res :Kalau tidak punya alat-alat kesehatan maka barang bekas yang masih baik pun dapat dipakai. Tidak dikeluarkan izin Bea Cukai ataukah bantuan itu akan dialihkan ke tempat lain, seperti dulu dengan drydock dari Groningen.
Tuesday, 13 May 2014
Tolak Keluarkan Ijin
Menkes Tegaskan Bantuan Alkes Belanda Bekas
Ambon - Kendati Pemkot Ambon diberikan bantuan alat kesehatan (alkes) dari Vlissingen-Belanda, namun bantuan tersebut ternyata bekas.
Itu artinya Pemkot Ambon tidak akan menerima bantuan tersebut dikarenakan Kementerian Kesehatan menolak mengeluarkan ijin kepada pihak Bea Cukai.
"Memang Pemkot Ambon sudah menyurati kita terkait adanya bantuan tersebut, namun ketika kita melakukan pemeriksaan terhadap alat-alat itu, ternyata ada sebagian barang-barang sudah bekas, padahal dalam sertifikat mereka disebutkan bahwa barang-barangnya masih baru. Tapi faktanya berbeda sehingga kita tidak mungkin akan memberikan ijin itu," ungkap Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, kepada wartawan, usai membuka Rakerda Kesehatan Tahun 2014, yang berlangsung di Hotel The Natsepa, Minggu (11/5).
Mboi mengaku kecewa dengan bantuan yang diberikan ke Pemkot Ambon karena mubasir.
"Kita ini bukan lagi jajahan Belanda sehingga diberikan barang bekas dan kita ini punya harga diri sehingga kita hanya akan memberikan ijin untuk diberikan barang yang baru dan bagus bagi rakyat Maluku. Karena kalau hanya barang bekas tidak usah, kita juga punya harga diri karena bantuan yang diberikan itu diantaranya kateter bekas, sarung bekas dan beberapa barang lainnya yang sudah bekas. Masakan barang bekas ini kita mau kasih ke rakyat kita," tandasnya.
Mboi juga tidak berbicara banyak terkait penyerahan bantuan tersebut karena prinsipnya Kemenkes tidak akan mengeluarkan ijin kepada bea cukai dikarenakan barang-barang bantuan Pemerintah Vlisingen itu bekas.
Sebelumnya diberitakan, satu konteiner yang berisikan alat kesehatan (alkes) bantuan Pemerintah Kota Vlissingen-Belanda hingga kini masih tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok-Jakarta.
Tertahannya konteiner yang sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok sejak tahun lalu itu disebabkan belum ada izin keluar dari Bea Cukai.
Bea Cukai masih menunggu surat izin masuk alkes dari Kementerian Kesehatan. Namun surat izin tersebut hingga kini belum dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan padahal Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon sudah berulangkali mendatangi dan mengurusinya secara langsung.
"Sudah puluhan kali Pemkot Ambon bolak-balik kementerian untuk mendapatkan persetujuan agar alkes yang merupakan hibah dari Pemerintah Belanda itu dapat dibawa ke Ambon untuk membantu pelayanan kesehaan kepada masyarakat Kota Ambon khusus penderita mata, bibir sumbing tetapi tidak juga diberikan," jelas Walikota Ambon Richard Louhenapessy kepada wartawan di Media Center Pemkot Ambon, Sabtu (10/5).
Dikatakan, Pemkot Ambon tidak tahu administrasi mana yang harus diselesaikan. "Semua surat-surat yang diminta kementerian sudah dipenuhi tetapi tetap saja Alkes tersebut tidak diberikan izin. Kita juga tidak tahu kenapa dan alasan apa yang membuat pemerintah pusat memiliki pandangan yang berbeda dengan Pemkot Ambon, ataukah pemerintah pusat menganaktirikan Pemkot Ambon dibandingkan daerah lain. Itu yang patut kita pertanyakan," kata Walikota.
Menurutnya sudah puluhan kali baik Sekkot, Asisten II bolak-balik kementerian untuk mengurusi izin agar alkes ini segera dibawa ke Ambon, tetapi selalu saja terkendala administrasi padahal sudah dipenuhi semuanya.
"Kami sangat berharap Pempus segera mengeluarkan izin masuk atas alat kesehatan bantuan dari Pemerintah Belanda, karena akan digunakan untuk melayani masyarakat," ungkapnya.
Louhenapessy menjelaskan, jika bantuan dari Belanda itu tidak tertahan begitu lama di Pelabuhan Tanjung Priok dikarenakan masalah administrasi, maka Pemkot Ambon pasti juga sudah mendapat bantuan yang sama dari Pemerintah Singapura.
"Pemerintah Singapura sudah menyatakan kesiapan mereka untuk memberikan kita sejumlah alat-alat kesehatan tetapi bagaimana kita mau menerima jika alkes bantuan dari Pemerintah Belanda saja belum diberikan izin masuk," jelasnya.
Walikota berharap ada kebijakan baru pemeritah sehingga alkes hibah dari Pemerintah Belanda itu dapat diberikan izin masuk oleh Kementerian Kesehatan. (S-16)
- See more at: http://www.siwalimanews.com/post/menkes_tegaskan_bantuan_alkes_belanda_bekas#sthash.2qehpGWF.dpuf
__._,_.___
Reply via web post | • | Reply to sender | • | Reply to group | • | Start a New Topic | • | Messages in this topic (1) |
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup
--------------
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup
--------------
.
__,_._,___
No comments:
Post a Comment