Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Sunday, May 1, 2011

Kronologi Pembebasan Awak Sinar Kudus


PT Samudera Indonesia Tbk memastikan 20 awak kapal KM Sinar Kudus telah dibebaskan perompak Somalia. Itu setelah PT Samudera Indonesia Tbk membayar uang tebusan kepada perompak Somalia yang menyandera awak kapal sejak 16 Maret 2011.

Opsi memberi uang tebusan dipilih demi keselamatan awak kapal. "Tapi, kami tak dapat menjelaskan jumlahnya. Jauh lebih sedikit dari (informasi yang beredar)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, di Kantor PT Samudera Indonesia Tbk, 1 Mei 2011.

Sitompul mengatakan, operasi militer tidak dilakukan karena perompak menempatkan sandera dalam beberapa kapal terpisah. "Sandera dipencar-pencar, tidak berada di satu kapal yang sama. Jadi kalau kita melakukan operasi militer maka bisa jadi cuma tiga yang selamat," katanya.

Upaya pembebasan sandera dilakukan sejak dua hari penyanderaan terjadi. Sejak 18 Maret 2011, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan rapat kabinet untuk membahas langkah-langkah menangani pembajakan kapal tersebut.

Lima hari kemudian, sejumlah personel TNI diberangkatkan merapat ke lokasi penyanderaan. "Bukan mau merahasiakaan, tapi supaya semua berjalan baik," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul di Kantor PT Samudera Indonesia Tbk, Minggu, 1 Mei 2011.

Pada 1 Mei pukul 06.00 waktu setempat, KRI AHP dan KRI YOS sebagai satuan tugas Duta Samudera I/2011 dari Kolinlamil Tanjung Priok tiba diperairan Somalia. Berjarak sekitar 15 nautical miles (Nm) dari KM Sinar Kudus, mereka bersiaga dan mengikuti perkembangan proses negosiasi untuk pembayaran tebusan.

Sitompul mengatakan, ada berbagai kendala yang membuat upaya pembebasan terkesan lama. Antara lain, jarak yang jauh dengan perairan Indonesia. "Jarak kita jauh maka butuh waktu 12 hari. Dan pada saat kita dah sampai ternyata Sinar Kudus sudah digeser," kata Sitompul.

Wednesday, April 13, 2011

Serangan ulat bulu makin meluas


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah menerima sampel ulat bulu dari Jember dan Yogyakarta. Ada tiga spesies yang diterima oleh LIPI yaitu Lymantria marginalis, Arctonis species (belum tahu genusnya), dan Cyana veronata.

''Spesies ulat bulu sementara ada tiga jenis yang kami terima,'' tutur Peneliti Serangga LIPI, Rosichon Ubaidillah saat dihubungi Republika, Rabu (14/4). Salah satu species yang diterima belum diketahui genusnya karena harus melalui serangkaian pembedahan.

Rosichon mengatakan bahwa ulet bulu dalam spesies lymantridae sudah ada di Indonesia.''Namun dahulu tidak begitu meledak,'' tutur dia. Dan spesies lymantride ini memang senang makan kelompok mangga. Sehingga tidak heran jika ulat bulu ini menyerang Probolinggo yang banyak menanam pohon mangga.Ketersediaan hostplan (sumber pangan) juga sangat menentukan keadaan populasi.

Selain itu populasi ulat bulu ini sangat dikendalikan oleh biotik dan abiotik.''Faktor biotik ini yang menentukan naik turunnya populasi,'' jelas Rosichon. Di antaranya mencakup parasitoid dan predator.

Parasitoit adalah serangga yang sebelum tahap dewasa berkembang pada atau di dalam tubuh inang (biasanya serangga juga). Sedangkan predator mencakup mamalia seperti burung dan juga serangga lainnya.

Sunday, January 9, 2011

Istri Minta Ditiduri Malah di 'TINJU'


Birahi Meli (24 tahun) membuncah karena sudah tiga hari tidak digauli oleh suaminya. Rabu (8 Desember 2010) dini hari ia pun bangun dan mengajak suaminya berhubungan badan. Ternyata yang didapat bukannay seks tapi pukulan dari sang suami, Agus (35 tahun)

”Hanya minta jatah alias nafkah seks ke suami bukannya dilayani malah dipukul. Sudah tiga hari suami tak memberi jatah,” kata warga Astanaanyar, Kota Bandung itu.

Dia menceritakan, Rabu (8 Desember 2010) dini hari, suaminya Agus, masuk rumah setelah setelah pergi bersama teman-temannya. Korban mengaku ketika suami masuk kamar dia terbangun dan langsung menyambut sang arjuna di tempat tidur. Dengan penuh dekapan yang hangat, Meli pun mengajukan permohanan untuk segera ‘deeksekusi’ karena sudah tiga hari tak diberi jatah.

Namun, lanjutnya, sangat terkejut, saat meminta belaian dan rasa kasih sayang, malah suaminya terbalik menyambut dengan layangan bogem mentah ke wajah sang isteri. ”Saat ditampar dan dipukul saya menjerit. Ketika melihat di cermin ternyata di wajah ada luka bekas pukulan,” kata dia.

Buntut dari penganiayaan sang suami, Rabu pagi sekira pukul 09.00 Meli nekat melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Astanaanyar dengan delik penganiayaan. Setelah membuat laporan korban diajak polisi untuk mengambil visum ke RSHS Bandung sebagai bukti penganiyaaan. Korban menegaskan, melaporkannya kejadian itu ke polisi tiada lain ingin memberi pelajaran kepada suami supaya tak semena-semna ke isteri.

Berbekal laporan tadi, sejumlah polisi Polsek Astanaanyar, bergegas meluncur ke rumah korban di Astanaanyar Bandung. Sekira pukul 11.00 sang suami Agus ditangkap saat diasedang tidur pulas.

”Kami menangkap Agus sebagai tersangka penganiayaan. Landasannya laporan isteri yang mengalami luka di wajah dan hidungnya. Dia akan dijerat pasal penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga,” kata seorang penyidik.
Di hadapan polisi tersangka Agus mengaku terus-terang melakukan penganiayaan itu sama sekali diluar kesadaran. Saat korban meminta jatah seks, dia menegaskan ada dalam kondisi lelah dan tak bergairah untuk melayaninya. ” saya khilaf, pak polisi,” ujarnya singkat.

Saat ditanya penyidik, tersangka Agus mempaparkan, saat isterinya merengek minta nafkah bathin, dia sempat meminta supaya bersabar dulu karena mau mandi supaya permainan lebih seru. Namun, paparnya, sang isteri nampak tak sadar kemudian dia marah dan melemparkan sepatu ke tubuh tersangka.

Dengan melayangnya sepatu tadi, tersangka Agus tiba-tiba marah. Dia malah langsung menganiaya isterinya dengan cara melayangkan bogem mentah ke wajah dan hisung. ”Saya sudah pasrah, pak polisi. Melakukan perbuatan itu karena khilaf dan terpancing perilaku isteri yang tak sabaran,” tandasnya. (poskota)