Tuesday, October 8, 2013

[batavia-news] Bukan Dokter Gigi ...... + Ini Daftar Penyakit yang Menghantui Gigi dan Mulut Kotor

 

res:  Bagi yang mau membersihkan mulut, seperti pada gambar artikel, dipersilahkan. Hehehehe
 
 

Bukan Dokter Gigi, Tapi Udang Perairan Bali yang Bersihkan Mulut ABG Ini

Nurvita Indarini - detikHealth
Selasa, 08/10/2013 14:31 WIB
 

Jakarta, Membersihkan mulut dengan sikat gigi, benang gigi, atau melalui jasa dokter gigi itu sudah biasa. Tapi luar biasa bukan saat mulut dibersihkan oleh udang? Lihat saja anak baru gede (ABG) berusia 13 tahun yang membiarkan udang di lautan Bali, membersihkan mulutnya.

Adalah Russell Laman yang membiarkan mulutnya menganga saat menyelam di perairan Bali, lalu mengizinkan udang masuk dam membersihkan mulutnya. Tidak lama kemudian, binatang laut itu keluar dari mulut Russel dan pemuda itu merasa mulutnya jauh lebih bersih. Hmm, kalau begini udang bisa menggantikan peran dokter gigi untuk membersihkan gigi manusia ya.

Pada saat menyelam, Russell memang berpura-pura memposisikan mulutnya seperti mulut ikan-ikan di sekitarnya yang gemar membuka mulut. Dengan begitu udang akan leluasa membersihkan mulutnya tanpa merasa 'curiga'.

Russell mengabadikan pengalaman menakjubkannya dalam air itu dalam gambar. Adalah sang ayah, Tim Laman, yang berhasil mengabadikan momen-momen spesial saat udang masuk ke mulut dan membersihkan kotoran di mulut Russell.

Untuk diketahui, udang-udang itu memang menghabiskan hidup mereka antara lain dengan masuk ke mulut ikan yang menganga untuk membersihkan parasit.

"Rasanya seperti dokter gigi kecil yang masuk ke mulut saya dan menggelitik sedikit, lumayan kok," ucap Russell.

Russel mendapatkan ide membiarkan mulutnya dibersihkan udang setelah melihat ikan-ikan di dalam perairan. Kegiatan itu merupakan bagian dari ekosistem bawah air, di mana banyak ikan yang bergantung pada udang. Karena itu Russell pun ingin sesaat menggantungkan kebersihan mulutnya pada udang-udang itu.

Russel dan ayahnya mulanya mencari spot di perairan itu yang menjadi tempat udang-udang membersihkan mulut ikan. Setelah menemukan spotnya, Russell bernapas dengan meniru perilaku ikan. Pemuda itu harus menahan napas setidaknya 30 detik agar sama wajarnya dengan ikan-ikan di sekitarnya.

"Saya mengamati bahwa udang selalu mengawasi mulut ikan dan segera setelah itu mendekat dan melakukan pembersihan," kata Russell.

"Saya melakukan hal yang sama seperti ikan. Ketika mulai kehabisan udara, saya perlahan-lahan menutup mulut dan udang keluar dari sana," imbuh pemuda yang sudah tujuh tahun akrab dengan aktivitas menyelam.

Perilaku udang pembersih bergaris putih yang membersihkan parasit di mulut ikan memang sudah dikenal penyelam dan ahli biologi. Akan tetapi udang yang membersihkan mulut manusia sangatlah jarang.

"Benar-benar menakjubkan saat udang kecil mengenali mulut manusia sebagaimana mulut ikan dan kemudian mencari potongan-potongan makanan di sana," kata Tim Laman.

(vit/mer)
 
++++
 

Ini Daftar Penyakit yang Menghantui Gigi dan Mulut Kotor

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 07/10/2013 14:00 WIB

Jakarta, Menggosok gigi, flossing dan rutin check-up ke dokter gigi memang dapat menjaga kesehatan gigi dan gusi Anda. Namun yang tak kalah penting adalah menjaga higienitas atau kebersihan mulut. Pasalnya sebuah studi baru memastikan jika ini adalah kunci kesehatan seseorang secara menyeluruh.

Pada beberapa kasus tertentu, gangguan oral merupakan gejala dari sejumlah penyakit semacam diabetes. Berbagai studi juga mengaitkan gangguan gusi dengan penyakit jantung, kelahiran prematur hingga radang sendi (arthritis) pada lutut.

"Mulut adalah portal menuju seluruh tubuh. Dan banyak studi yang memperlihatkan hubungan erat antara bakteri (berikut peradangan yang disebabkan oleh bakteri di dalam mulut) dengan banyak penyakit," tandas Dr. Donald Ratcliffe, kepala departemen kedokteran gigi dari Staten Island University Hospital, New York.

Berikut sejumlah gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kebersihan mulut, seperti dilansir Livescience, Senin (7/10/2013).

1. Diabetes
Menurut keterangan dari Ohio State University Medical Center, salah satu komplikasi dari diabetes adalah gangguan gusi. Diabetes dapat mengubah aliran darah, yang pada akhirnya melemahkan gusi dan membuatnya rentan terkena infeksi.

Peningkatan kadar gula darah akibat diabetes, terutama di dalam mulut yang tidak dapat dikelola dengan baik juga bisa mendorong pertumbuhan bakteri di area tersebut.

Bahkan sebuah studi yang dilakukan tahun 2011 menemukan dokter gigi dapat mengidentifikasi pasien sakit gula 73 persen hanya dari berapa banyak gigi yang hilang dan pemeriksaan adanya lubang di gigi dan gusi yang terlihat abnormal. Dan jika dokter gigi memastikannya dengan tes darah, akurasinya bisa mencapai 92 persen. Sayang banyak sekali pasien diabetes tak tahu-menahu tentang hal ini.

2. Penyakit jantung
Beberapa studi telah mengaitkan penyakit periodontal (infeksi bakteri kronis pada gusi) dengan tingginya risiko serangan jantung serta stroke. Salah satunya merupakan hasil review dari 9 studi yang dilakukan pada tahun 2003. Dari situ diketahui penderita penyakit periodontal berisiko 19 persen lebih tinggi untuk mengidap penyakit kardiovaskular, dibandingkan bukan penderita.

Sayang alasan di balik kondisi ini tidaklah jelas. Ada beberapa peneliti yang menduga penyakit periodontal meningkatkan efek peradangan dalam tubuh yang pada akhirnya menjadi faktor risiko penyakit jantung. Sedangkan yang lainnya menduga bakteri di dalam mulut menemukan cara untuk masuk ke aliran darah dan berkontribusi terhadap penumpukan plak dalam arteri.

Bahkan dalam sebuah studi pada tahun 2005, tim peneliti dari University of Florida mengaku menemukan bakteri oral di dalam plak yang terbentuk di pembuluh darah. Endocarditis (peradangan pada lapisan katup jantung) juga dikatakan masih berkaitan dengan bakteri mulut karena penyakit ini kerap disebabkan bakteri, termasuk bakteri mulut yang masuk ke aliran darah dan bergerak menuju jantung.

Namun American Heart Association menyimpulkan jika tak ada bukti konklusif bahwa gangguan pada gusi dapat menyebabkan penyakit jantung, atau sebaliknya perawatan gigi dan mulut mencegah terjadinya gangguan jantung. Pasalnya baik kesehatan oral yang buruk dan penyakit jantung sama-sama memiliki sejumlah faktor risiko lain seperti kebiasaan merokok, usia dan diabetes.

3. Kelahiran prematur
Sudah banyak studi yang menemukan kaitan antara penyakit periodontal pada ibu hamil dengan tingginya risiko kelahiran prematur. Meski tak dapat dibuktikan bagaimana mekanismenya hingga infeksi pada gusi dapat menyebabkan kelahiran prematur, beberapa peneliti telah berspekulasi bahwa respons imun terhadap infeksi semacam itu memicu persalinan prematur.

Tapi bukan berarti penyakit periodontal yang dapat diobati berakibat pada berkurangnya risiko kelahiran prematur.

Hanya saja sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2011 di Australia menemukan wanita pengidap penyakit periodontal butuh waktu lebih lama untuk bisa hamil daripada wanita yang kesehatan giginya terjamin.

4. Arthritis lutut
Menurut sebuah studi pada tahun 2012, bakteri mulut bisa saja dapat berkontribusi terhadap sejumlah kasus osteoarthritis lutut dan rheumatoid arthritis. Hal ini dibuktikan peneliti dengan mengetes cairan sinovial dalam sendi pada 36 partisipan yang menderita arthritis lutut.

Ternyata dalam cairan sinovial lima pasien diketahui mengandung bakteri mulut. Bahkan pada dua pasien di antaranya bakteri yang ditemukan dalam sendinya memiliki kesamaan genetik dengan bakteri yang ditemukan dalam mulut pasien. Namun karena studi ini berskala kecil, peneliti masih butuh studi lanjutan untuk membuktikan apakah bakteri mulut dapat menyebabkan atau hanya memperburuk radang sendi atau tidak.

5. Gangguan pernapasan
"Bakteri di dalam mulut juga bisa bergerak menuju paru-paru jika seseorang bernapas dengan gigi yang penuh plak hingga menyebabkan pneumonia atau penyakit gangguan pernapasan akut lainnya. Risikonya juga terlihat paling tinggi pada orang-orang dengan kesehatan mulut yang buruk," ungkap Ratcliffe.

University of Maryland Medical Center juga menambahkan bakteri dalam saluran pernapasan dapat memperburuk kondisi pasien dengan penyakit paru-paru kronis seperti emfisema.

Yang tak kalah penting menurut Dr. Ratcliffe adalah banyak orang yang enggan berbagi tentang riwayat kesehatannya, seperti obat-obatan yang mereka konsumsi kepada dokter gigi pribadinya.

"Mereka tak percaya jika kami butuh informasi semacam itu karena mereka kira itu tidak berhubungan dengan kesehatan gigi. Padahal misalnya pasien yang harus mengonsumsi obat untuk kanker payudara, kanker prostat, atau osteoporosis mungkin tidak menyadari jika obat-obatan ini dapat mempengaruhi kemampuan tulang mereka untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Jika tulang kehilangan kemampuannya itu, akibatnya bisa berupa infeksi," terang Ratcliffe.

Untuk itu, Dr. Ratcliffe mencoba mengkampanyekan agar setiap orang terbuka dan berbagi riwayat kesehatan kepada dokter giginya agar tidak dirugikan dengan adanya gangguan kesehatan yang lebih parah.

 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment