alquran menceritakannya?" kata Arif Zamhari, Senin (27/1) pagi.

Persoalannya, menurut alumnus program doktoral Australian National University itu, motif Presiden SBY menceritakan kisah mistis tersebut.

"Hanya SBY sendiri yang tahu apa motivasi sesungguhnya dari penulisan cerita sihir itu dalam buku terbarunya," ucap Arif.

Dalam buku terbarunya, Presiden SBY bercerita, pada 2009, menjelang pemilihan Presiden, pada Ahad pagi, istrinya sedang membaca majalah di ruang keluarga. Sementara ia beraktivitas di ruang perpustakaan.

Tiba-tiba, Ibu Ani berteriak dan memanggil-manggilnya. Ia pun segera berlari ke ruang tengah untuk mengetahui apa yang terjadi.

"Ternyata ada asap hitam tebal dan berputar-putar di langit-langit dan di tengah ruangan itu. Asap hitam itu bergerak ke timur, seperti ingin menerobos ke kamar saya," tulis SBY.

Begitu melihat peristiwa yang menakutkan itu, SBY mengajak keluarga memohon pertolongan Allah. Ia mengajak mereka membaca surat al-Fatihah.

Ia sendiri melengkapinya dengan doa penolak bala dan kejahatan. Ia juga meminta menutup pintu kamarnya dan membuka semua pintu.

"Apa yang terjadi, asap tebal yang berputar-putar itu bak ditiup angin yang kuat bergegas ke luar dari rumah saya. Alhamdullilah. Saya sekeluarga selamat," tulis SBY lagi.

Peristiwa ini, lanjut SBY, seperti adegan film horor yang sering kita lihat. Atau seperti yang terkisahkan di cerita-cerita lama. "Tetapi sungguh ada. Sungguh nyata," ucap SBY.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] 236 warga Indonesia berdepan hukuman mati

 

 
 

ARKIB : 26/01/2014
 

236 warga Indonesia berdepan hukuman mati

 

JAKARTA 25 Jan. - Kira-kira 236 rakyat Indonesia berdepan hukuman mati di negara asing, kebanyakan mereka atas kesalahan mengedar dadah, membunuh dan berzina, menurut laporan akhbar tempatan, hari ini.

Akhbar berbahasa Inggeris, Jakarta Post melaporkan kebanyakan rakyat Indonesia yang ditahan di Malaysia didakwa atas kesalahan berkaitan dadah, manakala di Arab Saudi, banyak kes membabitkan rakyat negara ini dibicarakan atas tuduhan membunuh, berzina dan menggunakan ilmu hitam.

Seorang pegawai Kementerian Luar yang enggan dikenali berkata, sesetengah rakyat Indonesia yang dibicarakan di Arab Saudi merupakan mangsa rogol tetapi mereka didakwa mempunyai hubungan dengan lelaki di negara itu, menyebabkan kelahiran kira-kira 7,000 anak luar nikah.

"Identiti bapa mereka tidak diketahui dan gejala ini sangat membimbangkan kerana isu ini melibatkan generasi muda negara ini," katanya.

Sumber itu berkata, kerajaan Indonesia sedang berusaha membawa pulang kanak-kanak itu dengan mengeluarkan dokumen sementara, namun perkara itu akan menimbulkan masalah pula pada masa depan ketika mereka memohon kad pengenalan dari negara asal, memandangkan kanak-kanak itu tidak memiliki sijil kelahiran, selain identiti bapa kandung yang tidak diketahui.

Pada masa sama, kerajaan Indonesia juga sedang berusaha menguruskan perkahwinan wanita-wanita yang menjadi mangsa rogol di Arab Saudi bagi membolehkan mereka memperolehi dokumen daripada kerajaan Arab Saudi untuk kembali ke tanah air.

Bagaimanapun, sebilangan besar wanita-wanita itu enggan berbuat demikian memandangkan mereka sudah bernikah dengan lelaki Indonesia sebelum bekerja di luar negara.

Sementara itu, Pengarah Perhubungan Undang-Undang dan Perlindungan (Rakyat Indonesia di Luar Negara) Kementerian Luar, Tatang Budie Utama Razak berkata, sejak 2011, pelbagai usaha diambil oleh kerajaan Indonesia sehingga ke peringkat Presiden telah berjaya membebaskan 165 rakyat Indonesia daripada pelbagai kesalahan di luar negara. - UTUSAN

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] “Memahami dan Menyikapi Paham Sesat”

 

 

Catatan Akhir Pekan ke-371

"Memahami dan Menyikapi Paham Sesat"

Cara pandang "negara yang netral agama" seperti itu jelas tidak sesuai dengan UUD 1945 dan juga fakta yang terjadi di berbagai negara di dunia

 

Terkait

Oleh: Dr. Adian Husaini

PADA akhir tahun 2013 lalu, saya mendapatkan undangan untuk memberikan paparan tentang masalah aliran dan paham sesat di depan ratusan peserta Mukernas Persistri, di Bandung. Persistri adalah oragnisasi sayap perempuan dari Ormas Persatuan Islam (Persis), seperti Muslimat NU, Muslimat Dewan Dakwah,  atau Aisyiyah Muhammadiyah. Dalam dialog, para peserta mengungkapkan tentang keresahan mereka tentang merebaknya berbagai aliran dan paham sesat di tengah-tengah masyarakat dan bagaimana cara menanggulanginya.

Acara semacam itu, saya pandang penting, sebab bagi kaum Muslim, memahami yang sesat termasuk hal yang pokok dalam masalah agama. Setiap hari, dalam shalat, mereka wajib berdoa untuk dijauhkan dari jalan orang-orang yang dimurkai Allah (al-maghdhub) dan juga jalan orang-orang yang sesat (al-dhaallin). Jalan yang sesat adalah jalan yang menyimpang dari jalan yang lurus.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah saw dikabarkan pernah menggambar sebuah garis lurus di hadapan pada sahabat beliau.  Nabi berkata bersabda: "Inilah jalan Allah yang lurus" (haadzaa shiraathullaahi mustaqiimaa). Lalu, pada garis lurus itu, beliau menggambar garis yang menyimpang ke kiri dan ke kanan. Beliau katakan:  "haadzihis subul mutafarriqatun; 'alaa kulli sabiilin minhaa syaithaanun yad'uw ilaihi." Lalu, beliau membaca ayat al-Quran:  "wa anna hadza shirathiy mustaqiiman fattabi'uuhu wa laa tattabi'u as-subula fatafarraqa bikum 'an sabiilihi."

Jadi, setiap Muslim wajib memahami, mana jalan yang lurus (shirathal mustaqim) dan mana jalan yang sesat. Di jalan sesat itulah, kata Nabi saw, ada setan yang selalu berusaha menyeret orang Muslim ke jalan setan, atau jalan sesat itu.  Orang yang sesat ada dua jenis, yakni yang sesat secara sengaja dan yang sesat karena bodoh. "Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat; lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jalan hidup bapak-bapak mereka itu." (QS ash-Shaffat: 69-70).

Ada juga  orang-orang yang di akhirat dijebloskan ke neraka, karena tersesat hidunya di dunia. Mereka hanya ikut-ikutan secara membabi buta kepada para pemimpin mereka yang sesat. Apapun yang dikatakan dan dikerjakan pemimpinnya diikuti, tanpa mau berpikir dan mencari kebenaran. Penghuni neraka itu berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar." (QS al-Ahzab: 67-68).

Jadi, ada orang-orang bodoh dan tidak mau menuntut ilmu yang kemudian tersesat, karena hanya ikut-ikutan pada tradisi nenek moyangnya yang juga tersesat. (Lihat, QS az-Zukhruf: 21-23). Mereka tidak mau berpikir dan mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh. Padahal, mereka dikaruniai akal untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Manusia-manusia seperti ini pun tak lepas dari azab Allah Subhanahu Wata'ala.

Ayat al-Quran itu menggambarkan, betapa menyesalnya orang-orang bodoh atau orang yang membodohkan dirinya sendiri; hanya ikut-ikutan paham sesat yang dianut pemimpinnya, tanpa mau melakukan kajian kritis. "Dan mereka (penghuni neraka) itu berkata, andaikan kami dulu mau mendengar dan mau berpikir, maka kami tidak akan menjadi penghuni neraka Sa'ir." (QS al-Mulk: 10).

Di era globalisasi, kita masih saja menyaksikan banyaknya orang pintar dan terkadang juga penguasa, ikut-ikutan suatu paham atau pemikiran seseorang tokoh tanpa membaca dan menelaah pemikirannya. Mereka hanya ikut arus opini. Mereka takut untuk melawan opini yang dikembangkan media massa. Atau mereka justru mungkin sengaja memanfaatkan arus opini untuk kepentingan peningkatan citra di tengah masyarakat. Mereka tidak mau menelaah karya-karya si tokoh dengan serius dan mencermati kelemahan-kelemahan serta kekeliruannya. Kadangkala kebencian sudah ditanamkan terhadap para pemikir yang mengkritisi paham sesat yang dianut tokoh pujaannya.

Jenis kesesatan yang kedua, adalah manusia yang tahu jalan yang benar, tetapi karena godaan hawa nafsu dan kecanggihan tipu daya setan, maka mereka menolak jalan yang benar. Contoh yang jelas adalah kasus Iblis yang menolak perintah Allah karena kesombongan. Iblis adalah contoh utama dalam hal ini. Iblis tahu benar bahwa yang dilakukannya – membangkang perintah Allah SWT – adalah salah. Tapi, karena api kedengkian membakar dirinya, maka ia memilih jalan sesat dengan sadar. Ia berani membangkang perintah Allah karena kesombohan dan kedengkian.

"Fenomena Iblis" ini bisa dengan mudah kita jumpai di era kini. Dan Iblis paham betul, bagaimana cara menyesatkan manusia melalui jalan ini.   Mungkin karena merasa lebih senior, merasa lebih kuasa, merasa lebih kaya, atau merasa lebih pintar, maka seseorang bisa menolak kebenaran yang disampaian padanya.

Begitu banyak jerat-jerat ditabur setan untuk menjerat manusia ke jalan sesat. Karena itu, kiat sederhana untuk selamat dari jalan sesat adalah mengikuti petunjuk Allah SWT. "Lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka." (QS Thaha: 123).

Kriteria sesat

Prof. Syed Muhammad Naquib al-Attas dikenal dengan rumusannya: "Islam is the only genuine revealed religion." Islam adalah satu-satunya agama wahyu yang murni. Agama-agama selain Islam sudah menjadi agama budaya (cultural religion). Sebagai agama wahyu yang murni, Islam memiliki konsep-konsep yang tetap (tsawabit) yang dirumuskan berdasarkan wahyu, dan bukan oleh budaya atau konsensus umat Islam. Islam juga satu-satunya agama yang memiliki "model yang abadi" yang disebut sebagai "uswatun hasanah". Karena adanya konsep-konsep yang tsawabit dan dipandu dengan uswatun hasanah yang abadi, maka Islam tetap terjaga keabadiannya sebagai agama wahyu.

Dengan kondisinya seperti itu, maka umat Islam secara umum sangat mudah menentukan mana yang "lurus" dan mana yang "sesat".  Umat Islam paham mana bagian ajaran shalat yang wajib dikerjakan oleh seluruh kaum muslimin, tanpa khilafiyah di dalamnya. Misalnya, rukun shalat takbiratul ihram, keharusan ruku', sujud, i'tidal, dan sebagainya. Hal-hal yang "tsawabit" seperti itu adaah merupakan perkara unik dan khas yang hanya ada dalam konsep ritual Islam.  Dengan konsep seperti itu, maka Islam merupakan satu-satunya agama yang diakui keabsahannya oleh Allah SWT. (QS ali Imran:19). Dan barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima oleh Allah dan di akhirat termasuk orang-orang yang ragu. (QS Ali Imran:85).

Konsep Islam sebagai agama wahyu juga mempermudah untuk mementukan mana yang benar dan mana yang salah.  Sebab, kriteria sesat atau tidak ditentukan oleh wahyu, dan bukan oleh budaya. Tanpa dekrit kekuasaan, kaum muslim bisa memahami, bahwa orang yang mengerjakan shalat tanpa sujud, pasti termasuk sesat. Orang yang mengerjakan puasa tiga hari tiga malam berendam dalam air comberan untuk meraih kesaktian bisa dikategorikan melaksanakan ajaran sesat. Sebab hal itu melanggar perkara yang termasuk kategori "ma'luumun minad diin bidh-dharury".

Bagaimana cara menentukan paham atau aliran sesat? Untuk kaum Muslim di Indonesia, 10 kriteria paham/aliran sesat yang dirumuskan Majlis Ulama Indonesia sudah memadai untuk dijadikan pegangan: (1) Mengingkari salah satu rukun iman dan rukun Islam (2) Meyakini/mengikuti aqidah yg tidak sesuai dg adalli syar'i (al-Quran & as Sunnah) (3) Meyakini turunnya wahyu sesudah al-Qur'an (4) Mengingkari autentitas dan kebenaran al-Quran (5) Menafsirkan al-Quran yg tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir (6) Mengingkari kedudukan hadits nabi sebagai sumber ajaran Islam (7) Menghina, melecehkan/ atau merendahkan Nabi dan Rosul (8) Mengingkari Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi Wassalam sebagai Nabi dan Rasul terkahir (9) Mengubah, menambah dan mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syari'at (10) Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar'i.

Tantangan pluralisme

Di tengah serbuan paham liberalisme, kaum Muslim Indonesia kini diguyur dan dicekoki dengan aneka rupa pemahaman yang memuja pluralisme tanpa memandang penting perbedaan antara Tauhid dan syirik, antara haq dan bathil, antara iman dan kufur. Kaum Muslim diharuskan berpikir, bahwa semua warga negara punya hak yang sama untuk menyebarkan paham atau aliran apa pun. Negara pun diminta bersikap netral terhadap semua agama atau aliran. Pejabat diminta "cuek", dan tidak peduli, apakah rakyatnya menyembah Tuhan atau menyembah Tuyul.

Kita masih ingat, bagaimana pada tahun 2010 lalu, ada sejumlah tokoh dan lembaga menggugat keabsahan UU No 1/PNPS/1965 tentang penodaan agama. Gugatan itu – jika dikabulkan – akan berdampak pada "penyamaan" kedudukan semua agama dan aliran keagamaan atau pemikiran, dengan alasan "kebebasan beragama" dijamin oleh Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pasal 18.

Kata mereka, negara tidak boleh memihak, menganakemaskan atau menganaktirikan suatu kelompok masyarakat atas dasar keyakinannya. Negara tidak boleh terlibat dalam satu Tafsir keagamaan tertentu. Bahkan, sejumlah buku secara terbuka menuntut agar – demi Kebebasan Beragama — Indonesia juga memberikan kebebasan untuk semua agama, semua paham keagamaan, termasuk propaganda Ateisme. Seorang saksi ahli di Mahkamah Konstitusi,  pada 17 Februari 2010,  menyatakan, bahwa: "Persoalan utama dari Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 adalah bahwa negara ikut campur terlalu jauh dalam urusan agama. Idealnya negara kita atau negara tidak boleh ikut campur dalam urusan agama."

Cara pandang "negara yang netral agama" seperti itu jelas tidak sesuai dengan UUD 1945 dan juga fakta yang terjadi di berbagai negara di dunia. Setiap agama atau paham, pasti menganggap bahwa agama atau pahamnya yang benar. Jika ada yang bertentangan dengan pahamnya, maka paham itu akan ditolaknya. Komunisme lahir sebagai sikap protes terhadap Kapitalisme. Sekularisme di Eropa lahir karena penolakan masyarakat Barat terhadap konsep teokrasi. Islam diturunkan Allah sebagai koreksi atas praktik kemusyrikan dan kezaliman yang terjadi di tengah umat manusia. Bahkan, seringkali kita membaca, kaum liberal pun menempatkan liberalisme sebagai koreksi terhadap fundamentalisme.

Dalam acara Mukernas Persistri tersebut, sejumlah peserta mengemukakan kekhawatiran mereka tentang merebaknya aliran Syiah di Indonesia. Kekhawatiran mereka itu bisa dimengerti. Sebab, Indonesia adalah negeri Muslim Sunni. Sudah banyak contoh, negeri Muslim yang terkoyak oleh konflik Sunni-Syii; bahkan akhirnya terjadi saling bunuh yang tiada berkesudahan. Seyogyanya, dalam era seperti ini, pihak Syiah menyadari dan tidak memaksakan diri untuk mengembangkan pahamnya di Indonesia. Sebab, cepat atau lambat, akan terjadi konflik yang melelahkan, seperti di Suriah, Yaman, Afghanistan, Pakistan, dan sebagainya.

Harusnya para pemimpin Muslim Sunni di Indonesia juga menyadari hal ini. Sikap sebagian pemimpin Muslim Sunni yang mendukung atau melegalkan pengembangan paham Syiah di Indonesia dan berbagai paham sesat, sejatinya laksana menumbuhkembangkan sel-sel kanker ganas, yang makin lama akan menggerogoti sel-sel tubuh yang sehat. Jika mereka cinta pada negeri Muslim terbesar ini, bukan seperti itu caranya. Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Mengobati penyakit sedini mungkin jauh lebih bijak ketimbang membiarkan penyakit berkembang biak dengan semena-mena.

Dalam istilah tokoh Islam Indonesia, Muhammad Natsir, jika mau memadamkan api, maka padamkanlah api sewaktu kecil. Jangan nunggu api semakin membesar. Hingga kini, terbukti kaum Syiah di Indonesia masih tetap konsisten dengan kebencian dan laknatnya terhadap Sayyidina Abu Bakar, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Aisyah r.a.  Berbagai buku dan situs-situs internet dengan gamblang menunjukkan perbedaan yang sangat fundamental antara ajaran-ajaran pokok kaum Syiah dengan kaum Muslim pada umumnya. Pada tahun 2013 lalu, MUI Pusat telah menerbitkan buku berjudul "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah di Indonesia" yang dengan mudah dapat dinduh dari berbagai situs online.

Selain aliran-aliran sesat yang terstruktur, ada juga paham sesat yang merebak luas di tengah masyarakat, bahkan di kalangan cendekiawan. Salah satu contoh adalah paham "relativisme" kebenaran. Di awal-awal Januari 2014, dalam beberapa acara dialog dengan guru-guru di sekolah Islam dan pesantren, masih ada saja pertanyaan seputar paham relativisme ini. Masih ada guru yang bertanya, "Bukankah manusia itu itu relatif pemikiranya. Yang mutlak hanya Tuhan. Maka, hanya Tuhan saja yang paham kebenaran, sehingga manusia tidak boleh merasa benar sendiri dengan pendapatnya, dengan menyesatkan atau menyalahkan pendapat orang lain."

Kita sudah beberapa kali menjawab secara logis, kekeliruan paham relativisme kebenaran seperti itu. Cara berpikir relativisme sebenarnya paradoks  dengan ucapannya sendiri. Orang yang mengatakan, bahwa hanya Tuhan yang tahu kebenaran, sejatinya ia juga menvonis dirinya sendiri, bahwa ia tidak tahu yang benar. Sebab, dia bukan Tuhan. Ia manusia juga. Maka, mengapa ia merasa bahwa yang diucapkannya itu benar? Setidaknya, ia percaya bahwa huruf-huruf yang dikeluarkannya itu ia yakini kebenarannya. Ia yakin dengan ucapannya, tetapi orang lain dilarang untuk meyakini kebenaran yang diyakininya. Itu sikap yang paradoks. Inkonsisten antara cara berpikir dan ucapannya sendiri.

Jika konsisten dengan jalan pikiran relativismenya, harusnya ia berucap, "Hanya Tuhan dan saya yang tahu kebenaran!"

Di tengah hiruk pikuknya manusia-manusia yang memuja dan membela paham dan aliran  sesat saat ini, maka sebagai Muslim, setiap hari kita diperintahkan senantiasa berdoa kepada Allah, semoga kita selamat dari jalan yang sesat; agar kita senantiasa dibimbing oleh Allah untuk senantiasa mampu mengenali dan mengikuti jalan kebenaran dan tidak terjebak di jalan kesesatan yang tak lain adalah jalan setan. Amin Ya Rabbal Alamin.*/Cengkareng, 18 Januari 2014

Penulis adalah Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan (CAP) hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com

Rep: Administrator

Editor: Cholis Akba

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Satanists Unveil Statue for Oklahoma Capitol

 

 

Satanists Unveil Statue for Oklahoma Capitol

And it does not disappoint

Satanist Monument
Satanic Temple / AP

This artist's rendering provided by the Satanic Temple shows a proposed monument that the New York–based Satanic group wants to place at the Oklahoma state capitol.

The Satanic church that applied for a permit to erect a monument to Satan next to the Ten Commandments monument at the Oklahoma state-capitol building has unveiled its proposed design.

The 7-ft.-tall (2.1 m) sculpture would feature Satan depicted in the form of Baphomet, a bearded, goat-headed, winged hominid with horns seated on a throne beneath a pentagram with two smiling children to either side.

The group responsible for the proposed monument, the New York–based Satanic Temple, applied to place a monument to Satan at the capitol building in Oklahoma City after the Oklahoma ACLU sued to have a Ten Commandments statue — erected in 2012 — removed on the grounds that its presence discriminated against other religions, the Associated Press reports.

In addition to representing the Satanic religion, the monument "will also have a functional purpose as a chair where people of all ages may sit on the lap of Satan for inspiration and contemplation," said Satanic Temple spokesperson Lucien Greaves.

Besides the Satanic Temple, a number of other groups have made requests to erect monuments, including a Hindu group, an animal-rights group and the Church of the Flying Spaghetti Monster. The Oklahoma Capitol Preservation Commission subsequently issued a moratorium on new requests pending resolution of the ACLU lawsuit.

[AP]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Pemerintah Tidak Serius Selesaikan Renegosiasi Kontrak Karya

 

res: Bukankah rezim neo-Mojopahit adalah rezim komparador, jadi ´bagaimana mereka bisa serius menyelesaikan renegosiasi kontrak karya, kalau kontrak tsb merugikan mereka dan pendukung-pendukungnya?
 
 

Pemerintah Tidak Serius Selesaikan Renegosiasi Kontrak Karya

dok / antara

Renegosiasi kontrak karya seharusnya sudah dirampungkan paling lambat 12 Januari 2014.

JAKARTA - Belum adanya kepastian tentang nasib renegosiasi terhadap Kontrak Karya (KK) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), dituding karena ketidakseriusan pemerintah dalam menjalankan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba).

Padahal, UU Minerba itu mengamanatkan bahwa renegosiasi KK dan PKP2B harus selesai paling lambat setahun setelah UU itu diundangkan atau pada 12 Januari 2014.

Empat tahun setelah tenggat itu terlewati, hingga kini pemerintah masih menyebutkan bahwa renegosiasi masih dalam proses. Belum ada kejelasan sejauh mana proses tersebut sudah berjalan, apa saja hambatan dan kemajuannya.

Diketahui saat ini 37 perusahaan pemegang konsesi KK dan 74 perusahaan pemegang PKP2B. Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies (IMES), Erwin Usman mengatakan, hingga kini publik tidak mengetahui berapa banyak perusahaan dan perusahaan apa saja yang renegosiasi masih dalam proses.

"Pemerintah sepertinya enggan mengungkapkan detail soal renegosiasi KK dan PKP2B ini sebab sebenarnya pemerintah telah melanggar UU Minerba, khususnya Pasal 169 Ayat B yang mengamanatkan bahwa renegosiasi harus sudah selesai satu tahun setelah UU Minerba diundangkan," ujar Erwin kepada SH, Kamis (23/1).

Kini, menurutnya, pemerintah malah meributkan soal pembangunan smelter dan hal-hal teknis lainnya, yang menurutnya hal itu tidak sepenting persoalan renegosiasi yang belum kunjung usai hingga kini.

Dengan belum rampung renegosiasi KK dan PKP2B, Erwin menuding pemerintah telah melanggar konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945 yang menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dia menambahkan, ada enam poin yang harus disepakati dalam renegosiasi tersebut, yang antara lain tentang kewajiban divestasi saham kepada nasional, pemanfaatan produk dalam negeri, melaksanakan hilirisasi, menyesuaikan tarif royalti, peralihan perpanjangan kontrak menjadi izin usaha, serta mengikuti batasan maksimum luas wilayah pertambangan.

Erwin mengatakan, sangat penting bagi pemerintah, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan ke publik tentang progres renegosiasi KK dan PKP2B.

Karena itu, dikatakannya, IMES telah mengirimkan surat kepada menko perekonomian yang ditembuskan kepada Presiden SBY, menteri ESDM, dan Komisi Informasi Publik (KIP), untuk meminta penjelasan soal "nasib" renegosiasi tersebut.

Dia mengatakan, surat pertama yang dikirimkan pekan lalu itu hingga kini belum dibalas ataupun direspons pemerintah.

Menurutnya, rencananya pekan ini pihaknya akan kembali mengirimkan surat kedua. Bila sampai surat ketiga tidak direspons, pihaknya akan meminta KIP untuk menggelar sidang mediasi antara IMES dengan pemerintah, agar membuka semua informasi terkait renegosiasi itu.

"Pemerintah jangan hanya bisa melarang-larang ekspor mineral dan menagih kewajiban perusahaan tambang nasional untuk membangun smelter. Tapi, pemerintah sendiri mencontohkannya dengan tidak menjalankan kewajibannya menyelesaikan renegosiasi sesuai waktu yang diamanatkan UU Minerba," kata dia.

Jangan Lembek

Sementara itu, anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha meminta pemerintah secepatnya menyelesaikan proses renegosiasi dengan perusahaan-perusahaan pemegang KK dan PKP2B. Menurutnya, pemerintah telah melampaui deadline yang diamanatkan UU Minerba, yaitu pada 12 Januari 2014.

Namun, dia mengakui prinsip kehati-hatian dalam upaya renegosiasi ini harus diperhatikan. Ini karena jangan sampai pemerintah malah dituding melanggar hukum, yaitu menyalahi kontrak karya yang telah disepakati sebelumnya. Meski begitu, dia meminta pemerintah jangan terlalu "lembek" kepada perusahaan pemegang KK dan PKP2B dalam upaya renegosiasi ini.

"Komisi VII terus memonitor langkah-langkah renegosiasi yang dilakukan antara pemerintah dengan perusahaan pemegang KK dan PKP2B. Karena itu, pemerintah seharusnya juga melaporkan perkembangan renegosiasi ini kepada DPR," kata anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar ini kepada SH, Kamis.

Menurutnya dalam melakukan upaya renegosiasi, pemerintah perlu melakukannya dengan setengah memaksa, serta mengimbau perusahaan pemegang KK dan PKP2B.

Upaya sedikit memaksa itu menurutnya adalah dengan mengancam tidak akan mengeluarkan izin eksplorasi tambang baru di luar lahan yang telah disepakati dalam kontrak awal. Selain itu, pemerintah harus mendorong renegosiasi ini melalui izin-izin yang sedang diurus pihak perusahaan.

Dikatakannya, bila pihak perusahaan tidak mau melakukan renegosiasi maka izin-izin yang sedang mereka ajukan saat ini perlu ditinjau ulang. Selain itu, bisa dikaitkan dengan persoalan safety dan rendahnya kepeduliaan perusahaan terhadap lingkungan sekitar tambang.

"Kami minta renegosiasi itu dijalankan dengan cepat, jangan berlarut-larut seperti sekarang ini. Tujuan akhir renegosiasi adalah peningkatan nilai tambah bagi negara," kata dia.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___