Friday, January 3, 2014

[batavia-news] Terburuk Ketiga se-Asia

 

 

Kinerja Pasar Modal Tak Sesuai Ekspekta

Terburuk Ketiga se-Asia

TAK SEBAIK 2012: Penutupan indeks tahun ini mengalami koreksi sebesar 42,51 poin atau sebesar 0,98 persen.
 

INDEKS harga saham gabungan (IHSG) menyudahi perdagangan tahun 2013 di zona hijau. Itu setelah menguat 61,2 poin atau 1,45 persen ke posisi 4274,18. Namun, itu tidak sebaik penutupan tahun lalu, yang menguat 34,83 poin atau 0,81 persen ke level 4.316,69. Dengan begitu, Indeks tahun ini mengalami koreksi sebesar 42,51 poin atau sebesar 0,98 persen.

Posisi itu menobatkan Indeks terburuk ketiga se-Asia. Rangking terjelek diduduki China (SSE), Th ailand (SET), Indonesia (JCI) dan Singapura (FTSE ST). China (SSE) minus 7,56 persen atau 171.60 poin di level 2,097.53, Thailand (SET) merosot 6,70 persen atau 93,22 poin di posisi 1,298.71, Indonesia (JCI) tekor 0,98 persen 42.51 poin setelah dipaksa berdamai di level 4,274.18.

Dan Singapura (FTSE ST) parkir di posisi 3,153.29 setelah tereduksi 13.79 poin atau 0.44 persen. "Memang ini kurang menyenangkan dengan hanya menduduki urutan ketiga terburuk sa Asia," tutur Nurhaida, Kepala Eksekutif Bidang Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta, Senin (30/12). Koreksi IHSG sebut perempuan berhijab itu, tidak berdiri sendiri.

Menukiknya indeks dipengaruhi banyak faktor. Diakui Nurhaida, tekanan global dan domestik sangat mewarnai geliat pasar. Itu terefl eksi dari perilaku pasar yang secara berkala juga tidak terlalu agresif masuk market. "Tekanan itu memicu pelemahan dan menahan laju IHSG," katanya. Meski pertumbuhan indeks di luar ekspektasi, secara umum indikator pembentuk IHSG menunjuk perbaikan.

Karena itu, self regulatory organization (SRO) dan manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) harus bekerja ekstra. Itu penting agar tercipta pasar lebih cerah di masa depan. "Di tahun politik nanti, SRO harus bekerja lebih keras," tegas Muliaman Hadad, Ketua OJK. Sementara untuk level bursa global, Indeks menempati posisi 11. Posisi pertama dihuni Jepang (Nikkei 225) 16,291.31 menguat 5,896.13 poin atau 56.72 persen, disusul Amerika Serikat (DJIA) 16,478.41 naik 3,374.27 poin atau setara 25.75 persen.

Lalu posisi ketiga ditempati Australia 5,358.00 menguat 693.40 poin alias 14.87 persen. Kemudian posisi empat Inggris (FTSE 100) di posisi 6,742.88 menguat 845.07 poin atau 14.33 persen, lalu posisi lima diduduki Malaysia (FTSE BM) di level 1,872.52 menguat 183.57 poin atau 10.87 persen. Posisi enam dikapling India (S&P Sensex) 21,127.73 menguat 1,701.02 poin atau 8.76 persen.

Kemudian Hong Kong (Hang Seng) menduduki posisi tujuh dengan berlabuh di posisi 23,244.87 setelah menguat 587.95 poin atau 2.60 persen. Posisi delapan dihuni Philipina (PSE Index) 5,889.83 menguat 77.10 poin atau 1.33 persen, lalu di posisi sembilan ditempati Korea (KOSPI) dengan 2,011.34 menguat 14.29 poin atau 0.72 persen.

Untuk urutan ke sepuluh di isi Singapura (FTSE ST) dengan parkir di posisi 3,153.29 setelah tereduksi 13.79 poin atau 0.44 persen, urutan sebelas Indonesia (JCI) 4,274.18 tekor 0,98 persen 42.51 poin dan posisi dua belas Thailand (SET) merosot 6,70 persen atau 93,22 poin di posisi 1,298.71 juru kunci ditempati China (SSE) minus 7,56 persen atau 171.60 poin di level 2,097.53. (far)

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment