Thursday, April 3, 2014

[batavia-news] Dicari, Lawan Sepadan Jokowi

 

res : FPI suka bersorak-sorak suara atas nama Allah dengan mengebrek sana sini  bagaikan halilintar membelah bumi, apakah tidak cukup membuat Habieb Rizieg populer untuk menjadi tandingan Jokowi?
 
 
 

Dicari, Lawan Sepadan Jokowi

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habieb Rizieq menilai calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi), terlalu populer. Dia perlu lawan tanding yang sepadan.

"Jokowi terlalu populer, sehingga harus punya lawan tanding yang sebanding dari partai Islam,"kata Rizieq, Rabu (2/4). Rizieq mengatakan, posisi partai Islam penting untuk diangkat.
Dia melihat, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, yang akrab disapa Aher, adalah lawan tanding terbaik Jokowi.

Aher juga berasal dari partai berbasis Islam yakni Partai Keadilan Sejahtera."Aher termasuk kader terbaik partai Islam dan bisa diterima oleh semua kelompok Islam,"ujar Rizieq.

Memang sukar dibantahkan, popularitas Jokowi saat ini sukar tertandingi oleh siapa pun, termasuk oleh Prabowo, Ical, Hatta Rajasa, Mahfud MD, Dahlan Iskan dan figur capres lainnya. Kelebihan Gubernur DKI Jakarta ini, tidak saja melesat dari segi popularitasnya, melainkan juga sangat tinggi elektabilitasnya.

Padahal, jika dicermati prestasi Jokowi selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, agaknya kita belum bisa melihat prestasi riil dan spektakuler yang telah ditorehkannya. Yang menonjol cuma aktivitas blusukannya, yang hampir selalu diblow-up media massa.

Dengan kata lain meroketnya popularitas Jokowi belakangan ini, bisa disebut sangat banyak dibantu oleh media massa, baik cetak maupun elektronik. Dengan kata lain, mantan Wali Kota Solo termasuk dalam kategori 'media darling'.

Nah, ketika popularitasnya sudah demikian jauh melesat, memang wajar jika banyak kalangan sebagaimana dinyatakan Habieb Rizieq di atas menjadi kerepotan dan perlu segera mencari figur capres yang tepat, sebagai lawan sepadan Jokowi.

Ketika Rizieq menyodorkan nama Ahmad Heryawan sebagai capres alternatif yang akan diajukan menandingi Jokowi, tentu nama ini cukup kapabel menyandang status sebagai presiden. Namun, benarkah yang bersangkutan mampu menandingi Jokowi ?

Bukankah nama Aher hanya populer di Provinsi Jawa Barat saja ? Dengan kata lain, bagi kalangan masyarakat di luar Jawa, justru nama Prabowo, Ical, atau Jusuf Kalla, justru jauh lebih populer. Lagi pula, Aher merupakan representasi dari PKS, yang dapat dipastikan tidak akan dengan mudah diterima oleh umat Islam di luar PKS.

Jika memang ingin mencari lawan sepadan bagi Jokowi, justru yang diperlukan adalah sikap legowo dari elite parpol di luar PDIP, berupaya melakukan rembug bersama untuk merumuskan formula dan menemukan sosok capres yang dinilai potensial menandingi popularitas Jokowi tersebut.

Jika Partai Golkar tetap bersikukuh dengan pencalonan Ical, Gerindra hanya mau mengusung Prabowo, dan PAN bersemangat mengajukan nama Hatta Rajasa, maka hampir dipastikan, tidak akan bisa dimunculkan lawan yang sepadan bagi Jokowi.

Hal itu sekaligus bermakna, Pilpres Juli 2014 mendatang, akan berlangsung mulus hanya dengan satu putaran saja, dengan pemenang yang dengan mudah bisa ditebak, yakni Jokowi dengan pasangannya. Sementara, capres lainnya hanya bisa gigit jari dan duduk termenung menyesali egoisme berpolitiknya.(**)

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment