Monday, March 31, 2014

[batavia-news] Dahlan Iskan Berterimakasih pada SBY

 

 
 

Dahlan Iskan Berterimakasih pada SBY
Selasa, 1 April 2014 | 0:34

Warga asal Tangerang Rully Kesuma menyempatkan diri berfoto bersama idolanya, Meneg BUMN sekaligus peserta konvensi Capres Demokrat, Dahlan Iskan di ajang Fun Walk HUT SP ke-27 [SP/Asni Ovier] Warga asal Tangerang Rully Kesuma menyempatkan diri berfoto bersama idolanya, Meneg BUMN sekaligus peserta konvensi Capres Demokrat, Dahlan Iskan di ajang Fun Walk HUT SP ke-27 [SP/Asni Ovier]

[JAKARTA] Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku bersyukur karena Presiden SBY secara tidak langsung mengajarinya mengenal birokrasi dan mengelola bangsa dengan mempercayakan jabatan Dirut PLN dan Menteri BUMN kepadanya.

"Karena itu saya merasa sangat bersyukur, sudah disekolahkan Pak SBY. Orang boleh benci beliau, memaki beliau tetapi saya tidak. Saya sangat berterima kasih pada Pak SBY karena telah menyekolahkan saya," kata Dahlan, di Jakarta, Senin (31/1).

Menurutnya, untuk menjadi presiden di Indonesia bukanlah hal yang mudah, sebab memecahkan persoalan bangsa tidak semudah beretorika.

Setidaknya untuk mengamalkan Pasal 33 UUD 45 dengan memanfaatkan bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya untuk kemakmuran rakyat dalam mengelola perekonomian bangsa.

"Menjadi presiden tidak gampang, tetapi banyak peminatnya. Persoalannya tidak sesederhana seperti yang dipidatokan, seperti orasi. Baru mau melaksanakan Pasal 33 saja tidak bisa. Ini satu persoalan yang sangat berat tidak semudah mengucapkannya, mempidatokannya," ujarnya.

Dahlan menilai, persoalan-persoalan yang ada sekarang ini adalah mengakomodir tuntutan kelas menengah, masyarakat miskin, mengelola dan membangun infrastruktur, serta menjaga ketahanan pangan. Semuanya serba terbatas baik dibatasi dengan anggaran juga waktu.

"Kita juga punya persoalan sangat berat dengan masyarakat miskin kita. Kita juga punya persoalanan sangat sulit dengan pembangunan infrastruktur, pangan, yang semuanya dibatasi waktu, anggaran, prosedur, birokrasi, dan pertentangan kepentingan antara pihak itu," ujarnya.

Menurutnya, pertanian Indonesia masih sangat memperihatinkan melihat produktifitasnya tidak mencapai tiongkok dimana petaninya mampu memproduksi pangan mencapai 9 ton sementara kondisi tanah di Indonesia lebih subur ketimbang Tiongkok.

"Bagaimana meningkatkan 5,5 ton menjadi 9 ton ? Harus dengan 'roadmap' yang jelas, bukan dipidatokan. Ini sekolahnya 2 tahun. Kita majunya tidak seperti naik tangga, harus seperti naik lift, peningkatan pertanian harus dengan teknologi, ini tidak bisa diselesaikan dengan pidato, tetapi kerja, kerja, kerja," katanya. [E-11/N-6]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment