Sunday, September 8, 2013

[batavia-news] Indonesia Masih Butuh 12 Ribu Dokter Umum

 

Res: Berapa banyak dokter ada di NKRI? Bagaimana  jumlah perbandingannya dengan jumlah penduduk?
 
 
08 September 2013 | 16:41 wib
 
 
Indonesia Masih Butuh 12 Ribu Dokter Umum
 

KARANGANYAR, suaramerdeka.com - Hingga saat ini, Indonesia masih mengalami kekurangan dokter umum dan dokter spesialis. Dari pendataan yang terakhir dilakukan tahun lalu, masih dibutuhkan setidaknya 12 ribu dokter umum, yang diharapkan bisa teratasi pada 2014 mendatang. Tapi dibutuhkan waktu yang agak panjang untuk menutupi kekurangan dokter spesialis.

Hal itu diutarakan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dokter Ali Ghufron, manakala ditemui para wartawan seusai menjadi pembiacara di Seminar Nasional Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJS) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dalam rangka Dies Natalis APIKES–AKBID Mitra Husada Karanganyar di gedung Dakwah Muhamadiyah Karanganyar, Minggu (8/9).

Wamenkes menjelaskan, kekurangan dokter umum diperkirakan bisa dicukupi tahun depan, sebab dalam satu tahun jumlah lulusan dokter di Indonesia paling minim ada 5 ribu sampai 7 ribu dokter. "Untuk kekurangan dokter umum diharapkan sudah bisa teratasi tahun depan, tapi memang untuk ditribusinya (di wilayah Indonesia) yang masih menjadi masalah," terang Ali.

Sementara untuk dokter spesialis memang masih butuh waktu agak panjang untuk memenuhinya, karena saat ini saja jumlahnya masih sangat kurang. Namun Kementerian Kesehatan telah melakukan upaya guna menutupi kekurangan dokter spesialis. Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada calon dokter spesialis. Terakhir, jumlah dokter umum yang diberikan beasiswa menjadi dokter spesialis mencapai 3.600 slot beasiswa.

"Memberikan beasiswa atau tugas belajar kepada calon dokter spesialis menjadi solusi, mereka diberi kesempatan tetapi setelah selesai, mereka dikembalikan ke tempat asalnya atau daerahnya bertugas," ungkap Ali.

Masih kurang dan belum meratanya tenaga kesehatan terus diatasi oleh Kemenkes. Antara lain dengan adanya program pemenuhan tenaga kesehatan di daerah tertinggal, daerah kepulauan, dan perbatasan. Upaya itu dilakukan baik melalui kontrak penempatan maupun dari proses rekrutmen CPNS.

"Kita akan upayakan jumlah di daerah-daerah tersebut bisa terpenuhi. Di Papua contohnya, kita sudah cukup banyak menempatkan dokter–dokter dan tenaga kesehatan lainnya," tandasnya.

Bagaimana di Karanganyar? Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Dokter Cucuk Heru Kusumo mengatakan, belum meratanya tenaga kesehatan juga masih menjadi masalah yang saat ini tengah diupayakan oleh pihaknya. "Untuk Karanganyar sebenarnya tidak kurang sama sekali, tetapi masalah utamanya ada di pemerataan, sebab ada 300 dokter yang ada di wilayah perkotaan, tetapi masih minim di pedesaan," paparnya.

Guna mengatasi hal itu, pihak dinas sudah menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Karanganyar. Dimana melalui IDI, para dokter bersedia terjun ke daerah-daerah pedesaan agar terjadi pemerataan tenaga kesehatan. "Ini memang perlu upaya bersama karena kami juga tidak bisa memaksa," tegasnya.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment