Saturday, October 26, 2013

[batavia-news] Golput Tinggi Karena KPU Cuma Kirim Undangan

 

Golput Tinggi Karena KPU Cuma Kirim Undangan

 

Angka golput masih tinggi (ANTARA/Fanny Octavianus)

 
 
 
 
Balikpapan, GATRAnews - Golput dalam Pilkada Gubernur Kalimantan Timur yang mencapai 45% memang cukup mengkhawatirkan. Itu cermin apatisme atau kepedulian rakyat pada politik atau calon pimpinannya. Dan rendahnya partisipasi publik pada pilkada sudah menadi fenomena nasional.

Di Kalimantan Timur, dari sekitar 3,5 juta penduduk Kaltim dan Kalimantan Utara warga yang memiliki hak pilih 2,7 juta jiwa. Warga yang datang untuk ikut mencoblos ternyata cuma 1,5 juta orang. "Sekitar 1,2 juta orang tidak turut dalam coblosan 10 September lalu itu," kata Hanggoro Doso Pamungkas, direktur Citra Publik Indonesia-Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network.

Hanggoro menyatakan, kini golput adalah kecenderungan nasional. Masyarakat Indonesia sudah banyak yang menganggap pemilu hanyalah sekadar ritual politik tidak bermakna karena kemudian calon terpilih dari pemilu itu tidak membuat perubahan yang berarti untuk kemakmuran masyarakat.

 Menurut Hanggoro, ada beberapa faktor yang menyebabkan animo masyarakat untuk berpartisipasi dalam pilgub begitu rendah.

"Publik enggan datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) karena merasa pilgub ini bukan bagiannya, bukan kepentingannya, mereka menganggap ini hanya kepentingan elite. Publik tidak optimistis untuk memilih di daerah," jelas Hanggoro.

 Hanggoro juga menyebutkan bahwa penyelenggara pemilu, yaitu Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) harusnya tidak hanya sekadar menyampaikan undangan saja.

Mereka semestinya juga memberikan pendidikan politik ke masyarakat.

"Seperti yang kita lihat selama ini, sekadar hanya mempublikasi saja, tapi sebenarnya harus ada juga pendidikan bagi masyarakat," kata Hanggoro.

 Menurut Hanggoro, masyarakat harus disadarkan bahwa merekalah yang sebenarnya menentukan pembangunan. Masyarakat bukan objek dalam pilgub, tetapi subyek. (DH)

 
 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Mendikbud optimistis Indonesia masuk 7 negara besar

 

Res:Selain besar luas geografis, besar jumlah penduduk yang miskin (menurut Dahlan Iskan terdapat 86,3 juta orang miskin di NKRI ( NKRI berpenduduk 270 juta ),   juga besar hutang luar negeri $257 miliar dan tak terhitung besarnya jumlah koruptor.
 
 
 

Mendikbud optimistis Indonesia masuk 7 negara besar

Sabtu, 26 Oktober 2013 22:30 WIB | 1793 Views

Mendikbud M Nuh (ANTARAFOTO/Andika Wahyu)

Saat ini saja, Indonesia masuk 16 ekonomi dunia, karena itu masuk dalam masuk G20 dan diperkirakan pada 2020 kita masuk tujuh besar,"

 
Makassar (ANTARA News) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengaku optimis Indonesia masuk dalam tujuh negara ekonomi besar di dunia.

"Saat ini saja, Indonesia masuk 16 ekonomi dunia, karena itu masuk dalam masuk G20 dan diperkirakan pada 2020 kita masuk tujuh besar," kata Nuh pada peluncuran Stadium Generale Universitas "45" Makassar, Politeknik Bosowa dan Bosowa Internasional School di Makassar, Jumat.

Menurut dia, prosepek Indonesia ke depan sangat menggembirakan apabila dilihat dari potensi usia produktif dan sumber daya alamnya.

Sebagai gambaran, laju pertumbuhan penduduk Indonesia rata-rata 1,4 persen, sehingga pada puncak usia produktif jumlahnya dapat mencapai 15 juta jiwa.

"Jumlah penduduk yang besar jangan diremehkan, karena potensi penduduk dapat mencapai puncak usia produktif," kata Nuh.

Dia mengatakan, ketika 100 tahun Indonesia merdeka, maka grafik garis merah pada posisi yang paling rendah. Artinya mulai 2005 - 2035 populasi usia produktif paling besar dibandingkan penduduk negara lain yang sudah tua, misalnya Jepang.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, perlu menyiapkan generasi penerus yang bukan hanya memiliki kualitas intelektual, tetapi juga spiritual atau batin.

Apalagi pada saat usia kemerdekaan Indonesia mencapai 100 tahun, peluang untuk menempati posisi strategis sangat besar dan memiliki potensi mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Pada saat itu dibutuhkan sekitar 113 juta orang tenaga kerja terdidik. Karena oitu perlu menyiapkan generasi besar yang terdidik.(*)

Editor: Ruslan Burhani

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Serbia buries Tito's widow, the last symbol of Yugoslavia

 

 
 

Serbia buries Tito's widow, the last symbol of Yugoslavia

Date   October 27, 2013 - 12:42AM
 
House of Flowers mausoleum: A honour guard stands around the coffin of Jovanka Broz, she will be buried next to her husband, former Yugoslav leader Josip Broz Tito.

Farewell Jovanka Broz: The wife of the former Yugoslav communist dictator Josip Broz Tito will be buried next to her husband. Photo: Reuters

The widow of former Yugoslav leader Josip Broz Tito was to be buried with full state honours on Saturday, the last symbol of the communist federation that broke up in the 1990s.

Jovanka Broz, who died of heart failure at the age of 88, will be buried next to her husband in the House of Flowers in Belgrade, where the communist strongman was laid to rest in 1980.

Serbian Prime Minister Ivica Dacic will give a speech at the funeral, to be held with full military honours as Broz was a decorated member of the Yugoslav anti-fascist partisan movement in World War II, the government said.

Stand by your man: Yugoslavia's former first lady and the third wife of Josip Broz Tito often travelled with her husband on official trip, they are seen her with John F Kennedy in Washington in 1963.

Stand by your man: Yugoslavia's former first lady and the third wife of Josip Broz Tito often travelled with her husband on official trips, they are seen here with John F Kennedy in Washington in 1963. Photo: Getty Images

"It will be the funeral the first lady of the former state deserves. This is the least we could do," said Serbian deputy prime minister Rasim Ljajic ahead of the funeral.

Several dozen people, mostly elderly former partisans, gathered in front of the mausoleum to pay their respects.

Many of them proudly carried their World War II decorations, while others waved the blue, white and red flags of the former communist federation that broke apart in a series of bloody conflicts in the 1990s.

Jovanka Broz: Tito was 31 years her senior. This is Jovanka in  1952.

Jovanka Broz: Tito was 31 years her senior. This is Jovanka in 1952. Photo: AFP

A number of delegates from former partisan units were expected to attend the funeral.

Once a symbol of elegance and adored in Yugoslavia, Broz lived the last three decades of her life as an outcast.

Blamed by Tito's political friends of plotting a coup, she was placed under virtual house arrest a few years before her husband's death.

Her last public appearance was at Tito's state funeral in May 1980, attended by more than 200 top world dignitaries, among them Margaret Thatcher, Saddam Hussein and Leonid Brezhnev.

After Tito's death Jovanka Broz was forced to leave the former Serbian royal palace where the couple lived in splendour, and spent the following years in isolation and poverty.

"They chased me out ... in my nightgown, without anything, not allowing me even to take a photo of the two of us, or a letter, a book," Broz said in a rare interview in 2009.

Since that time, "I was in isolation and treated like a criminal... I could not leave the house without armed guards," she told the Politika daily.

Her identity papers were confiscated and only returned by Serbian authorities in 2009, when she was given a pension.

A symbol of elegance Broz, who was Tito's third wife, met the charismatic communist leader after she had joined the partisans at the age of 17.

She remained in the trenches until the end of World War II, attaining the rank of captain.v As Yugoslavia began turning its back on its wartime ally Russia, then under Stalin's rule, Broz was hired as Tito's secretary in 1948.

The date of their marriage remains unclear, as are most details of Tito's private life. Some biographers set it in 1952.

Tito was 31 years her senior and the couple had no children.

With her voluminous raven black hair always swept up in a bun, Broz quickly became a symbol of elegance in a country impoverished by the war, with communist leaders focused on strengthening the new Yugoslav state.

Often described as the "first lady of the Non-Aligned Movement", a group of states advocating a middle course for developing countries between the Eastern and Western bloc, founded by Tito and the leaders of India, Indonesia, Ghana and Egypt, she toured the world with her husband.

Broz and Tito were both film buffs, dining with Elizabeth Taylor and Richard Burton, among other international movie stars filming in Yugoslavia in the 1960s.

Broz rarely spoke in public, seemingly satisfied with being a silent first lady, inseparable from her husband during his frequent jaunts, often sailing to their summer residence on the island of Brijuni aboard the official yacht.

She and other Tito heirs initiated an inheritance procedure, although the size of his estate has never been made public and the claims are still pending.

AFP

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Protest in Shanghai after petitioner's death

 

 

Protest in Shanghai after petitioner's death

Dozens of people protested in the heart of China's commercial hub Shanghai on Saturday after the death of a petitioner following his alleged beating by police.

A general view of the financial district of Shanghai on October 16, 2013.

Around 30 people marched to the main office building of the Shanghai government chanting slogans, under the watchful eye of a dozen uniformed police officers, an AFP journalist witnessed.

A participant said they were protesting over compensation payments for being evicted from their homes, as well as the death of a man named Shen Yong, who was locked in a dispute with the government over the demolition of his house.

Radio Free Asia and Internet postings, which could not be confirmed, said 55-year-old Shen was taken to a police station on Thursday but died shortly after returning home two hours later.

Shanghai police and Shen's family could not be reached for comment on Saturday.

The demonstrators, from at least two different districts in Shanghai, chanted: "Pay our money!"

"This is also about the Shen Yong affair," one protester, a middle-aged woman who declined to be named, told AFP.

Shen's home in Shanghai's financial district of Pudong was demolished in 2008, the Radio Free Asia report said.

But authorities accused him of squatting in replacement housing built on the site of his former home, it said.

Public protests are rare in Shanghai, but the city's rapid development has caused disputes over demolition of old homes and compensation payments for eviction.

Shanghai resettled more than 23,000 households in 2011, the latest official figures showed, down from a recent peak of over 80,000 in 2006.

Police herded the protesters onto the grounds of the city government compound to an office used to lodge complaints against officials but did not appear to detain anyone.

But police grabbed a young man to stop him from using his mobile phone to record images of the demonstration

 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Indonesia under pressure to save forests

 

 

Indonesia under pressure to save forests

At home and abroad, Indonesia is highlighting its progress in curbing the environmental destruction that has depleted forests and made the country a leading source of greenhouse gases. But environmentalists are unconvinced.

Firefighters battle a bush fire in Riau province on Sumatra. Blazes set to clear land send massive plumes of smog every year into Singapore and Malaysia, which have grown impatient with Indonesia's response to the problem. (AP Photo)

They say pulp and palm oil plantations are still expanding at an alarming rate in Sumatran forests, despite efforts by the government and industry. That expansion has contributed to climate change and threatens endangered tigers and orangutans.

More than 80% of Indonesia's emissions are due to clearing of what is the world's third-largest area of rainforest, after Brazil and the Democratic Republic of Congo. About half of Indonesia's rainforest has already been destroyed.

Greenpeace, which has conducted extensive research on deforestation in Indonesia, says government maps show the country lost 12,400 square kilometres of forest between 2009 and 2011.

The main cause, accounting for about a quarter of lost forest, was for production of palm oil, which is used as food and as biofuel. Carbon-rich peatlands being cleared for plantations must be drained first. That releases vast amounts of carbon dioxide into the atmosphere.

President Susilo Bambang Yudhoyono has committed to cutting greenhouse emissions by 26% by 2020. His government in 2011 declared a moratorium on new concessions in primary forest in a $1 billion deal with Norway. The moratorium was extended this May for two years.

Environmentalists say the commitment doesn't go far enough because it doesn't cover existing concessions.

The US government reported in June that Indonesia's palm oil industry has enough land that authorities have said can be developed for agricultural use to continue its current, rapid rate of plantation expansion for at least 10 years.

A photograph released by Greenpeace shows forest cleared for palm oil in Jambi Province on Sumatra. Greenpeace claims that Singapore-based Wilmar, the world's biggest palm oil processor, sources oil from illegally cleared land, destroying the Sumatran tiger habitat. (AFP Photo)

The archipelago of 240 million people scattered across hundreds of islands is already vulnerable to climate change from rising sea levels. But it's also a big contributor to the global problem, being among the largest emitters of greenhouse gases after China and the United States.

Indonesia's ambassador to Washington, Dino Patti Djalal, said the government was working with industry and environmental groups to protect forests.

He highlighted the move in February by Asia Pulp & Paper (APP), the country's top pulp producer, to halt clearance of natural forest and use just existing plantation and degraded land; and a commitment by Sinar Mas, which controls both APP and top palm oil producer Golden Agri-Resources, to protect orangutans.

"It shows that the industry wants to change, they want to do the right thing, but sometimes we have just got to help them," Djalal told the Stimson Center think-tank last week.

The amount of forest cover lost annually has fallen: from an estimated 1 million hectares between 1990 and 2010 -- equivalent to nearly 1% of the national total per year -- to 600,000 hectares per year between 2009 and 2011.

Amy Moas, a US-based forest campaigner for Greenpeace, acknowledged some progress but said: "There are dozens, perhaps hundreds, of companies still skirting lax laws and regulations in Indonesia and finding the cheapest and easiest way to do business, which means horrible environmental devastation."

Moas said government data show that Asia-Pacific Resources International Ltd, or April, Indonesia's second-largest producer of pulp, was still using rainforest wood to supply its mill in Riau province, which has faced the most intense deforestation on Sumatra, an island famed for its biodiversity.

April spokesman Mike Zampa said Greenpeace was exaggerating the amount of rainforest wood entering the mill. He said 65% of the fibre used was from plantation wood.

He said the company developed only about half the land on its concessions in Indonesia, and the rest was set aside for conservation and community use.

Accidental and deliberate forest fires earlier this year in peat-rich Riau, also a major centre for palm oil production, cast a haze as far as Thailand, angering Indonesia's neighbours.

According to Greenpeace, between 2009 and 2011 the province saw 10% of its tiger habitat destroyed, putting stress on the dwindling population of 400 tigers in Sumatra.

Over the same period in Borneo, 1,410 square kilometres of forested orangutan habitat were cleared, a third in areas licensed to palm oil concessionaires, Greenpeace says.

Richard Cronin, a Stimson Center expert on Southeast Asian environmental issues, said decentralisation of decision-making that came with the dawn of democracy in Indonesia 15 years ago means that the central government has problems controlling what happens in provinces.

He said commercial pressures, corruption and demand from a growing population for agricultural land were taking a toll.

Ambassador Djalal acknowledged that it was not easy to get national environmental policies implemented locally. "There are times that the industry needs to be disciplined, especially in terms of how they get their land," he added.

Nigel Sizer, a forestry expert at the World Resources Institute, a Washington-based environmental research organisation, said just 15% to 20% of Indonesia's palm oil was certified under industry standards, which critics say are too weak anyway.

The institute says producers looking to adopt more environmentally friendly cultivation face complex regulations if they wish to shift their operations from forested to degraded land.

As well, land is often improperly classified. In some cases, areas that should be protected can be used for plantations, while degraded land cannot.

It cites Borneo, where there's an area of degraded land the size of Greece suitable for palm oil production, but more than one-third of that land is classified as forest that can't be used for agriculture.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] New police chief vows to get tough on firebrand groups

 

 
 

New police chief vows to get tough on firebrand groups

Changing of the guard: The new National Police chief, Comr. Gen. Sutarman (left) poses with his predecessor Gen. Timur Pradopo after his inauguration at the State Palace in Jakarta on Friday. (JP/Jerry Adiguna)
Changing of the guard: The new National Police chief, Comr. Gen. Sutarman (left) poses with his predecessor Gen. Timur Pradopo after his inauguration at the State Palace in Jakarta on Friday. (JP/Jerry Adiguna)

Newly installed National Police Chief Gen. Sutarman made a pledge on Friday that he would crack down on violent mass organizations that caused public disorder.

Sutarman said after his inauguration ceremony at the State Palace that under his leadership the police would take action against such organizations and would not allow "the law of the jungle" to take the reins in the country.

"Any citizen has the right to conduct activities as long as they are consistent with the law. If no law is broken, there will be no problem," he said. "But, if someone does violate the law, we must take stern action in order to make sure no groups make their own rules to handle their problems," he said.

Sutarman's statement came only one day after Home Minister Gamawan Fauzi hailed the hard-line Islam Defenders Front (FPI) as an asset to the nation.

Gamawan urged local administrations to work with the FPI in solving urban problems.

Gamawan made the statement as prosecutors sought seven-month prison sentences for two FPI members charged with involvement in a deadly clash with villagers in Sukorejo, Kendal regency, Central Java, in July.

President Susilo Bambang Yudhoyono swore in Sutarman to replace Gen. Timur Pradopo as the National Police chief.

Yudhoyono proposed Sutarman as the sole candidate for the top post at the National Police in what many described as one of the most crucial decisions made by the President ahead of the 2014 elections.

On Friday, Sutarman, a former adjutant to former president Abdurrahman Wahid also vowed to eradicate thuggery, gambling and drugs.

Responding to the recent rape case of a 16-year-old girl that implicated a number of police in Gorontalo, Sutarman said that he would improve oversight within the force.

"Public trust contributes to our performance. The police are here to ensure the safety of the people," he said.

Sutarman secured the House of Representatives' approval during a "fit-and-proper" test last week.

During the test, Sutarman told lawmakers that he would step up efforts to curb endemic corruption within the force and other government institutions in the country.

"We must handle corruption together, whether in enforcing the law or in preventing violations," he said.

Antigraft watchdogs, however, have expressed their skepticism that Sutarman can take a bold stance against corruption, given his stance in openly opposing the Corruption Eradication Commission's (KPK) investigation into Insp. Gen. Djoko Susilo, a defendant in a graft case surrounding a Rp 144 billion (US$13.1 million) vehicle simulator procurement project.

His 2012 wealth report shows that Sutarman had Rp 5.34 billion worth of assets and savings totaling $24,194, a slight increase from Rp 5.31 billion in 2011. He also had savings of $24,175 in 2011.

KPK Chairman Abraham Samad said that he was optimistic that Sutarman could work better in building cooperation with the antigraft body.

"Don't look back. It is important to maintain cooperation with the KPK in the future. Without such synergy, it will be hard to eradicate corruption," Abraham told reporters after the inauguration ceremony.

"I hope [both institutions] will not repeat what happened in the past," Abraham said, alluding to a rocky relationship between the two institutions which involved the police arresting KPK commissioners and police detectives storming the KPK headquarters following the arrest of Djoko Susilo

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Ustadz Abu Jibriel ungkapkan tujuh kesesatan Syiah

 

 
 
Ustadz Abu Jibriel ungkapkan tujuh kesesatan Syiah
 
 
A. Z. Muttaqin Sabtu, 21 Zulhijjah 1434 H / 26 Oktober 2013 17:18
 
 
ustadz Abu Jibriel beorasi menjelaskan kesesatan Syiah di depan Smesco Jakarta
 
JAKARTA (Arrahmah.com) -Di hadapan para laskar Mujahidin dan polisi  di depan gedung Smesco  Jakarta Sabtu (26/10/2013), Ustadz Abu Muhammad Jibriel Abdurrahman mengungkapkan lima pokok perbedaan agama Islam dengan Syiah.
 
Menurut orang Syi'ah: Pertama, Rabb, nabi dan imam mereka, tidak sama dengan umat Islam. Kedua, Orang syi'ah mengkafirkan sahabat Nabi yang mulia Abu Bakar, Umar, Utsman Radhiyallohu anhum ajma'in dan siapa saja yang mencintai mereka. Ketiga, Syi'ah mengkafirkan seluruh umat Islam tanpa kecuali. Keempat, syahadat Orang Islam dua kalimah syahadat sedang orang Syiah syahadatnya lima. Kelima, Rukun Islam dan rukun iman umat Islam tidak sama dengan orang Syiah. Keenam, Kitab Al Quran orang Islam tidak asli dan ayatnya hanya 6.600 sedang menurut orang Syiah  kitab Al Quran yang asli dibawa gaib oleh Imam Mahdi dan ayatnya 17.000.  Ketujuh, nikah mut'ah halal, anak hasil zina lebih afdhal dari anak kandung, nikah kontrak berjamaah lebih besar pahalanya 70 kali lipat ganda dari nikah kontrak sendiri. Prempuan syiah yang sudah bersuami boleh melakukan nikah konrtak. dengan banyak lelaki dsb sbgnya.
 
Wakil Amir Majelis Mujahidin Ustadz Abu Muhammad Jibril Abdurrahman mengatakan kepada para wartawan sebelum berorasi bahwa kedatangan Laskar Mujahidin dari berbagai elemen ini adalah untuk mendesak polisi membubarkan acara Syiah sesat menyesatkan Idul Ghadir.
 
"Kita tidak mau agama Islam dihina secara resmi oleh Syiah. Tuhan agama Islam berbeda dengan Tuhan orang Syiah. Rukun Islam orang Islam berbeda dengan orang Syiah. Namun mereka selalu mengatasnamakan Islam," kata Ustadz Abu Jibriel
 
Elemen Mujahidin yang turun hari Sabtu ini diantaranya adalah Majelis Mujahidin, Jama'ah Anshorut Tauhid, Mahasiswa Pecinta Islam, Gempar dan Sunnah Defense League.
 
(azmuttaqin/arrahmah.com)
 
 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Syiah agama penghujat sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam

 

 
 
Syiah agama penghujat sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam
 
Ukasyah Sabtu, 21 Zulhijjah 1434 H / 26 Oktober 2013 12:57
 
 
Acara mubahalah Ustadz Haidar Abdullah Bawazir dengan Husein bin Hamid Alattas di Radio Silaturahim, Jl. Masjid Silaturahim No. 36, Cibubur, Bekasi, Rabu (27/6/2012).
 
Oleh: Ustadz dr. Haidar Abdullah Bawazir
 
(Arrahmah.com) – Kaum muslimin meyakini dengan sebenar-benar keyakinan bahwa sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam adalah manusia pilihan dari kalangan umat ini. Mereka adalah generasi terbaik yang telah dipilih oleh Allah Subhanahu wata'ala untuk mendampingi Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wasallam. Keutamaan para sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam banyak dijelaskan di dalam al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wata'ala,
 
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
 
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar." (at-Taubah: 100)
 
Adapun hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, di antaranya adalah sabda beliau Shallallahu 'alaihi wasallam,
 
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
 
"Sebaik-baik manusia adalah zamanku, kemudian setelah mereka, kemudian setelah mereka." (Muttafaqun 'alaihi, dari hadits Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Diriwayatkan pula dari Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu dengan lafadz "Sebaik-baik umatku", Muttafaqun 'alaihi)
 
Allah Subhanahu wata'ala melarang hamba-hamba-Nya untuk menyakiti kaum mukminin secara umum, baik dengan cara mencela, mengghibah, mengolok-olok, dan yang semisalnya. Lebih buruk lagi jika yang dicela adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, pembawa warisan beliau Shallallahu 'alaihi wasallam. Allah Subhanahu wata'ala berfirman,
 
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُّبِينًا
 
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (al- Ahzab: 58)
 
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menerangkan ayat ini, "Betapa banyak manusia yang masuk ke dalam ancaman ini: orang-orang yang kafir kepada Allah Subhanahu wata'ala dan Rasul-Nya, kaum Rafidhah yang selalu mendiskreditkan para sahabat, mencela mereka dengan sesuatu yang Allah Subhanahu wata'ala telah membebaskan mereka darinya, dan melabeli mereka dengan sifat yang bertolak belakang dengan penjelasan Allah Subhanahu wata'ala tentang mereka." (Tafsir Ibnu Katsir, 11/241)
 
Demikian pula firman Allah Subhanahu wata'ala,
 
مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
 
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya. Tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya. Tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." (al-Fath: 29)
 
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ayat tersebut, "Dari ayat ini, al-Imam Malik rahimahullah -dalam sebuah riwayat- mengambil kesimpulan hukum tentang kafirnya kaum Syiah Rafidhah yang membenci para sahabat. Beliau berkata, 'Sebab, para sahabat membuat mereka (Syiah) jengkel, dan siapa yang mengghibah para sahabat, dia kafir berdasarkan ayat ini.' Sebagian ulama menyepakati beliau dalam hal ini." (Tafsir Ibnu Katsir, 12/135) Larangan mencela sahabat Nabi lebih ditegaskan lagi oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam dalam sabdanya,
 
تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْا أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا ما بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ
 
"Jangan kalian mencela para sahabatku. Seandainya salah seorang kalian berinfak emas sebesar Bukit Uhud, tidak akan menyamai infak satu mud yang mereka keluarkan, bahkan tidak pula setengahnya." (HR. al-Bukhari no. 3470, Muslim no. 2541, dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu. Dalam riwayat Muslim disebut dengan lafadz, "Jangan kalian mencela seorang pun dari sahabatku". Diriwayatkan pula oleh Muslim no. 2540, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)
 
Rafidhah bukan hanya memaki tetapi mengkafirkan para sahabat termasuk Sayidina Abu Bakar, Umar dan Sahabat-sahabat besar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang lain dan berlepas diri dari mereka semua. Syiah Imamiyah Ithna Asyariyyah, syiah yang dianut oleh khomeini dan pemerintah Iran tidak berbeda dari pehamaman Rafidhah itu karena kitab-kitab mereka yang muktabar penuh dengan caci maki dan riwayat-riwayat yang mengkafirkan para sahabat termasuk sahabat besar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Kita akan mengemukakan beberapa contoh dari kitab-kitab mereka sendiri.
 
Sebelum itu perlulah diketahui bahawa perselisihan pendapat ulama hanya terkait kafir atau tidaknya orang yang mencaci dan memburuk-burukkan para Sahabat tetapi mereka tidak berselisih pendapat tentang kafirnya orang yang mengkafirkan para sahabat agung Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam seperti Sayyidina Abu Bakar, Omar, Abd. Rahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Talhah bin Ubaidillah dan lain-lain.
 
Syiah didalam kitab-kitab mereka jelas telah mengkafirkan para Sahabat termasuk Sahabat agung Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam yang tersebut tadi. Menafikan perkara ini sama seperti menafikan siang pada waktu matahari berada ditengah langit atau perkara ini hanya dapat dinafikan oleh orang-orang yang buta mata hatinya, sebagaimana tidak bergunanya cahaya matahari yang terang benderang itu kepada orang yang buta matanya.
 
Disini kita akan kemukakan beberapa contoh dari kitab Syiah Imamiyah Ithna Asyariyyah sendiri bahwa mereka mengatakan sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah murtad sepeninggal Baginda. Pendapat mereka ini tidak berbeda dari dahulu sampai sekarang.
 
At-Tusi meriwayatkan dalam "Rijal al-Kasyi" bahawa Abu Ja'afar (Muhammad al-Baqir) berkata bahawa para sahabat telah murtad setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam kecuali Miqdad bin Aswad, Abu Zar al-Ghiffari dan Salman al-Farisi (Rijal al-Kasyi j.1 hal.6)
 
At-Tusi meriwayatkan lagi dari Humran katanya; Aku berkata kepada Abu Ja'far "Alangkah sedikitnya bilangan kita sehingga kalau kita berkumpul untuk merebahkan seekor biri-biri pun tidak akan mampu". Humran berkata: Maka Abu Ja'far berkata "Mahukah aku ceritakan perkara yang lebih aneh dari itu?". Humran berkata "Ya". Maka Abu Jaa'far berkata "Orang-orang Muhajirin dan Ansar telah pergi (murtad) kecuali tiga (dan beliau pun mengisyaratkan dengan tangannya)." (ibid)
 
Diriwayatkan dari Abi Jaa'far as "Anak-anak Ya'qub bukan nabi tetapi mereka adalah cucu dari anak-anak para Nabi. Mereka tidak meninggalkan dunia melainkan didalam keadaan bahagia. Mereka telah bertaubat dan menyesal diatas apa yang mereka lakukan tetapi Abu Bakar dan Omar telah meningal dalam keadaan tidak bertaubat dan tidak menyesali apa yang telah dilakukan oleh mereka terhadap Amirul Mu'minin Ali Rhadiallahu'anhu. Mereka berdua dilaknat oleh Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya." (Al-Kulaini, ar-raudhah min al-kafi, j. 8, hal 246)
 
Diriwayatkan dari Abi Jaa'far as kata beliau "Para sahabat telah murtad sepeninggalan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam kecuali tiga orang dari mereka." Perawi bertanya "Siapakah yang tiga itu?". Abi Jaa'far menjawab "Miqdad bin Aswad, Abu Zar al-Ghiffari dan Salma al-farisi." (ibid hal.246)
 
Ayatullah al-Uzma sayyid Murtadha al-Hussaini al-Fairuzabadi didalam kitabnya "As-sab'ah min as-salaf" telah mengkafirkan Abu Bakar, Omar, Othman, Abd. Rahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas, Abu Ubaidah al-Jarrah, Muawiyah, Abu Said al-Khudri, Bara' bin Azib dan lain-lain (Lihat hal. 29,32,71,78,81,85,107,120 dan 211)
 
 
Ayatullah al-Uzma Khomeini didalam kitabnya "Kasyful al-asrar" telah mengkafirkan Saidina Omar (lihat hal 137 dan 176 edisi Arab dan hal 119 dan 153 edisi Parsi). Beliau menganggap Abu Bakar dan Omar jahil tentang hukum Allah dan mereka menjadikannya sebagai bahan permainan kanak-kanak (hal 110-111 edisi Parsi). Beliau juga menuduh Abu Bakar dan Omar mereka hadis atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam (hal 131 dan 138 edisi Arab, 114 dan 120 edisi Parsi)
 
Syaikh kaum Rafidhah yang bernama Ni'matullah al-Jazairi berkata, "Telah datang beberapa riwayat khusus yang menerangkan bahwa setan dibelenggu dengan 70 belenggu dari besi neraka Jahannam, lalu digiring ke Padang Mahsyar. Di sana setan melihat seorang lelaki di hadapannya yang sedang digiring oleh malaikat penyiksa dan di lehernya terdapat 120 belenggu dari neraka Jahannam. Setan pun mendekat kepadanya dan bertanya, 'Apa yang dilakukan oleh orang sengsara ini sehingga siksaannya lebih berat dariku, padahal akulah yang menyimpangkan seluruh makhluk dan menjerumuskan mereka ke dalam kebinasaan?' Umar berkata kepada setan, 'Aku tidak melakukan sesuatu pun selain merampas khilafah Ali bin Abi Thalib'." (al-Anwar an- Nu'maniyah, 1/81—82)
 
Syiah yang berkembang di Indonesia adalah penghujat sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam
 
Syiah yang berkembang di Indonesia adalah syiah Rofidhoh yaitu "penghujat sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam". Di indonesia tidak berkembang kecuali satu aliran syiah yaitu syiah imamiyah ithna asyariyah yang di impor dari Iran. Kebencian sekte ini kepada sahabat telah dijelaskan sebagaimana terdapat pada literatur literatur utama mereka yg telah disebutkan diatas. Janganlah kita tertipu oleh ucapan orang yang mengatakan bahwa syiah di Indonesia dapat dibagi kepada beberapa golongan yang tidak semuanya menghujat sahabat. Tanyakan kepada mereka Siapakah yang mereka puja dan tokohkan? Bukankah si khomeini yang menghujat sahabat dalam buku bukunya? Literatur apakah yang mereka pakai untuk mempelajari agama mereka? Bukankah jawabannya adalah " Alkafi, Biharul anwar dan kitab kitab rujukan syiah lain yang penuh dengan hujatan kepada sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.
 
Di indonesia prilaku orang orang yang mengaku syiah atau mereka yang tidak mengaku syiah tetapi mendakwahkan pemikiran syiah tidak berbeda jauh dalam hal hujatan mereka kepada sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagai contoh:
 
Pemutarbalikan fakta sejarah banyak dilakukan Emilia isteri Jalaludin Rakhmat dalam bukunya berjudul "40 Masalah Syiah". Pada halaman 83, ia menuduh istri dan sahabat Nabi, Aisyah, Thalhah, Zubayr dan sahabat-sahabat "yang satu aliran dengan mereka" memerangi Imam Ali. "Sebelumnya, mereka berkomplot untuk membunuh Utsman," tulisnya.
 
Jalaludin Rahmat yang dalam ceramahnya bersikap sangat tidak sopan kepada Aisyah ra
 
Husein bin hamid alattas, pengisi kajian rutin di radio "Rasil", walaupun ia tidak mengakui sebagai "syi'i" tetapi sering melakukan hujatan kepada sahabat. Ia mengakui bahwa ia memang penghujat sahabat Muawiyah ra . (pengakuan di depan banyak orang pada acara mubahalah di radio rasil)
 
Menghujat sahabat adalah konsekuensi Aqidah imamiyah
 
Mereka meyakini bahwa sebelum meninggal Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah berwasiat bahwa pemimpin umat sepeninggal beliau adalah Ali bin Abi Thalib ra. Keyakinan ini membawa konsekuensi bahwa naiknya Abu Bakar ra memimpin umat merupakan pengkhianatan kepada wasiat tersebut. Demikian juga dua kholifah setelahnya dan semua sahabat dianggap telah menghianati wasiat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam sehingga mereka dianggap telah murtad sepeninggal Rasulullah.
 
Dalam kitab al-Kafi karya al-Kulaini, "Tiga macam manusia yang Allah Subhanahu wata'ala tidak akan melihat mereka, tidak menyucikan mereka, dan mereka mendapat siksaan yang pedih:
orang yang mengakui kepemimpinan dari Allah Subhanahu wata'ala yang bukan miliknya,  orang yang mengingkari imamah yang berasal dari Allah Subhanahu wata'ala, dan orang yang menyangka bahwa keduanya—Abu Bakr dan Umar memiliki kedudukan di dalam Islam." (al-Kafi, Kitabul Hujjah, 1/373, Tafsir al-Iyyasyi, 1/178)
 
Meyakini adanya wasiat imamah kepada Ali ra dan penghujatan kepada sahabat adalah dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Apabila syiah di indonesia mereka mengaku tidak membenci sahabat maka konsekuensinya mereka harus melepaskan keyakinan bahwa Ali ra telah menerima wasiat dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Ini sangat mustahil, kalau mereka melakukan ini maka mereka akan terhukum sebagai orang kafir sesuai dengan ajaran mereka
 
Kesesatan syiah dalam hal kebencian mereka kepada sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam saja sudah cukup sebagai bahan pertimbangan bahwa mereka tidak layak hidup berdampingan dengan umat islam di Indonesia. Apalagi dikaitkan dengan kesesatan kesesatan mereka yang lain. Sebagian ulama salaf berkata, "Tidaklah hati seseorang dengki terhadap salah seorang sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, kecuali menunjukkan bahwa kedengkiannya terhadap kaum muslimin lebih kuat lagi." (al-Ibanah hlm. 41, karya Ibnu Baththah)
 
Abu Zur'ah ar-Razi radhiyallahu 'anhu juga berkata,
 
إِذَا رَأَيْتَ الرَّجُلَ يَنْتَقِصُ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ زِنْدِيقٌ وَذَلِكَ أَنَّ الرَّسُولَ عِنْدَنَا حَقٌّ وَالْقُرْآنَ حَقٌّ وَإِنَّمَا أَدَّى إِلَيْنَا هَذَا الْقُرْآنَ وَالسُّنَنَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللهِ وَإِنَّمَا يُرِيدُونَ أَنْ يَجْرَحُوا شُهُودَنَا اللهِ لِيُبْطِلُوا الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ وَالْجَرْحُ بِهِمْ أَوْلَى وَهُمْ زَنَادِقَةُ
 
"Jika engkau melihat seseorang mencela salah seorang sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, ketahuilah bahwa dia adalah zindiq (munafik). Sebab, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menurut kami adalah benar, al-Qur'an juga kebenaran, serta yang menyampaikan al-Qur'an dan Sunnah kepada kita adalah sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam. Sesungguhnya mereka ingin mencerca saksi-saksi agama kita agar mereka dapat membatalkan al- Kitab dan as-Sunnah. Celaan justru lebih pantas untuk mereka, dan mereka adalah orang-orang zindiq." (al-Kifayah, Khathib al-Baghdadi, hlm. 49).
 
Karena itu sudah selayaknya MUI pusat segera mengeluarkan fatwa tentang kesesatan syiah.
 
Wallahu'alam bish shawab…
 
(Ukasyah/arrahmah.com)
 
- See more at: http://www.arrahmah.com/kajian-islam/syiah-agama-penghujat-sahabat-rasulullah-shallallahu-alaihi-wasallam.html#sthash.icCnvZNK.dpuf

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___