Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah daerah (Pemda) kurang miliki kepedulian terhadap ketersediaan kebutuhan pokok penyediaan air minum dan sanitasi.

"Program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS I) tidak dilaksanakan dengan tepat karena pemerintah daerah kurang miliki kepedulian terhadap ketersediaan kebutuhan pokok itu," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) Budi Yuwono, dalam sambutan pada sosialisasi PAMSIMAS II, di Jakarta, Selasa.

Hasil evaluasi pelaksanaan PAMSIMAS I menurut Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial menunjukkan bahwa masih tingginya tingkat ketidaktepatan lokasi program.

Program PAMSIMAS bertujuan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin di perdesaan dan daerah pinggiran kota, serta menerapkan praktik hidup bersih dan sehat dengan membangun model penyediaan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan mampu diadaptasi oleh masyarakat.

Sebelumnya, Bank Dunia menyatakan perlunya tindakan segera untuk mengatasi dampak perubahan iklim yang akut terjadi khususnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Bank Dunia menyatakan bahwa laju pertumbuhan perkotaan yang padat di berbagai belahan dunia seperti di Afrika membutuhkan manajemen air yang terintegrasi untuk membuat kota yang berkelanjutan dan berdaya tahan.

Menurut Wakil Presiden Bank Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan, Rachel Kyte, saat ini sangat dibutuhkan kepemimpinan politik yang memprioritaskan tindakan dalam mengatasi perubahan iklim baik dalam tingkat nasional maupun regional.
(M040)