Thursday, January 2, 2014

[batavia-news] Pahlawan Pendidikan Sepanjang Masa

 

 
 

Oleh : Victor Ramot Hutahaean, M.Pd.K (Dosen di Sekolah Tinggi Teologi Bethel Ambon (STTBA)

Kalau kita mengikuti perkembangan keguruan di Indonesia jelas pada mulanya Guru-guru di Indonesia diangkat dari orang yang tidak berpendidikan khusus untuk memangku jabatan Guru.Dalam bukunya Sejarah Pendidikan Indonesia, Nasution (1987) secara jelas melukiskan sejarah pendidikan di Indonesia terutama dalam zaman kolonial Belanda.  Guru-guru yang pada mulanya diangkat dari orang-orang yang tidak dididik secara khusus menjadi Guru, secara berangsur-angsur dilengkapi dan ditambah dengan Guru-guru yang lulus dari sekolah Guru (kweekschool)yang pertama sekali didirikan di Solo pada tahun 1852. Karena kebutuhan Guru yang mendesak, Pemerintah Hindia Belanda mengangkat lima macam Guru, yakni: (1) Guru lulusan yang dianggap sebagai Guru yang berwenang penuh, (2) Guru yang bukan lulusan sekolah Guru, tetapi lulus ujian yang diadakan untuk menjadi Guru, (3) Guru bantu, yakni lulus ujian Guru bantu, (4) Guru yang dimagangkan kepada Guru senior, yang merupakan calon Guru, dan (5) Guru yang diangkat karena keadaan yang amat mendesak yang berasal dari warga yang pernah mengecap pendidikan.

Dalam perkembangannya, sejalan dengan pendirian sekolah yang lebih tinggi tingkatnya dari sekolah umum seperti Hollands Inlandse School (HIS), Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs (MULO), Hogere Burgrschool (HBS), dan Algemene Middelbare School (AMS) maka secara berangsur-angsur didirikan pula lembaga pendidikan Guru atau kursus-kursus untuk mempersiapkan Guru-gurunya, seperti didirikannya Hogere Kweekschool (HKS) untuk Guru HIS dan kursus Hoofdacte (HA) untuk calon kepala sekolah (Nasution, 1987). Keadaan yang demikian berlanjut sampai zaman pendudukan Jepang dan awal perang kemerdekaan, walaupun dengan nama dan bentuk lembaga pendidikan Guru yang disesuaikan dengan keadaan waktu itu. Selangkah demi selangkah pendidikan Guru meningkatkan jenjang kualifikasi dan mutunya.

Setelah Indonesia merdeka, kebutuhan tenaga pendidik (guru) sangat tinggi, di mana hampir di seluruh daerah di Indonesia  tenaga kependidikan sangat dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah ini pemerintah membuka berbagai kursus pendidikan guru, yaitu sekitar tahun 1950-an, yang kita kenal sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Dan keadaan para pendidik (guru) di Indonesia melalui banyaknya proses yang terjadi dalam dunia pendidikan semakin baik, hal tersebut dengan terbentuknya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang mewadahi persatuan guru, dan juga mempunyai perwakilan di DPR/MPR.

Guru di Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, dan Negara, serta kemanusiaan pada umumnya.Guru Indonesia yang berjiwa Pancasila dan setia pada Undang-Undang Dasar 1945, turut bertanggungjawab atas terwujudnya cita-cita Proklamasi itu. Guru di Indonesia terpanggil untuk menunaikan karyanya dengan memedomani dasar-dasar sebagai berikut:

1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar mengajar.
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orangtua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggungjawab bersama terhadap pendidikan.
6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.
8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.

Dikutip dari lembaran Kode Etik Guru Indonesia (yang disempurnakan pada Kongres XVI, Tahun 1989 di Jakarta) terbitan PGRI.(Soetjipto dan Raflis Kosasi, 1994:34-35).
Peranan guru sangatlah diperlukan dalam mendidik dan membina para peserta didik, sehingga mereka memiliki moral yang baik dan berbudi pekerti yang baik. Tugas guru sangatlah berat, jika tidak mendidik dan membimbing para peserta didik dengan sungguh-sungguh akan ada banyak masalah yang dapat terjadi dalam kehidupan para peserta didik. Seperti yang kita ketahui dalam realita yang sering terjadi dalam kehidupan mereka, seperti terjadinya Tawuran antar pelajar, tawuran antar mahasiswa yang membuat para orangtua, para guru dan masyarakat luas sangat kuatir dengan apa yang akan terjadi dalam kehidupan generasi mereka di kemudian hari. Masih ada waktu untuk menjadikan mereka menjadi suatu generasi yang bermoral, bertanggungjawab dan terlebih menjadi generasi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Demikian juga, seperti yang kita ketahui bahwa, Pengabdian, tugas dan tanggungjawab setiap Guru, bukan saja mendidik anak didik menjadi pintar, cerdas, berintegritas dan trampil, tetapi juga membina dan membimbing peserta didik memiliki moral yang baik, dan terlebih menjadikan mereka peribadi-pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Guru di sekolah dapat juga dikatakatan sebagai orangtua kedua, dimana para peserta didik selain memperoleh pengetahuan, mereka juga memperoleh kasih sayang dari guru, ketika mereka berada di sekolah. Kebutuhan tenaga pendidik (guru)  sampai saat ini di berbagai tempat (daerah) di Indonesia sangat banyak dibutuhkan. Dan patutlah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dimana mulai banyak tergeraknya tenaga pendidik (guru) yang bersedia mengabdikan hidupnya untuk mengajar dan mendidik di daerah-daerah pedalaman yang ada di Bumi Indonesia.

Kemajuan zaman telah terlihat dan terbukti, dan hal itu tidak terlepas oleh karena kemajuan teknologi yang semakin pesat dan hebat.Melalui kemajuan teknologi, ada banyak hal yang dengan mudah dapat dilakukan oleh manusia. Dalam perkembangan dan kemajuan teknologi, peranan orangtua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah sangatlah dibutuhkan, sehingga melalui peranan dan kerjasama tersebut para peserta didik bukan saja dapat menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi, tetapi juga setiap peserta didik memperoleh pengetahuan, memiliki moral yang baik dan yang terutama adalah para peserta didik (siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi) menjadi seorang yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang akhirnya dalam pertumbuhannya di generasinya yang akan datang para peserta didik bukan dikuasai oleh teknologi, tetapi merekalah yang menguasai teknologi, sehingga kemajuan teknologi bukan dipakai/digunakan mereka kepada hal-hal yang salah, tetapi dipakai/digunakan kepada hal-hal yang benar dan baik.

Tidaklah dapat dipungkiri, bahwa untuk mewujudkan semua itu tidak mudah. Untuk mewujudkan semua itu, seorang guru membutuhkan waktu dan pastilah mengalami dan melalui proses, sebab para peserta didik antara yang satu dengan yang lain berlatar belakang keluarga yang berbeda, bahkan memiliki sifat dan karakter yang berbeda pula. Sulit, bukan berarti tidak bisa, meskipun melalui proses dan butuh waktu, seorang Guru yang dengan sabar, tulus, iklas dan setia terus-menerus mendidik, membina dan membimbing para peserta didik, pastilah akan memperoleh hasil yang baik, dimana para peserta didik selain mereka memperoleh pengetahuan, para peserta didik juga memiliki moral yang baik dan terlebih para peserta didik menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ada banyak ragam masalah yang terjadi di Bangsa ini, dan masalah yang paling besar adalah masalah mementingkan kepentingan sendiri yang mengakibatkan ada banyak individu (seseorang secara pribadi) mengahalalkan segala cara untuk memperoleh apa yang yang diinginkannya tanpa peduli dengan dampak yang akan diperoleh/dirasahkan oleh orang lain (oleh banyak orang). Secara pasti, kita sebagai tenaga pendidik (guru) tidaklah mengetahui akan apa yang terjadi di generasi anak-anak didik kita nantinya, akan tetapi setidaknya selama kita masih dipercayakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai tenaga pendidik (guru/dosen) marilah kita terus berjuang memberikan segala hal yang baik bagi mereka (bagi peserta didik), sehingga di generasi mereka yang akan datang mereka bukan saja menjadi seorang pemimpin yang cerdas tetapi juga menjadi pemimpin yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sungguh mulia tugas dan tanggungjawab yang diperoleh setiap guru yang mengabdikan hidupnya sebagai tenaga pedidik (sebagai guru/dosen), dimana dalam menjalani hidup ini, setiap guru bukan hanya memperhatikan kehidupan pribadi dan keluarganya saja, tetapi juga setiap guru terpanggil untuk menciptakan suatu generasi yang berdampak bagi Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa dan Negara. Kasih sayang, kesabaran dan perhatian yang diberikan seorang guru kepada setiap anak didiknya akan terus terkenang dalam hati sang murid. Seperti halnya setiap peserta didik tidak dapat melupakan perhatian dan kasih sayang yang ia peroleh dari kedua orangtuanya, demikian pula sampai kapanpun dan dimanapun setiap peserta didik tidak dapat melupakan perhatian dan kasih sayang yang ia peroleh dari Gurunya. Menjadi teladan bagi setiap perserta didik, melalui perkataan dan perbuatan, akan memotivasi setiap peserta didik untuk giat belajar dan menumbuhkan kepercayaan diri yang kokoh bagi mereka untuk dapat merahi masa depan yang penuh harapan.  Terimakasih Ibu dan Bapak Guru, namamu akan selalu hidup dalam sanubariku, semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku.Doaku, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menjagaimu, menyertaimu, melindungimu dan memberkatimu. (*)



I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2169 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment