Showing posts with label Berita Bola. Show all posts
Showing posts with label Berita Bola. Show all posts
Thursday, February 28, 2013
Friday, February 1, 2013
'Kondisi Timnas Adalah Lampu Kuning untuk Persepakbolaan Indonesia'
Berita Olahraga Hari Ini - Kekalahan skuat "Garuda" dalam ujicoba melawan Yordania kemarin menurut Menpora Roy Suryo merupakan lampu kuning untuk sepak bola Indonesia.
Pada pertandingan yang digelar di Amman International Stadium, Yordania, Kamis (31/1/2013) malam WIB, Andik Vermansah dkk. dihantam lawannya dengan skor 0-5. Timnas Indonesia akan menghadapi pertandingan yang lebih penting pada 6 Februari, yaitu melawan Irak di babak kualifikasi Piala Asia 2015.
"Kekalahan ini adalah sebagai lampu kuning. Kita tahu, masalah ini buntut dari konflik sepak bola," ujar Roy di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Ia menilai kekalahan tersebut karena timnas belum diisi pemain-pemain terbaik, karena klub-klub ISL tetap melarang pemain-pemainnya membela negaranya.
"Ini adalah sebuah warning untuk kita semua. Harus ada ketegasan dari pemerintah, karena ini menyangkut citra sepakbola Indonesia kalau dibiarkan seperti ini terus,'' sambung Roy.
"Kami prihatin, sementara pemain dilarang, mereka diancam. Jadi saya kira ini sudah merupakan lampu kuning untuk menjadi lampu merah.
Tentang perkembangan rencana langkah-langkah pihaknya untuk menyelesaikan kisruh sepakbola nasional, ia menyebut sebuah deadline.
"Awal Februari akan kami ambil langkah tegas di antara keduanya (PSSI dan KPSI). Kami tidak ingin terulang lagi. Proses akan terus berjalan. Tapi bukan berarti kami mengambil alih soal timnas. Tapi kami bisa memberhentikan liga jika masalah tidak selesai.
"Artinya kami bersama-sama dengan FIFA dan AFC, mengupayakan untuk menyelesaikan konflik ini. Staf saya sudah komunikasikan dengan Zhang Jilong (presiden AFC) untuk mengambil langkah-langkah yang harus kami ambil," imbuhnya. scvtv
Sumber: detiksport
Baca juga: Berita Sepak Bola Liga Inggris di www.beritabolaterkini.info
Pada pertandingan yang digelar di Amman International Stadium, Yordania, Kamis (31/1/2013) malam WIB, Andik Vermansah dkk. dihantam lawannya dengan skor 0-5. Timnas Indonesia akan menghadapi pertandingan yang lebih penting pada 6 Februari, yaitu melawan Irak di babak kualifikasi Piala Asia 2015.
"Kekalahan ini adalah sebagai lampu kuning. Kita tahu, masalah ini buntut dari konflik sepak bola," ujar Roy di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Ia menilai kekalahan tersebut karena timnas belum diisi pemain-pemain terbaik, karena klub-klub ISL tetap melarang pemain-pemainnya membela negaranya.
"Ini adalah sebuah warning untuk kita semua. Harus ada ketegasan dari pemerintah, karena ini menyangkut citra sepakbola Indonesia kalau dibiarkan seperti ini terus,'' sambung Roy.
"Kami prihatin, sementara pemain dilarang, mereka diancam. Jadi saya kira ini sudah merupakan lampu kuning untuk menjadi lampu merah.
Tentang perkembangan rencana langkah-langkah pihaknya untuk menyelesaikan kisruh sepakbola nasional, ia menyebut sebuah deadline.
"Awal Februari akan kami ambil langkah tegas di antara keduanya (PSSI dan KPSI). Kami tidak ingin terulang lagi. Proses akan terus berjalan. Tapi bukan berarti kami mengambil alih soal timnas. Tapi kami bisa memberhentikan liga jika masalah tidak selesai.
"Artinya kami bersama-sama dengan FIFA dan AFC, mengupayakan untuk menyelesaikan konflik ini. Staf saya sudah komunikasikan dengan Zhang Jilong (presiden AFC) untuk mengambil langkah-langkah yang harus kami ambil," imbuhnya. scvtv
Sumber: detiksport
Baca juga: Berita Sepak Bola Liga Inggris di www.beritabolaterkini.info
Monday, January 21, 2013
Roy Suryo: Saya Akan Control+Alt+Delete PSSI
Masalah besar pertama yang harus dihadapi Roy Suryo saat menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga adalah dituntut mempertahankan supremasi juara di SEA Games Myanmar, akhir tahun ini. Padahal, pelatihan nasional (pelatnas) belum berjalan, karena dana olahraga Rp1,9 triliun dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara belum cair.
Roy Suryo juga dituntut menyelesaikan dualisme di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diberi batas sampai 30 Maret 2013 oleh FIFA, badan otoritas sepak bola dunia. Kalau gagal mengatasinya, Indonesia akan terkena sanksi, dan dicoret dari kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Ditambah lagi megaproyek Hambalang yang menyisakan masalah panjang di Kementeriannya.
Kepada Heru Triyono, Arie Firdaus dan fotografer Wisnu Agung Prasetyo dari Tempo, di Perumahan Bank Mandiri Bumi Slipi, Jakarta Barat, sebelum pelantikannya, Senin (14/1) lalu, Roy mengungkapkan solusinya untuk sepakbola Indonesia.
Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, apa masalah yang diamanatkan Presiden untuk Anda beresi?
Saya mendapat 25 inventarisasi masalah di Kemenpora. Namun, yang diutamakan Presiden ada tiga: konsolidasi, mencapai prestasi, dan benahi PSSI.
Soal kisruh PSSI, apa yang akan Anda lakukan?
Pilihannya hanya ada dua: memilih salah satu (KPSI atau PSSI) atau bubarkan keduanya. Kalau saya memilih salah satu badan itu, bisa-bisa terjadi kegaduhan lagi. Cara penyelesaian PSSI mudahnya di-control+alt+del (cara mematikan komputer saat macet), begitu.
Wah, kok bumi hangus begitu?
Saya tidak mau arogan. Pertama, saya akan mendengarkan dulu hasil tim satuan tugas bentukan pemerintah yang sudah mendatangkan AFC (Asian Football Confederation). Saya sudah berdiskusi dengan Ibu Rita Subowo, Ketua Komite Olimpiade Indonesia. Intinya mengatasi masalah PSSI jangan berlarut-larut, karena batas waktu FIFA sudah dekat. Kena sanksi sebenarnya bukanlah hal buruk. Lihat pengalaman Yunani dan Irak. Mereka justru jadi bagus setelah diberi sanksi.
Jika ternyata penyelesaian dualisme ini kembali molor, apa yang dilakukan untuk menghindarkan sanksi FIFA?
Saya akan menjalankan dulu semua proses komunikasi, termasuk dengan masyarakat bola. Tidak akan saya paksa mereka untuk bersatu, toh mereka tidak mungkin bersatu. Masyarakat bola itu terbelah karena tidak mengerti persoalan.
Memangnya Anda mengerti?
Ya, banyak persoalan di persepakbolaan kita. Misalnya pemain bolanya itu lho, kasihan. Lihat saja Diego Michiels sakit, kemudian meninggal.
Lho, Diego Michiels kan masih hidup. Maksud Anda, Diego Mendieta?
Eh, iya salah. Sorry... sorry. Diego Michiels itu yang masuk penjara yah. Terima kasih sudah mengingatkan. Berita Terbaru Hari Ini.
Sumber: Tempo.co
Baca juga: Kapan Sih Anak Kate Middleton Lahir? Berita Artis Terkini di www.ericsiswanto.com serta Berita Bola di www.beritabolaterkini.info
Berita Terkini
Roy Suryo juga dituntut menyelesaikan dualisme di tubuh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diberi batas sampai 30 Maret 2013 oleh FIFA, badan otoritas sepak bola dunia. Kalau gagal mengatasinya, Indonesia akan terkena sanksi, dan dicoret dari kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. Ditambah lagi megaproyek Hambalang yang menyisakan masalah panjang di Kementeriannya.
Kepada Heru Triyono, Arie Firdaus dan fotografer Wisnu Agung Prasetyo dari Tempo, di Perumahan Bank Mandiri Bumi Slipi, Jakarta Barat, sebelum pelantikannya, Senin (14/1) lalu, Roy mengungkapkan solusinya untuk sepakbola Indonesia.
Sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, apa masalah yang diamanatkan Presiden untuk Anda beresi?
Saya mendapat 25 inventarisasi masalah di Kemenpora. Namun, yang diutamakan Presiden ada tiga: konsolidasi, mencapai prestasi, dan benahi PSSI.
Soal kisruh PSSI, apa yang akan Anda lakukan?
Pilihannya hanya ada dua: memilih salah satu (KPSI atau PSSI) atau bubarkan keduanya. Kalau saya memilih salah satu badan itu, bisa-bisa terjadi kegaduhan lagi. Cara penyelesaian PSSI mudahnya di-control+alt+del (cara mematikan komputer saat macet), begitu.
Wah, kok bumi hangus begitu?
Saya tidak mau arogan. Pertama, saya akan mendengarkan dulu hasil tim satuan tugas bentukan pemerintah yang sudah mendatangkan AFC (Asian Football Confederation). Saya sudah berdiskusi dengan Ibu Rita Subowo, Ketua Komite Olimpiade Indonesia. Intinya mengatasi masalah PSSI jangan berlarut-larut, karena batas waktu FIFA sudah dekat. Kena sanksi sebenarnya bukanlah hal buruk. Lihat pengalaman Yunani dan Irak. Mereka justru jadi bagus setelah diberi sanksi.
Jika ternyata penyelesaian dualisme ini kembali molor, apa yang dilakukan untuk menghindarkan sanksi FIFA?
Saya akan menjalankan dulu semua proses komunikasi, termasuk dengan masyarakat bola. Tidak akan saya paksa mereka untuk bersatu, toh mereka tidak mungkin bersatu. Masyarakat bola itu terbelah karena tidak mengerti persoalan.
Memangnya Anda mengerti?
Ya, banyak persoalan di persepakbolaan kita. Misalnya pemain bolanya itu lho, kasihan. Lihat saja Diego Michiels sakit, kemudian meninggal.
Lho, Diego Michiels kan masih hidup. Maksud Anda, Diego Mendieta?
Eh, iya salah. Sorry... sorry. Diego Michiels itu yang masuk penjara yah. Terima kasih sudah mengingatkan. Berita Terbaru Hari Ini.
Sumber: Tempo.co
Baca juga: Kapan Sih Anak Kate Middleton Lahir? Berita Artis Terkini di www.ericsiswanto.com serta Berita Bola di www.beritabolaterkini.info
Berita Terkini
Subscribe to:
Posts (Atom)

