Sunday, February 2, 2014

[batavia-news] Indonesia Darurat Bencana

 

 
 

Indonesia Darurat Bencana

Kategori berita: Opini Artikel dimuat pada: 01 Feb 14, 00:12:00 WIB

 

Oleh: Anang Anas Azhar. Bencana di sejumlah wilayah Indonesia datang silih berganti. Mulai gunung meletus, tanah longsor, angin puting beliung sampai banjir, merupakan bencana yang tidak habis-habisnya, bahkan menjadi langganan masyarakat kita setiap tahun. Fenomena alam seperti ini, terkadang sulit dideteksi manusia meski menggunakan teknologi canggih.

Dampak fatal yang dirasakan masyarakat kita adalah, jatuhnya korban yang tidak sedikit. Sudah berapa nyawa ikut melayang hanya gara-gara bencana banjir yang menghanyutkan rumah penduduk. Bahkan sudah berapa banyak pula, korban tewas akibat bencana lainnya. Satu per satu bencana yang kita hadapi untuk kita atasi, tapi di sisi lain, bencana di wilayah lain datang silih berganti.

Bencana Gunung Sinabung di Sumatera Utara misalnya, mengharuskan puluhan ribu penduduk yang berada di areal itu harus mengungsi dan mendirikan tenda-tenda penampungan darurat. Sejak 12 September 2013 Gunung Sinabung sudah mengeluarkan abu vulkanik dan sudah ribuan kali gempa tektonik terjadi. Akibat bencana letusan Sinabung ini, nasib ribuan penduduk di daerah itu pun belum diketahui, kapan harus kembali ke kampung halamannya.

Bencana lain yang sedang mengintai sejumlah wilayah di Indonesia saat ini adalah tanah longsor dan banjir. Kita baru saja dikejutkan dengan bencana longsor dan banjir di Manado sekitarnya. Ratusan rumah mengalami rusak berat bahkan dalam hitungan jam, puluhan nyawa hilang akibat diterjang banjir bandang karena meluapnya sejumlah sungai di kawasan itu.

Bencana langganan banjir pun terjadi di Jakarta. Dalam dua pekan terakhir, Jakarta sebagai ibukota Indonesia sedang menghadapi banjir besar, akibat meluapnya sungai-sungai yang berdekatan dengan penduduk. Puluhan ribu penduduk mengungsi akibat terjangan banjir di Jakarta. Meski pemerintah terus berupaya melakukan normalisasi sungai-sungai yang berada di sekitar penduduk, namun belum mampu mengatasi banjir Jakarta. Apalagi banjir Jakarta ini lebih banyak banjir kiriman, karena hulu sungai yang mengalirkan airnya kebanyakan dari dataran tinggi dan mengalir ke pusat ibukota.

Darurat Bencana

Bencana yang melanda sejumlah wilayah sejak akhir tahun lalu, berpotensi masih akan terus terjadi. Wilayah-wilayah yang rentan banjir masih mengacam, bahkan dataran tinggi yang berada di pegunungan, masih mengancam terjadinya longsor dan banjir. Diprediksi bencana ini akan terus terjadi dan terus meluas. Kondisi ini membuat sebagian besar wilayah Indonesia dalam kondisi darurat bencana.

Banjir yang terjadi di Jakarta justru semakin meluas dan semakin parah. Hujan deras yang mengguyur hulu sungai dan wilayah Jabodetabek membuat saluran air dan 13 sungai di Jakarta meluap dan menggenangi 564 rukun tetangga di 30 kecamatan di DKI Jakarta. Ketinggian air sekitar 5 sentimeter hingga 3 meter. Kondisi ini membuat 30.784 warga harus mengungsi.

Banjir juga menggenangi sejumlah titik jalan di Ibukota, termasuk jalur utama ke Jakarta Utara, yakni ruas Jalan S Parman di Tomang dan Grogol, Jalan RE Martadinata dan Jalan Gunung Sahari di Pademangan Barat, serta Jalan Yos Sudarso di Sunter dan Kelapa Gading. Arus barang dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok pun tersendat, terutama di ruas Jalan Cakung-Cilincing dan Jalan Yos Sudarso.

Banjir di Jakarta sekitarnya, ternyata tidak hanya terjadi di pusat pemerintahan Indonesia itu. Tetapi, banjir terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Banjir di Pulau Jawa ini, hampir merata di seluruh provinsi di pulau tersebut. Ketinggian air di sejumlah titik jalan hingga 60 sentimeter.

Di luar Jawa pun, bencana banjir terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Banjir bandang ini, tidak hanya menimbulkan kerugian material karena jalan putus, bangunan termasuk rumah rusak, serta harta benda hilang, tetapi juga menelan korban jiwa. Di Kota Manado, Sulawesi Utara, banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah menyebabkan paling tidak 16 orang meninggal dan sekitar 10 orang masih tertimbun. Selain itu, sekitar 40.000 orang harus mengungsi. Pemerintah menetapkan banjir di Manado sebagai bencana nasional.

Sampai kini, kondisi Manado yang porak poranda akibat banjir bandang belum pulih. Meski hujan masih terus turun, ribuan warga Manado tetap berusaha membersihkan rumah dan lingkungan mereka, dibantu sekitar 500 personil TNI.Bencana alam di sejumlah wilayah di Indonesia yang terjadi sejak akhir tahun lalu itu menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit. Khususnya di Sulawesi Utara, prediksi kerugian material akibat banjir bandang dan longsor di lima kabupaten/kota mencapai Rp 1,871 triliun. Di daerah lain, kerugian material belum terdata, tetapi yang jelas ribuan rumah dan gedung rusak, ribuan hektar lahan pertanian juga tergenang dan terancam gagal panen.

Kerugian material akibat bencana juga dialami warga korban erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Paling tidak 1.204 rumah hancur akibat erupsi Sinabung, kerugian diperkirakan Rp 20 miliar. Jumlah kerugian tersebut belum termasuk kerugian akibat kerusakan lahan pertanian akibat tersiram abu vulkanik. Berbagai bencana yang terjadi di Indonesia saat ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Ada proses yang mendahuluinya, tetapi tidak sepenuhnya disadari berisiko buruk bagi manusia. Banjir, termasuk banjir bandang, dan juga tanah longsor yang setiap tahun terus bertambah bagaimanapun merupakan akibat perilaku manusia.

Apa Solusinya

Salah satu penyebab terjadinya bencana di Indonesia, tentunya karena ulah tangan manusia. Satu sisi manusia yang hidup di sekitar bencana membutuhkan kehidupan dari hutan sekitarnya. Di sisi lain, kerusakan hutan yang makin parah memberikan dampak negatif kepada alam sekitarnya.

Selain itu sumber utama banjir, dan tanah longsor adalah penggundulan hutan yang semakin masif. Alih fungsi hutan untuk pertanian, perkebunan, dan permukiman membuat air hujan yang turun tak dapat diserap tanah dan langsung mengalir menuju tempat yang lebih rendah.

Sampah yang dibuang ke sungai membuat kedalaman sungai makin dangkal. Akibatnya, saat debit air sungai meningkat, terlebih lagi dalam kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang, air meluap hingga menggenangi banyak daerah di sepanjang aliran sungai.

Banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air merupakan bencana ekologis, yaitu akibat menurunnya daya dukung lingkungan. Hal ini terjadi karena pola pembangunan saat ini yang lebih mengabdi pada pertumbuhan ekonomi. Orientasi kebijakan pemerintah terutama di daerah bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah. Banyak kebijakan yang dicederai kepentingan pasar, dan tata ruang terabaikan.

Lantas apa solusi dari bencana yang terjadi di Indonesia. Setidaknya, pemerintah harus mendengungkan gerakan nasional menanggulangi banjir. Tata ruang yang sudah disalahi, mari kita perbaiki agar bencana tidak berulang. Pemerintah jangan lagi disibukkan untuk mengatasi kerusakan yang sudah terjadi akibat bencana. Tetapi, lebih jauh dari itu, pemerintah sudah saatnya memberikan sanksi kepada masyarakat yang menyalahi lingkungan. Tujuannya agar efek jera dan mengaku bersalah akan muncul dari masyarakat kita sendiri. ***

3Penulis adalah Dosen Universitas Muhamamdiyah Sumatera Utara (UMSU) dan pemerhati sosial.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Banjir Situbondo Meluas, 3.000 Rumah Tergenang, Seorang Tewas

 

 
 

Banjir Situbondo Meluas, 3.000 Rumah Tergenang, Seorang Tewas

Minggu, 2 Februari 2014 | 18:59 WIB
Ahmad Faisol Ribuan rumah warga di 10 kecamatan terendam air, akibat banjir yang meluas di Situbondo, Jawa Timur.

 


SITUBONDO, KOMPAS.com - Dampak banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Situbondo, Jawa Timur, terus bertambah. Kini sedikitnya 3.000 rumah di 40 desa masih tergenang banjir setinggi 70 cm hingga 1 meter. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia dalam musibah tersebut.

Selain menggenangi ribuan rumah, hujan deras juga mengakibatkan ratusan hektar sawah terendam air. Selain itu, jembatan di Desa Curah Suri, Kecamatan Jatibanteng, dan jembatan penghubung antara Desa Patemon dan Desa Sumber Tengah, Kecamatan Bungatan, putus akibat diterjang banjir bandang.

Selain itu, 10 sekolah mulai tingkat SD, SMP, dan SMA juga terendam air bercampur lumpur. Sepuluh rumah di sepanjang bantaran Sungai  Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, serta  rumah di Kampung Pesisir, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, juga hanyut akibat diterjang banjir bandang tersebut.

Seorang warga Perumahan Panji Permai, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, dilaporkan tewas akibat banjir tersebut. Itu terjadi ketika warga bernama Soni (65) itu membersihkan rumahnya yang tergenang air. Korban terpeleset dan jatuh ke selokan di sekitar rumahnya. Sementara itu, seorang warga Desa Dusun Wakaf, Desa Juglangan, Kecamatan Panji, bernama Risun (53) mengalami luka berat. Tulang lehernya patah akibat tertimpa reruntuhan rumah.

"Korban yang meninggal dunia itu memang kondisinya sedang sakit pasca mengalami kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu. Namun, saat rumah mulai tergenang air korban mencoba membersihkan rumahnya, saat itulah kaki korban terperosok dan terjatuh," kata Pujo, tetangga dekat korban, Minggu (2/2/2014).

Desa-desa yang tergenang banjir itu terletak di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Mangaran, Panji, Kapongan, Panarukan, Bungatan, Mlandingan, Jatibanteng, Besuki, Banyuglugur, dan Kendit. Hingga berita ditayangkan, ribuan rumah milik di Situbondo itu masih tergenang air dengan ketinggian antara 70 sentimeter hingga 1 meter lebih. Sementara itu, genangan sedalam 2 meter terjadi pada tiga rumah milik tiga keluarga warga Dusun Pesisir, Kecamatan Mlandingan, Situbondo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo Zainul Arifin belum dapat memberikan data pasti tentang kerusakan akibat banjir bandang tersebut. Dia hanya memastikan banjir bandang merendam 3.000-an rumah warga di sejumlah kecamatan di Situbondo. Di sebagian lokasi, ketinggian air yang merendam rumah penduduk itu mencapai 2 meter.

"Selain melakukan pendataan, kami masih mengevakuasi warga ke tempat aman. Khususnya para manula dan yang sedang sakit, sesuai laporan sementara korban jiwa masih  nihil," kata Zainul.


Penulis : Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol
Editor : Laksono Hari Wiwoho

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Indonesian govt drops plan to fully finance refineries` construction

 

 
 
 
 

Indonesian govt drops plan to fully finance refineries` construction

Fri, January 31 2014 16:25 |

 
Jakarta (ANTARA News) - The Indonesian government has dropped the plan to fully finance the construction of all refineries worth US$9 billion after considering state budget priorities.

Director General of Oil and Gas at the Energy and Mineral Resources Ministry Edy Hermantoro informed the press, here on Thursday that the government will only finance a part of the mega projects.

"We are seeking the best option," he stated.

Edy explained that the government will finance the initial phase of the mega projects.

The government has begun allocating around Rp300 billion for the construction of refineries in the 2014 state budget.

"We will also scout for locations for the refineries," he pointed out.

The Energy and Mineral Resources Ministry will conduct market consultations with the Finance Ministry in February 2014, he added.

"Through the market consultation, we will determine the availability of land (as locations for the refineries), among others," he stated.

In addition, the government will also look into the configuration of products, both fuel oils and petrochemicals, to give adequate gains to investors, he noted.

Edy stated that the government will find investors who may be really interested in the projects.

He believed that there will be many investors interested in the mega projects once their locations are disclosed.

He added that the government is currently focusing on developing one of three planned refineries.

Earlier, Director for Downstream Oil and Gas Business Development at the Energy and Mineral Resources Ministry Mohammad Hidayat stated that the state budget fund of Rp300 billion will be used to produce basic engineering design for a refinery with a capacity of 300 thousand barrels per day.

The government will soon call for tenders for the development of basic engineering design (BED), he pointed out.

It will take one year to complete the BED, he estimated.

In 2015, the government will continue the phase of detailed design (front and engineering design/FEED) and study probable locations for the refinery, he added.

Hopefully, the FEED can be completed in one year and thereby, work on the construction of the refinery can start by 2016 or early 2017, he confirmed.

The engineering, procurement and construction (EPC) phase is expected to be completed within four years. The refinery will hopefully start operating by 2021.

(Reporting by Kelik Dewanto/Uu.INE/KR-BSR/F001)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2014

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Indonesia at least Rp2.12 trillion needed to repair battered roads

 

 

Indonesia at least Rp2.12 trillion needed to repair battered roads

Thu, January 30 2014 10:50 |

Photo document of roads battered by heavy flooding in Brebes sub district, Central Java Province. (ANTARA/Oky Lukmansyah)

Just now the best we can do is to fill pot-holes with rocks to reduce danger of traffic accidents."
Related News
Jakarta (ANTARA News) - At least Rp2.12 trillion would be needed for the repair of roads battered by heavy flooding and landslides all over the Indonesia.

The cost is for emergency repairs around Rp510.32 billion and permanent repairs around Rp1.517 trillion, highway construction director general Djoko Murjanto said here.

Djoko said the estimate was until Tuesday Jan. 28, therefore, the cost would likely be larger as floodings and threat of floodings are not yet over.

In fact a number of main streets in Jakarta and highways in the regions were still submerged by flood waters until last Wednesday, he said.

Repairs have yet to wait until the roads are dry or there are no more pools of water in the roads, Djoko said.

"Just now the best we can do is to fill pot-holes with rocks to reduce danger of traffic accidents," he said.

He said a lot of repairs are needed in Java along its northern coast highway and in Manado of North Sulawesi, the hardest hit by floodings and landslides so far this year in the country.

In the Manado-Tomohon highway there were 16 of 32 locations that need immediate repairs, Djoko said, adding an emergency fund of Rp45 billion would be needed.

Repairs are also needed for highways in South Sumatra, Bengkulu and Southeast Sulawesi.

Based on data at the Highway Construction Directorate General, there are at least 7,000 pot-holes along the northern coast highway of Java that require repair over a total length of 100 kilometers.
(Uu.H-ASG/B003)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2014

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Survei LSI: 4 Parpol Terancam Tak Lolos ke Parlemen

 

res : Yang lain lolos karena suci murni, anggota tidak korupsi dan tidak tipu rakyat?
 
 
 

Survei LSI: 4 Parpol Terancam Tak Lolos ke Parlemen

Penulis : Ihsanuddin , Editor : Sandro Gatra , Minggu, 2 Februari 2014 | 18:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com
- Hasil survei terakhir Lingkaran Survei Indonesia (LSI), empat partai politik peserta Pemilu 2014 terancam tak lolos ambang batas Parlemen sebesar 3,5 persen. Keempat partai tersebut adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Nasdem, Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Menurut hasil survei LSI, elektabilitas PKS hanya 2,2 persen, Nasdem 2 persen, PBB 0,7 persen, dan PKPI 0,5 persen. Menurut LSI, survei itu dilakukan pada 6 Januari hingga 16 Januari 2014 dengan jumlah responden 1200 orang. Pengumpulan data dilakukan secara wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Meski demikian, LSI mengaku ada tingkat kesalahan surveinya lebih kurang 2,9 persen. Selain itu, masih banyak pemilih yang belum menentukan pilihan, yakni mencapai 30,1 persen.

Namun, menurut peneliti LSI Adjie Alfarab, jika suara mereka yang belum menentukan pilihan dibagi secara proporsional ke 12 partai politik, maka hasilnya keempat partai tersebut juga tetap tidak lolos ke Parlemen. PKS hanya akan mendapatkan 3,15 persen, Nasdem 2,86 persen, PBB 1 persen, dan PKPI 0,72 persen.

Adjie menambahkan, jika bekerja keras, PKS dan Nasdem kemungkinan besar bisa melawati ambang batas Parlemen. PKS dinilai sebagai partai yang memiliki soliditas organisasi dan militansi kader yang kuat. Adapun Nasdem ditopang oleh pendanaan dan akses media yang besar. Jika kelebihan tersebut dimanfaatkan oleh masing-masing partai, maka ada harapan mereka lolos ke Parlemen.

"Meskipun waktu penyelenggaraan Pileg tinggal kurang lebih menyisakan dua bulan lagi, tapi masih ada harapan," ujar Adjie saat merilis hasil survei di Kantor LSI, di Jakarta, Minggu (2/2/2014) siang.

Namun, bagi PBB dan PKPI, menurut Adjie, sangat berat untuk lolos ke Parlemen periode 2014-2019. Selain perolehan suara yang masih jauh dari ambang batas, kedua partai ini dinilai tidak mempunyai modal yang cukup untuk menaikkan suara dalam waktu singkat.

Ada 0 Komentar Untuk Artikel Ini.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Fw: Majalah Tempo, 3 Februari 2014 - Indonesia & English Edition

 

 
 
Sent: Sunday, February 02, 2014 7:11 AM
To: Ambon
Subject: Majalah Tempo, 3 Februari 2014 - Indonesia & English Edition
 
Promo Digital - Desember 2013
Ngeri-Ngeri Suap
Tanggal Edisi: 
3 Februari 2014
Cover Story:  Siapa Bunuh Penghuni Kebun Binatang Surabaya
Deskripsi:  NAMA Sutan Bhatoegana muncul dalam dakwaan korupsi Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini. Rudi mengaku pernah memberi politikus Demokrat itu uang US$ 200 ribu sebagai tunjangan hari raya. Ketua Komisi Energi itu juga disebut meminta imbalan ketika membahas APBN 2013.
Paying The Piper
Edition Date: 
3 February 2014
Cover Story:  Investigation Killing Zoo; Outreach: Empowering Migrant Workers
Description: 
SUTAN Bhatoegana's name appeared in the investigation of SKK Migas chief, Rudi Rubiandini, who was charged with bribery. The head of the upstream oil and gas regulator admitted to have given Democrat Party member Sutan US$200,000 as a 'Lebaran bonus'. In addition, the chairman of the DPR Energy Commission reportedly asked for more money to discuss the 2013 State Budget.
Ikuti terus Perkembangan berita TEMPO.CO dari mana saja
dengan Aplikasi Kami:
 
Copyright Tempo.co
Like Twitter Pinterest GooglePlus LinkedIn Forward
Palmerah Barat no 8, 12210, Jakarta, Indonesia
You may unsubscribe or change your contact details at any time.
GetResponse
open

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Ikan-ikan mati di sungai Serayu + Puluhan ton ikan di Danau Maninjau mati

 

res :  Silahkan selalu buang sampah dan segala macam kotoran di selokan-selokan dan sungai-sungai sambil menyanyi majulah negeriku, hidup bangsaku!
 
 
 

Ikan-ikan mati di sungai Serayu

Minggu, 2 Februari 2014 16:48 WIB | 1910 Views

ilustrasi (FOTO ANTARA)

 
Banyumas (ANTARA News) - Ikan dari berbagai jenis di sepanjang Sungai Serayu mulai dari muara Sungai Klawing (Anak Sungai Serayu) hingga Bendung Gerak Serayu, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, ditemukan dalam keadaan mati, Minggu.

Kondisi tersebut menyebabkan puluhan warga sekitar aliran Sungai Serayu turun ke sungai guna menjaring ikan yang telah mati maupun masih sekarat.

Salah seorang warga Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Ranto (45) mengaku mampu mengumpulkan berbagai jenis ikan yang mengapung di Bendung Gerak Serayu hingga sebanyak lima kilogram.

"Ikan yang saya peroleh di antaranya melem, tawes, dan baceman," katanya.

Terkait hal itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Daya Guna Balai Pengelola Sumber Daya Air (BPSDA) Serayu-Citandu Arif Sugiarto mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan di sepanjang Sungai Serayu hingga Bendung Slinga di Sungai Klawing, Purbalingga.

"Kami belum bisa memastikan penyebab kematian ribuan ikan di Sungai Serayu dan Klawing. Tapi yang jelas, ikan-ikan itu mati setelah ada banjir bandang di hulu Sungai Klawing," kata Arief.

Dia menduga ikan-ikan tersebut mati akibat banjir bandang yang membawa lumpur di hulu Sungai Klawing yang bermuara di Sungai Serayu.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2014

+++++

http://www.antaranews.com/berita/416585/puluhan-ton-ikan-di-danau-maninjau-mati

 

Puluhan ton ikan di Danau Maninjau mati

Rabu, 29 Januari 2014 21:07 WIB | 2411 Views


 
Lubukbasung (ANTARA News) - Sekitar 10 ton ikan jenis mas dan nila di keramba jaring apung Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mati mendadak akibat angin kencang yang melanda daerah itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Agam, Ermanto di Lubukbasung, Rabu mengatakan, kematian ikan ini disebabkan karena angin kencang yang terjadi beberapa hari lalu.

"Hempasan angin tersebut mengakibatkan pembalikan air pada dasar ke permukaan air danau, sehingga udara di dasar danau menjadi hampa," katanya.

Dia mengatakan, puluhan ton ikan yang mati ini terbanyak di daerah Bayua dan Gasang.

"Ikan ini mati semenjak beberapa hari lalu di beberapa keramba jaring apung milik petani," kata Ermanto.

Akibat kejadian ini, para petani mengalami kerugian sekitar Rp260 juta, karena harga ikan di pasaran sekitar Rp26.000 per kilogram.

Untuk mengatasi ini, kata Ermanto, petani diimbau menghentikan penebaran benih dan segera melakukan panen dini agar ikan yang lain tidak mati.

Lalu, menghidupkan pompa oksigen yang telah diberikan DKP Kabupaten Agam kepada nelayan sebanyak 30 unit pada 2013, menghentikan pemberian makan untuk sementara dan lainnya.

Sebelumnya, DKP Kabupaten Agam sudah memberikan surat edaran kepada petani agar mengurangi tebar benih pada Agustus 2013 sampai Januari 2014, karena pada saat itu cuaca ekstrem yang mengakibatkan naiknya air ke permukaan dan tubo balerang.

"Surat edaran ini setiap tahun kami berikan kepada masyarakat dengan tujuan agar petani tidak mengalami kerugian cukup besar. Namun masyarakat tidak menghiraukan imbauan tersebut," katanya.

Ia mengatakan, kematian ikan KJA di Danau Maninjau dalam setiap tahunnya berkurang, pada 2008 sebanyak 15.000 ton, kemudian 2009 sebanyak 15.000 ton, 2010 sebanyak 500 ton.

Pada 2011 sebanyak 500 ton, kemudian tahun 2012 sebanyak 300 ton dan 2013 turun menjadi delapan ton.

Seorang petani keramba jaring apung di Bayau, Amin, mengatakan dirinya mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

"Rata-rata ikan yang mati siap untuk di panen. Saya sendiri memilik keramba dua unit yang ikannya hampir mati semua. Satu keramba bisa dipanen mencapai satu ton ikan dengan ukuran keramba 8x10 meter," katanya.

Dia mengatakan di Danau Maninjau ini ada sekitar 16.000an keramba jaring apung. Setiap petani memiliki sekitar 4-10 keramba.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___