Tuesday, December 31, 2013

[batavia-news] Pemimpin Tunakuasa

 

 
 
Pemimpin Tunakuasa
Oleh Kumarudin


Selasa, 31 Desember 2013
Dalam beberapa dekade terakhir, sering terdengar sedang terjadi krisis kepemimpinan. Konsekuensinya, sosok pemimpin yang ideal, yaitu mampu menjadi panutan, mengayomi, melindungi, dan siap menjadi 'budak' rakyat, bahkan menjadi problem solver (pemecah permasalahan) rakyat, pun kini jarang dan sulit ditemui.
Di era materialistik ini, yang tolok ukur atau acuannya selalu pada sesuatu yang berbau materi, tentunya tidak dibenarkan. Sebab, cara berfikir demikian maka orang akan memandang segala sesuatu dengan sebelah mata. Orang akan memandang orang lain hanya dengan materinya, sehingga yang benar bisa menjadi salah. Sebaliknya, yang salah bisa menjadi benar. Misalnya saja, orang yang pesek bisa menjadi mancung dan yang pendek menjadi jangkung, dan semua itu sangat mungkin hanya bermodalkan materi.
Nah, begitu juga dengan pemimpin dewasa ini, yang telah hilang jiwa kepemimpinannya. Yang ada hanyalah orientasi sesat. Para pemimpin, kini mau dan ingin memimpin tidak lagi didasarkan pada hati nurani, sehingga yang terjadi hanyalah penyelewengan-penyelewengan. Mereka hanya haus kekuasaan, sehingga memimpin lebih didorong oleh keinginan menjadi penguasa, mendapatkan tahta, dan harta tanpa didasari niat untuk melakukan perbaikan. Oleh sebab itu, kini para pemimpin berlomba untuk memperkaya diri, dan menyejahterakan diri, tanpa memandang kepentingan rakyat.
Seorang pemimpin diakui eksistensinya memiliki urgensi yang signifikan. Menurut Muhammad Dhiya al-Din al-Rayis, urgensi pemimpin di antaranya adalah pertama, melanjutkan misi Islam sepeninggal Nabi Muhammad SAW, sehingga ajaran yang dibawanya dapat terus dijalankan dengan baik. Kedua, melindumgi masyarakat dari berbagai macam mudharat, semisal kekacauan, persengketaan, peperangan, fitnah, pertumpahan darah, anarki dan kehancuran dalam berbagai dimensi kehidupan. Ketiga, untuk merealisir kewajiban-kewajiban agama (yang pelaksanaanya memerlukan campur tangan penguasa, semisal membela orang yang teraniaya. Keempat, untuk mewujudkan keadilan sempurna dan menjamin tercapainya keinginan rakyat untuk menggapai kehidupan dunia akhirat.
Dari pendapat tersebut telah menggambarkan bahwa pemimpin memiliki peranan yang sangat besar, yaitu untuk menyelenggarakan berbagai tugas kehidupan dalam negara, agar negara tersebut dapat berjalan dengan baik, tertib, aman, damai, dan teratur. Tidak hanya itu, pemimpin juga akan mengelola, memimpin, dan mengurus segala permasalahan rakyatnya. Sehingga berbagai kepentingan masyarakat akan tercapai. Sebaliknya, jika tidak ada seorang presiden, maka keadaan dalam suatu negara tidak menutup kemunginan akan terjadi banyak konflik, diantaranya, pertikaian, penindasan, peperangan dan pembunuhan atau pertumpahan darah, yang akan berdampak kehancuran di dalam suatu negara tersebut.
Bahkan keurgenan adanya pemimpin tidak hanya disampaikan oleh para pakar-pakar maupun para ahli, melainkan juga terdapat pada teks-teks normatif yang dijadikan pedoman hidup, seperti Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Tunakuasa

Memimpin adalah pengemban tugas suci, yaitu melaksanakan amanah rakyat. Maka, pemimpin memiliki tanggung jawab besar, mengingat pemimpin harus mengakomodir kepentingan seluruh umat, tidak hanya golongan tertentu. Sehingga pertanggungjawabannya pun tidak hanya dengan rakyat semata, melainkan juga dengan Tuhan YME di akhirat kelak.
Dalam menjalankan tugas suci itu, seorang pemimpin selalu berhadapan dengan cobaan dan godaan terutama yang mengarah pada hal-hal yang dinilai sebagai keburukan. Mengutip pendapat Ibnu Khaldun, setidaknya godaan yang mengikuti sosok pemimpin, terkait dengan kekuasaanya, di antaranya adalah, pertama, adanya faktor kemegahan. Argumenntasinya, karena dasar sifat manusia yang memiliki nafsu, maka sangat wajar jika setiap manusia ingin disembah, dihormati, disanjung, dan lain sebagainya. Apabila dia datang ke suatu wilayah, dilakukan penyambutan melalui seremonial dengan mata acara serba wah sehinga tidak bisa dikatakan biasa-biasa saja. Dalam hal inilah, maka jiwa kemegahan dari seseorang akan muncul.
Kedua, bagi seseorang yang memiliki kekuasaan, maka godaan yang selalu ada adalah harta yang selalu datang. Ini tidak bisa dipungkiri. Harta itu tidak lain dari orang-orang dengan kepentingan terselubung (jahat), yang silih berganti menghampiri untuk mendapatkan sesuatu. Oleh sebab itu, tidak heran jika ada riswah (suap), korupsi, dan sebagainya. Dengan demikian, maka tentu benar apa yang dikatakan sejarawan dan filosof Inggris, John Emerich Edward Dalberg Acton, Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely. Bahwa kekuasaan memiliki kecenderungan pada penyelewengan.
Ketiga, seorang pemimpin tidak akan lepas dari godaan wanita. Sehingga wajar jika dewasa ini banyak di antara pemimpin terjebak dalam berbagai kasus korupsi dan perselingkuhan dengan para wanita. Atau jika menilik kondisi saat ini, yang ada adalah bentuk suap berupa gratifikasi seks. Bahkan, tidak bisa dipungkiri bahwa akibat wanita seseorang dapat melakukan apa saja. Misalnya Syekh Jehan membuat Tajmahal sebagai hadiah untuk meminang isterinya padahal, konon biaya bukan main besarnya dan banyak nyawa melayang.
Dewasa ini banyak para pemimpin (wakil) rakyat yang terjebak pada kekuasaan dan kekuasaan itu dijadikan sebagai ladang instan mencari kekayaan, mencari kesenangan semu, tanpa memahami maksud dari mengapa ia diberi kekuasaan. Kebanyakan pemimpin lebih mengedepankan hal-hal duniawi, mereka menyembah bukan kepada Tuhan YME lagi tetapi seperti kata Nurcholish Madjid, mereka kini menyembah berhala modern, seperti harta, tahta, wanita, jabatan, kekuasaan, dan lain-lain. ***
Penulis adalah ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI)
Daerah Grobogan, Purwodadi dan aktivis HMI IAIN Walisongo Semarang.


I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2035 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] SBY Bantah Lindungi Dahlan Iskan

 

res : Tidak ada anggota rezim Neo-Mojopahit yang tidak korupsi, seperti kata pepatah : Tak ada gading yang tak retak"
 
 
 
KASUS KORUPSI
SBY Bantah Lindungi Dahlan Iskan


Dipo Alam, Sekretaris Kabinet

Selasa, 31 Desember 2013

JAKARTA (suara Karya): Tim kuasa hukum akun @TrioMacan2000 menyerahkan laporan tiga kasus yang diduga terkait Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan kepada Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Senin (30/12), di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.
Pertemuan Dipo dan pihak TrioMacan ini berawal dari saling berbalas tweet sehari sebelumnya. "Ada tiga laporan tertulis, data, dan fakta yang kami berikan ke Pak Dipo," ujar kuasa hukum TrioMacan2000 Irwandi Lubis, seusai pertemuan tertutup dengan Dipo Alam.
Pertemuan hanya berlangsung selama 15 menit. Tiga laporan itu, kata Irwandi, terdiri dari kasus dugaan korupsi di PLN pada tahun 2009-2010, penggelapan dana bencana alam, dan kasus korupsi PLTU Embalut, Kalimantan Timur.
Irwandi mengatakan, pihaknya juga menyerahkan sejumlah dokumen pendukung, seperti audit Badan Pemeriksa Keuangan terkait PLN tahun 2011 dan berkas pemeriksaan di Kejaksaan Jawa Timur terkait penggelapan dana bencana alam.
"Saat ini kasus itu (penggelapan dana bencana) masih tidak jelas, apakah lanjut atau SP3 di Kejaksaan Jawa Timur," ucap Irwandi.
Sementara itu, untuk kasus PLTU Embalut, Irwandi mengatakan, ada dugaan penipuan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan. Dahlan disebutkan bertindak sebagai direktur utama perusahaan daerah dan menandatangani sejumlah dokumen, meski belum dilantik.
"Tanggal 23 Oktober, dia baru diangkat, tetapi tanggal 15 Oktober sudah ada tanda tangan Dahlan sebagai dirut perusahaan daerah itu. Ini ada penipuan, kenapa tidak diselidiki?," kata Irwandi.
Saat ditanyakan alasannya melapor kepada Seskab, bukan ke penegak hukum, Irwandi beralasan bahwa semua kasus tersebut sebenarnya sudah dilaporkan ke Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Pak Dipo men-support, dan akan memberikan perkembangannya dalam waktu satu minggu ke depan. Semuanya ini kami sudah lapor ke Mabes Polri dan KPK. Penelusuran kami, kasus-kasus itu ada nama Pak Dahlan Iskan," ujarnya.
Dipo Alam sendiri di tempat yang sama membantah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melindungi Dahlan Iskan dari dugaan terlibat sejumlah kasus korupsi sebagaimana tudingan @TrioMacan2000 dalam tweet-nya.
"Saya mengatakan, saya pastikan tidak ada setoran dari Pak Dahlan Iskan kepada Pak Presiden, itu saya pastikan," kata Dipo.
Di dalam kicauannya, akun @TrioMacan2000 menyebut Presiden SBY sebenarnya telah mengetahui kasus-kasus yang membelit Dahlan Iskan, tetapi terkesan melindunginya.
@TrioMacan2000 juga mengungkapkan, Presiden SBY bisa dengan mudah mengangkat telepon dan menghubungi penegak hukum untuk mengamankan Dahlan. Atas sikap SBY ini, akun @TrioMacan2000 mencurigai ada tawaran khusus antara Dahlan Iskan dan SBY. SBY bahkan disebut menerima "cipratan" dana dari Dahlan.
Dipo menjelaskan, pada era Reformasi saat ini, tidak mungkin Presiden menelepon jaksa dan kepolisian untuk mengintervensi sebuah kasus.
Menurut Dipo, setelah menerima laporan dari kuasa hukum @TrioMacan2000, pemerintah akan memprosesnya. Pemerintah, lanjut Dipo, tak segan untuk menindaklanjutinya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia mengatakan, pemerintah pernah menyampaikan laporan dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.
Saat diminta tanggapannya, Dahlan Iskan, yang ditemui usai mengikuti rapat kabinet terbatas di Istana Bogor, enggan mengomentari laporan @TrioMacan2000 yang menyebutnya terlibat dalam tiga kasus dugaan korupsi.
Dahlan hanya tersenyum dan melambaikan tangan saat dimintai konfirmasinya mengenai laporan itu. Tak ada sepatah kata pun dari Dahlan ketika diberondong pertanyaan wartawan. Dia terus berjalan kaki menghampiri mobilnya yang masih berada di luar pintu gerbang Istana Bogor.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah mempertanyakan alasan pemerintah merespons kicauan akun anonim seperti @TrioMacan2000.
Menurut Fahri, akun anonim itu adalah bisnis ilegal, sehingga tak perlu pihak Istana menggubrisnya.
"@TrioMacan2000 adalah bisnis ilegal. Hubungan Dipo dengan bisnis ilegal itu mirip juga berhubungan dengan bisnis ilegal lainnya, termasuk narkoba," kata Fahri.
Seharusnya, kata Fahri, pemerintah justru mempertanyakan legalitas kicauan @TrioMacan2000 yang dicurigai merupakan salah satu praktik bisnis. (Jimmy R/Ant)


I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2034 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Jangan Sampai Tertangkap Basah

 

 
 
Jangan Sampai Tertangkap Basah
Retnowati A Knapp*| Senin, 16 Desember 2013 - 11:04:31 WIB

dok/AP Photo
 
Sudah waktunya kita mawas diri dan belajar dari tetangga-tetangga kita

Pemberitaan yang cukup ramai tentang penyadapan pemerintah Australia terhadap beberapa pejabat tinggi Indonesia menarik disimak.

Pertama, itu karena penyadapan sebenarnya lumrah dari zaman dahulu. Ini merupakan praktik yang tidak asing dilakukan antara pemerintahan satu dan lainnya.

Bahkan, kadang-kadang penyadapan dilakukan terhadap warga negaranya sendiri. Praktik ini tidak lagi menjadi rahasia umum di negara-negara yang menganut komunisme atau sosialisme.

Praktik ini juga dilaksanakan dalam perang, baik perang "dingin" ataupun perang nyata. Inti utama penyadapan dalam kegiatan intelijen adalah, "jangan sampai 'tertangkap basah'". Inilah kunci kegiatan intelijen yang sebenarnya.

A General of the Secret Service karangan dua jurnalis Vietnam, Huang Hai Van dan Tran Tu menggambarkan dengan menarik keberhasilan Pham Xuan An, agen rahasia Viet Cong.

Sebelum 1954, Pham Xuan An bekerja sebagai komandan Jenderal tentara Prancis. Ia kemudian bekerja di pemerintahan Ngo Dinh Diem (Vietnam Selatan), di Departemen Politik, Budaya, dan Studi Sosial. Lebih hebat, ia belajar jurnalistik di Amerika Serikat dengan beasiswa dari pemerintahan Diem. Ia juga bekerja sebagai reporter kantor berita Reuters dan majalah Times sebelum 1975.

Tetapi, pekerjaannya yang sebenarnya tidak diketahui umum sampai 1975, setelah Vietnam bersatu. Karena itu, sampai sekarang banyak wartawan asing menulis tentang Pham Xuan An untuk mencari kebenaran dan jawaban, "Why were the Americans defeated in Viet Nam"- mengapa Amerika dikalahkan Vietnam.

Selama 20 tahun, Pham Xuan An adalah mata-mata terkemuka dari Vietnam Utara di Saigon. Ia bahkan menyelusup dan bekerja sebagai mata-mata intelijen Prancis maupun CIA dan Reuters sebelum menjadi koresponden tetap untuk majalah Times.

Sewaktu buku ini ditulis, Pham Xuan An pada 2008 berpangkat Mayor Jenderal dan tinggal di rumah mantan diplomat Inggris. Dengan tenang ia mengingat tentang hidupnya sebagai mata-mata dan melalui kurirlah ia menyampaikan hasil penyadapan ke atasannya di Vietnam Utara.

Ia mengatakan, kunci utama keberhasilannya adalah ia selalu berhati-hati dalam semua tindakannya. Ia juga memakai kurir yang baik dan dapat dipercaya. Ia mengatakan, tentu istrinya tahu mengenai pekerjaannya sebagai mata-mata.

Membaca buku ini, kita akan kembali membandingkan suasana Indonesia dan Vietnam. Bangsa Vietnam adalah bangsa yang berani, mawas diri, dan bersikap tenang dalam menghadapi persoalan. Mereka bahkan dapat menahan emosi.

Mungkin pengalaman mereka yang ribuan tahun harus menghadapi bangsa-bangsa asing yang ingin menduduki negaranya, menjadikan mereka lebih dewasa. Pengalaman masa lalu, baik atau buruk, kalah atau menang, mereka jadikan panutan belajar.

Buku-buku yang ditulis bangsa ini menunjukkan kematangan dan kemampuan introspeksi diri yang luar biasa.

Budaya mungkin menjadi pilar utama; saat struktur masyarakatnya adalah hierarki dan patriarki. Ini berasal dari Confusius, keluarga dan kewajiban keluarga diikuti dengan ketat. Sesepuh sangat dihormati dan pendidikan sangat diutamakan.

Di samping itu, pengaruh budaya asing dari China (1.000 tahun lalu) meninggalkan bekas mendalam. Vietnam tidak hanya mampu menerima tetapi juga sanggup memilah tradisi, kebiasaan, kepercayaan, dan arsitektur untuk disesuaikan dengan budaya mereka. Namun, hubungan China-Vietnam adalah love-hate dalam hal dominasi politik negara tetangga sebelah utara ini.

Pengaruh Prancis yang menyerang buddhis di Saigon dengan menyebarkan agama Katholik yang diteruskan dengan kolonialisasi, tidak separah pengaruh China. Hal yang terasa besar dari pengaruh Prancis hanya berkaitan dengan arsitektur dan makanan.

Viet kieu atau mereka yang lari dari komunis Vietnam, sekarang kembali membawa budaya Barat yang didapati sewaktu hidup di luar negeri.

Mengingat akan terjadinya wawasan ASEAN 2015, sepatutnya bangsa kita belajar mempelajari keunggulan dan kekurangan bangsa Vietnam. Indonesia dan Vietnam adalah dua negara ASEAN terkemuka, dari segi penduduk maupun kekayaan alam. Untuk itu wajar bila kedua negara ini mengambil sikap saling belajar, bahkan berusaha bekerja sama.

Dari segi geo-politik, peran Vietnam dan Indonesia sama pentingnya. Ini mengingat perbatasan dengan laut maupun kepentingan Amerika dan China di kedua wilayah ini. Hubungan sejarah kita pun sejak dulu erat, apalagi sewaktu Perang Dingin berjalan.

Bung Karno pernah mengingatkan agar bangsa Indonesia tidak terpecah, sehingga Amerika masuk seperti di Vietnam.

Dengan perkembangan global yang tidak dapat ditangkis, sudah waktunya kita mawas diri dan belajar dari tetangga-tetangga kita. Belajar pun kadang-kadang perlu menggunakan kegiatan penyadapan (spying atau tapping), intelliegence gathering atau apa pun namanya. Sekali lagi, kita harus ingat, jangan emosi yang dipakai. Tetapi, pikiran jernihlah yang harus kita kenakan.

Bagi generasi penerus, tugas mereka lebih berat karena harus tanggap menghadapi persaingan dari negara-negara ASEAN sendiri. Akhir kata, mutu jurnalisme kita ditantang saat ini.

*Penulis adalah penulis buku A Fading Dream: The Story of Roeslan Abdulgani and Indonesia (2003) serta Soeharto, The Life and Legacy of Indonesia's Second President (2007) dan Blog Indonesia-forum.net.



I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2033 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Pengaruh Ibu Negara

 

 

Pengaruh Ibu Negara

dok / Rumgapres

TINJAU PERHIASAN - Ibu Negara Ani Yudhoyono meninjau perhiasan di gerai pameran Mutumanikam Nusantara Indonesia 2012 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/11) lalu.

Ada yang menjadi penasihat kunci suami, namun ada pula yang kemaruk uang dan jabatan.

Pepatah mengatakan, di belakang lelaki sukses, pasti ada perempuan hebat. Demikian pula di belakang presiden sukses, ada ibu negara hebat. Sejarah membuktikan, banyak presiden mencapai kesuksesan dan menuai pujian berkat pengaruh istrinya, namun ada pula yang dikecam akibat ulah istrinya.

Tiga hari belakangan ini, media massa ramai memberitakan bocoran WikiLeaks yang dimuat harian The Australian yang mengungkap penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan istrinya, Ani.

Kabel diplomatik "rahasia" yang dikirimkan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta kepada diplomat AS di Canberra, Australia dan CIA itu menyebut ada pemain yang menjadi penasihat penting bagi SBY, yang tak lain adalah istrinya sendiri. Tak tanggung-tanggung, Ani bahkan disebut mengorbankan penasihat kunci suaminya.

"Ibu negara (Ani Yudhoyono) diduga telah memanfaatkan akses kepada presiden untuk membantu teman-temannya dan menjatuhkan lawannya, termasuk Wakil Presiden (Jusuf) Kalla," tulis kabel tersebut, Minggu (15/12), seperti dikutip dari The Australian.

Sumber di WikiLeaks juga menyebutkan Ani adalah satu-satunya orang yang mendapat kepercayaan penuh dari presiden dalam menghadapi setiap isu, terutama ketika menuju paruh kedua masa jabatannya. Hal ini sampai membuat Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, yang selama ini menjadi penasihat presiden, frustrasi bahkan hampir saja mengundurkan diri.

Ani juga disebut berambisi menjadikan dirinya calon presiden 2014 demi memuluskan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono, menjadi calon presiden 2019.

WikiLeaks juga mengungkapkan kedekatan Ani dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Ini dilakukan setelah Ical di-reshuffle dari jabatannya sebagai Menko Bidang Perekonomian tahun 2005. Kedekatan Ical dengan ibu negara ini sempat membuat hubungan antara Jusuf Kalla (JK) dengan Ani berada di ujung tanduk. Saat itu, JK ingin kembali berpasangan dengan SBY pada 2009.

Hingga kini, belum ada yang bisa memastikan kebenaran bocoran WikiLeaks ini. Hal yang jelas, pihak Istana, Partai Demokrat, termasuk sejumlah politikus dari partai politik lainnya menyangsikan kesahihan berita ini.

Menolak Poligami

Bicara soal ibu negara berpengaruh, istri presiden kedua Republik Indonesia, Ibu Tien Soeharto, juga santer terdengar sangat memengaruhi suaminya. Salah satunya menjadi otak di balik terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No 10 Tahun 1983 yang melarang pegawai negeri sipil (PNS) berpoligami karena ia tidak ingin dimadu.

Kekhawatiran Ibu Tien ini terungkap dalam buku Pak Harto: The Untold Stories, ketika mantan ajudan Soeharto, Brigjen TNI (Purn) Eddie Marjuki Nalapraya, mengungkapkan kisah saat akan pergi memancing bersama Soeharto di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Saat itu, mereka sudah berada di dalam mobil dan Ibu Tien sambil tersenyum jenaka tiba-tiba mengetuk kaca mobil. "Jangan memancing ikan yang rambutnya panjang, ya!" kenang Eddie. Mendengar pesan istrinya, Soeharto ikut tersenyum.

Seakan membantah pembuatan PP No 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS ini akibat "dipaksa" istrinya, Soeharto berusaha menjelaskan latar belakang penerbitan PP itu lewat bukunya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.

Dikatakan mantan penguasa Orde Baru itu, kemenangan gerakan perempuan di Indonesia adalah dengan diundangkannya Undang-Undang (UU) No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang ingin meningkatkan harkat dan martabat perempuan. UU Perkawinan itu lalu dilengkapi dengan PP No 10 Tahun 1983 bagi PNS yang menjadi penangkal kawin cerai.

"Terhadap mereka yang memberi contoh tidak baik, kita harus mengambil tindakan. Tidak mungkin seorang pemimpin yang melakukan hal-hal yang tidak baik kita diamkan saja. Kalau kita biarkan saja, pengaruhnya pun dengan sendirinya tidak akan baik," tutur Soeharto.

Penyelamat Suami

Ibu negara lain yang dikabarkan memiliki pengaruh kuat terhadap suaminya adalah Hillary Clinton. Hal ini terungkap dalam buku For Love of Politics yang ditulis Sally Bedell Smith. Hillary disebut sering menolak masukan-masukan penting, seperti bahasa yang dipakai dalam pidato presiden.

Dalam satu insiden, setelah Presiden Bill Clinton terlihat goyah pada komitmennya terkait proposal perawatan kesehatan universal yang diusulkan istrinya di sebuah acara di Boston tahun 1994, Hillary yang sangat peduli pada isu-isu kesehatan dan kesejahteraan, melampiaskan kemarahannya di Gedung Putih.

"Dia (Hillary) mengangkat telepon," tulis Smith, "dan mengatakan pada operator, 'Sambungkan saya pada Presiden.' Beberapa saat kemudian, Bill tersambung di ujung telepon. 'Apa (sumpah serapah) yang kamu lakukan di sana?' teriak Hillary. 'Saya ingin bertemu denganmu segera setelah kamu pulang.'

"Beberapa jam kemudian," tulis buku itu, "Bill tiba dengan naik helikopter dan berjalan menuju Ruang Resepsi Diplomatik, di mana seorang ajudan telah menunggu untuk mengawalnya ke lantai atas."

Smith juga menulis, mantan Menteri Kesehatan dan Layanan Masyarakat Donna Shalala mengatakan bahwa Hillary memaksa suaminya menandatangani reformasi UU Kesejahteraan pada 1996 – setelah memveto dua RUU sebelumnya.

Hillary tampil menjadi penyelamat suaminya ketika beredar rumor dan tuduhan bahwa Bill berselingkuh. Pada 1992, Hillary membela Bill sekaligus mempertahankan pernikahan mereka dalam wawancaranya di acara 60 Minutes yang dinilai menyelamatkan suaminya yang tengah mengikuti kampanye pemilihan presiden, setelah ramai dikabarkan berselingkuh dengan Gennifer Flowers.

Pada 1995, ketika skandal perselingkuhan Bill dengan seorang karyawan magang di Gedung Putih Monica Lewinsky terkuak, Hillary berhasil mendapatkan simpati masyarakat berkat responsnya yang kuat dan bijaksana dalam menanggapi masalah ini.

Dia kembali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan pernikahannya, dan popularitasnya meningkat secara signifikan, bahkan ketika suaminya diancam untuk dilengserkan.

Ibu Negara Korup

Ibu negara yang satu ini menjadi orang yang sangat dipercaya suaminya, tapi juga dikenal "korup" dan gila jabatan. Dia adalah Imelda Marcos, yang juga menjadi salah satu pemimpin paling berpengaruh di Filipina pada 1970-an dan awal 1980-an.

Setelah suaminya, Ferdinand Marcos, menjadi presiden Filipina tahun 1965, Imelda menduduki sejumlah posisi penting.

Mulai dari gubernur Metro Manila, duta besar keliling hingga menjadi anggota Majelis Nasional Interim Filipina, meskipun pemilihannya dinodai tuduhan terjadinya kecurangan suara besar-besaran. Melalui semua posisi itu, dia bisa mengalokasikan dana untuk proyek-proyek yang tak terhitung jumlahnya.

Pascaterbunuhnya tokoh oposisi Benigno Aquino, Agustus 1983, bersamaan dengan menurunnya kesehatan suaminya, Imelda menjadi juru bicara utama untuk pemerintah Filipina. Perannya yang menonjol ini membuat banyak analis berasumsi bahwa ia siap-siap menggantikan suaminya yang diktator jika satu saat nanti meninggal dunia atau mundur dari jabatannya.

Namun, Februari 1986, Marcos akhirnya berhasil digulingkan melalui Revolusi Rakyat yang dipimpin Cory Aquino, janda Benigno Aquino, yang kemudian menggantikan Marcos. Imelda dan suaminya beserta ratusan anggota keluarga dan teman-temannya lari ke Hawaii. Di Istana Malacanang, Imelda meninggalkan bukti bahwa ia seorang gila belanja, yang hobi mengoleksi perhiasan, pakaian termasuk ribuan pasang sepatu.

Imelda tinggal di pengasingan bersama suaminya di Hawaii hingga meninggal dunia tahun 1989 dan kembali ke negaranya tahun 1991. Setahun kemudian, Imelda mencalonkan diri sebagai presiden, namun gagal karena hanya mendapatkan 8 persen suara. Namun, November 1995, Imelda kembali ke panggung politik ketika terpilih sebagai anggota parlemen dengan suara terbanyak.

Tahun 2010, pengadilan antikorupsi Filipina memerintahkan Imelda mengembalikan uang sekitar US$ 230.000 ke kas negara. Uang itu adalah hasil korupsi saat suaminya masih menjabat presiden Filipina. Jumlah ini tidak sebanding dengan uang negara yang dikorupsi Marcos selama 21 tahun menjadi penguasa Filipina, yang diperkirakan mencapai US$ 11 miliar

 


I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2033 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

[batavia-news] Mexico's Zapatista rebels in retreat?

 

 
 

Mexico's Zapatista rebels in retreat?

Once the delight of the global left, the Zapatistas trust few people and reject much of the outside world.

Last updated: 30 Dec 2013 14:20
Listen to this page using ReadSpeaker
Email Article
Print Article
Share article
Send Feedback
 
 

Caracol Morelia, Mexico - Driving deep into the mountains of Mexico's southernmost state, Chiapas, a black and red billboard announces that you have entered Zapatista territory, clusters of tiny villages with withered corn stalks and heavy metal gates blocking passage.

These remote rebel control centers are called "caracoles'' or snails, and just like the snail, the people here have withdrawn inside their protective shells, fatigued with the outside world and its empty promises.

Twenty years ago this Wednesday, Mayan peasants in ski masks rose up to capture six towns, and with them world attention. The EZLN (Zapatista National Liberation Army) enchanted   the global left with its prescient use of the Internet and its charismatic spokesman, the masked and pipe-smoking
Subcomandante Marcos .

A 2005 photo of Subcomandante Marcos [AFP/Getty]

Today, the revolutionaries have recoiled into scattered   autonomous communities on land "recuperated" from others. And getting access to these fabled territories is not easy.

After being turned away from three rebel hamlets, a pair of outsiders pressed further into the hills to reach a barricade at this settlement patrolled by teenage girls, who demanded identity papers and then left, not returning for an hour.

Then it was time for three separate interrogations, always with Zapatistas sitting behind heavy wooden desks in a cinderblock room, and always the same three questions.

"Who are you?"

"Why are you here?"

"What do you want?"

Finally, the visitors were ushered into a circle of 18 people, the Junta of Good Government that runs affairs in this wary community. They refused to state their names or be photographed and they answered few questions.

"We can't trust anyone," explained a bearded man in his 30s. "Bad ideas are not welcome here."

'We don't need others'

Hooded Zapatistas check a visitor's ID before granting him permission to enter Oventik [Alicia Vera/ Al Jazeera America]

The caracoles sport rainbows of murals on wooden buildings that glorify the struggle: Women in masks who form kernels of corn, the Mayan plumed serpent god and the hero of the 1910 Mexican Revolution,  Emiliano Zapata , after whom the movement takes its name. But the villages are still poor and are losing numbers to migration.

The bearded man said the Zapatistas decided a decade ago to go it alone after being betrayed so many times before. Heavily indigenous Chiapas has some of the most underprivileged people in the country, who never benefited from the 1910 revolution's promise for agrarian reform. The Zapatistas were further frustrated when the government failed to deliver on a 1996 accord for greater autonomy and rights that was meant to pacify them. So they seized land - some estimates are as high as 750,000 acres - and created their own schools and clinics, and rejected subsidies from the state.

"We don't need others," asserted the man with the beard.

No one can say exactly how many sympathizers are left. The only hint at numbers was their last public appearance a year ago, when 40,000 militants marched through various towns in masks and silence.

Marcos himself has not been seen in public from his haven in the Lacandon jungle. His last media stunt was in 2006, when he zoomed out of the hills on a black motorcycle for a march across the nation. He intended to forge contact with other social movements but little came of the six-month tour.

The only contact most outsiders can obtain is through communiqués on the Zapatista  website , and a robust industry of revolutionary souvenirs sold in the more populated outposts.

At Caracol Oventik, which lies an hour from the tourist hub of San Cristobal de las Casas, a colonial town renowned for its handicrafts , a girl who looked around 15 wearing a black ski mask embroidered with the letters "EZLN" turned away several journalists seeking entry at the checkpoint, saying the Zapatistas inside were busy organizing celebrations for the January 1 anniversary.

Instead, she pointed the would-be visitors to the Che Guevara "gift shop" piled floor to ceiling with items bearing the portrait of Marcos and the trademark revolutionary star: refrigerator magnets, mugs, pens, T-shirts, shot glasses and sugar bowls.

A shopper vacillated between a felt doll of a female commander on a horse and a red bandana akin to those worn by the rebels.

"Both are very popular," said the salesman staffing the store.

The biggest threat

A Zapatista works at the local pharmacy at Oventik Caracol [Alicia Vera/Al Jazeera America]
People who know the communities say the blatant marketing, ironic for a movement that rejects capitalism, does not reflect the deep social changes that have occurred in the 38 autonomous municipalities. The murals declaring "dignity to women" ring true, they said.

"Girls are encouraged to be schooled and assume a more prominent role in society," said Victor Hugo Lopez, director of the  Human Rights Center Fray Bartoleme de las Casas .

Zapatista areas also post less crime and human rights abuses than in other parts of the state, he said. And health conditions have improved with the opening of wooden houses in every community staffed by people who can make diagnoses and dispense homeopathic medicine, if not pharmaceuticals. Clinics are closer to where many indigenous peasants live and treatment is delivered in local languages, rather than Spanish as in most of the country.

"We have gone to their health centers as patients, and care is without doubt much better than 20 years ago," Lopez said.

As for education, each community now has a school that delivers lessons in indigenous tongues, which was rare before. The curriculum presents the Zapatista view of history, with a heavy emphasis on colonial exploitation, and also covers techniques of farming.

"We can't really evaluate the quality, but certainly it's more relevant to indigenous people than the government's standard curriculum that talks about things like traffic lights and penguins," Lopez said.

The biggest threat to the Zapatistas' existence, ironically, is not the military harassment that persists or the disputes with corrupt government officials. It is the Zapatistas' own people, who are abandoning the closed society to seek economic fortune elsewhere. For some, a small plot of land on which to grow beans is not enough.

There is a constant weakening of the base of support.

Miguel Angel Paz, Voces Mesoamericanas, migration NGO

The Zapatistas' rejection of government subsidies on which indigenous villages long depended has made life harder. Youths who were born after the 1994 uprising don't necessarily share the utopian vision of their parents. In some areas entire hamlets of people have left.

People from the Zapatista highlands figure heavily among the 850,000 Chiapas residents who have migrated to other parts of Mexico or the United States, said Miguel Angel Paz, of  Voces Mesoamericanas , a nongovernmental organization that looks at migration issues.

"Migration erodes social cohesion as it exposes those who leave to other political views and also to alcohol, which is banned in Zapatista areas," he said. "There is a constant weakening of the base of support. They don't have complete territorial control so Zapatista communities are surrounded by those supported by the government and, bit by bit, are emptying out. There's less hegemonic control than 20 years ago."

The movement is now at a crossroads that will define the next two decades. The Zapatistas have shown a great capacity for transformation, from armed insurrection to accepting dialogue to withdrawal from wider society. They could move in a fresh direction yet again, but plans remain secretive for now.

"They've lost much convening power," Paz said. "They will either become more isolated, or make greater alliances with other indigenous and social organizations on the national level."



I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2027 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

Monday, December 30, 2013

[batavia-news] Couple run 365 marathons in a year

 

 
 

Couple run 365 marathons in a year

Date  December 31, 2013 - 11:02AM
 
<p>

As a New Year's resolution it was a little extreme. At the start of 2013, Melbourne couple Janette Murray-Wakelin, 64, and Alan Murray, 68, set out to run around Australia for a year, completing a marathon a day.

That's 365 marathons, or more than 15,000 kilometres. With no day off.

About 3pm on Tuesday, barring a catastrophe, they will achieve their goal, jogging triumphantly up St Kilda Road to their starting point, Federation Square.

The well-worn fee of Melbourne couple Alan Murray, 68, and Janette   Murray Wakelin, 64.

The well-worn feet of Melbourne couple Alan Murray, 68, and Janette Murray Wakelin, 64. Photo: Grant Wells

Oh, and on Wednesday, New Year's Day, from 5am, they will run one more marathon – 44 kilometres home to Warrandyte along the Yarra Trail to set a new world record for the most consecutive marathons.

Far from exhaustion, Ms Murray-Wakelin feels she could "run forever", energised by comments on their Facebook page from as far as Romania, that the Murrays had inspired them.

The Murrays are raw vegans, They each eat up to 30 bananas a day, munch on fresh peaches, nectarines and apricots, and have up to 4 kilograms of greens, including smoothies of kale, spinach and silver beet.

Melbourne couple Alan Murray, 68, and Janette Murray Wakelin, 64.

Melbourne couple Alan Murray, 68, and Janette Murray Wakelin, 64. Photo: Grant Wells

Ms Murray-Wakelin was a fit vegan before being diagnosed with breast cancer 12 years ago but afterwards, she gave up cooked food including pasta and rice and bought more locally grown and organic food.

The aim of the round Australia trip, Running Raw Around Australia, is to raise money for four charities – Animals Australia, the Gawler Foundation, the Australian Paralympic Committee and Kids Under Cover – but also to promote kindness to others and healthy eating and exercise.

On Christmas Day, while Australia gorged on bubbly, turkey and cake, the Murrays jogged their usual marathon, this time along Tasmania's South Cape Trail, accompanied by a friend from Canada. Later they feasted on fresh berries and a pudding made of soaked dried fruit and almond meal.

Ms Murray-Wakelin said from Devonport on Monday there were just a few days when she resented getting up before 4am and running for six hours.

One was missing the birth of her fifth grandchild, Marlo, in Melbourne in June. Most others related to weather. There were days of "horrendous heat", and they skirted a cyclone, floods and a bushfire. One day just north of Perth in October, the horizontal rain turned to hail and they felt hypothermic. In a half-hour break in their support van, they dried off and changed clothes. The weather didn't improve, but after a vegetable smoothie, Janette and Alan stepped back out into the hail and kept jogging.

Perhaps the most unusual event was in southern Queensland, when a man pulled over on his motorbike, called out "Janette", and revealed he was a cousin she hadn't seen in 45 years. But he was in a rush on his way to work, said "good to see ya" and drove off.

Ms Wakelin-Murray says on Thursday, she's looking forward to sleeping in and hugging her grandchildren. The following day she's likely to go for a run. "You don't stop doing something that works."

Her 2014 resolution is to write a book and make a documentary about the runs, and to tour Australia – by plane – promoting a raw food and fitness lifestyle.

She hopes she and Alan have made a splash, to show people "how limitless the possibilities are, if you're in a state of optimum health".

runningrawaroundaustralia.com


Read more: http://www.smh.com.au/national/couple-run-365-marathons-in-a-year-20131230-302sf.html#ixzz2p0X1RmYW



I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 1998 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___