Salah Keluarkan Perpu, SBY Bisa Dimakzulkan
akhir — HARIAN TERBIT
JAKARTA — Meskipun Presiden SBY mempunyai Hak Prerogatif dalam mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu), namun dia diingatkan untuk berhati-hati. Hal demikian disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Lukman Hakim Saefuddin.
"Soalnya Perppu bisa bisa menjadi bumerang. Bahkan Perppu dapat memakzulkan presiden," tegas Lukman dalam diskusi bertajuk 'Runtuhnya Benteng Mahkamah Kontitusi'.
"Materi Perppu jangan melampaui hal yang sudah diatur dalam Konstitusi atau UUD 1945. Jika tidak, Perppu itu akan membuka lubang besar yang menjadi celah bagi DPR untuk mengusulkan impeachment terhadap Presiden," tegasnya Lukman.
Menurut politikus senior PPP ini, keluarnya Perppu itu merupakan solusi jangka pendek dalam mengatasi krisis kepercayaan publik terhadap MK.
Pada kesempatan yang sama, Irman Putrasidin justru meminta DPR tidak memberikan saran ata masukan terhadap Perppu karena itu akan menjadikan Perppu menjadi undang-undang (UU).
"Haram bagi DPR ataupun parlemen untuk memberikan pandangan atau masukan terhadap Perppu yang akan dikeluarkan pemerintah," tegasnya.
Menurut Irman, Perppu itu menjadi domain dan kewenangan pemerintah. Sementara DPR itu yang menilai Perppu, apakah diterima atau ditolak. "Kalau DPR ternyata memberikan saran, tentu sama saja bukan Perppu lagi," tegasnya.
Hanya saja diingatkan agar materi Perppu itu jangan sampai melanggar Konstitusi, misalnya soal meninjau ulang materi putusan MK. "Ini bisa berbahaya, DPR bisa menilainya sebagai pelanggaran konstitusi, akibatnya presiden di-impeachment," ucap dia.
Reply via web post | Reply to sender | Reply to group | Start a New Topic | Messages in this topic (1) |
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup
--------------
No comments:
Post a Comment