Friday, September 27, 2013

[batavia-news] Super Tucano Uji Kemampuan Dalam Tutuka 2013 + Habibie: R80 Dibuat Lebih Hebat

 

res: Super Tucano adalah buatan Brasilia, pesawat ini mirip pesawat terbang yang dipakai waktu perang dunia II. Pesawat tsb dikenal dengan nama Mustang (P 51).
 
The air service is buying 20 Super Ts from Embraer and its U.S. partner, Sierra Nevada Corporation, for $355 million  ( http://defensetech.org/2011/12/31/embraer-wins-usafs-light-attack-contest/#ixzz2g4iBeXaq ) Berapa harga pesawat yang dibeli oleh NKRI?
 
 

 

Super Tucano Uji Kemampuan Dalam Tutuka 2013

DISPENAU/
DISPENAU/"PRLM"
KOMANDAN Skadron Udara 21, Letkol Pnb James Singal dan para Penerbang Skadron Udara 21 siap menguji kemampuan Super Tucano dalam Latihan Operasi Udara Tutuka 2013.*

MALANG, (PRLM).- Pesawat Tempur terbaru milik TNI AU yang mempunyai spesifikasi Anti Gerilya (Counter Insurgency), Super Tucano dioperasikan Fighters Skadron Udara 21 di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, uji kemampuan dalam Latihan Operasi Udara dengan sandi Tutuka 37/ tahun 2013. Sebagai Alutsista andalan TNI AU, sejak kehadirannya di Lembah Bromo, Super Tucano terus diupayakan untuk ditingkatkan kemampuannya agar benar-benar sesuai spesifikasinya. Beberapa waktu lalu Super Tucano telah melakukan uji kemampuan tembak udara darat dan pengeboman hingga puncaknya dalam Latihan Gabungan TNI yang dihadiri langsung Presiden RI, di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Sebagai bagian dari komponen kekuatan TNI Angkatan Udara, Pangkalan TNI AU Abd Saleh, seiring dengan fungsinya sebagai Pangkalan Induk Super Tucano, dituntut mempunyai kemampuan dalam menyiapkan unsur-unsur di jajarannya, sehingga setiap saat siap untuk melaksanakan tugas Operasi Udara. Berkaitan dengan hal tersebut, diperlukan adanya latihan yang bertingkat dan berlanjut sebagai upaya mengoptimalkan kemampuan TNI Angkatan Udara.

Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh yang mengoperasikan pesawat Super Tucano, ikut andil dalam latihan Tutuka XXXVII tahun 2013 yang di elar oleh Kodiklat TNI dengan mengerahkan kemampuan Kohanudnas yang mengawaki unsur-unsur pertahanan udara nasional. Fighter-Fighter Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abdulrachman Saleh tersebut diuji kemampuannya sebagai Bulsit yang tergabung dengan Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi dan Skadron Udara 5 Lanud Hasanuddin.

Latihan Tutuka XXXVII tahun 2013 ini melibatkan satuan unsur jajaran TNI dengan tujuan menguji rencana operasi dalam mengukur kesiapsiagaan operasional Kohanudnas dalam melaksanakan pertahanan udara sekaligus mewujudkan sistem pengamatan, penangkalan dan penindakan yang handal terhadap berbagai kontijensi yang perlu diantisipasi dan direspon di wilayah udara nasional Indonesia.

Mengingat pentingnya Latihan Operasi Udara tersebut, Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Gutomo, S.IP menekankan agar seluruh personel yang terlibat dapat melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab dengan tidak meninggalkan faktor Lambangja (Keselamatan Terbang Dan Kerja), sehingga latihan dapat mencapai hasil yang optimal sesuai yang diharapkan serta. Tidak terjadi incident maupun accident, yang berakibatkan pada hilangnya jiwa manusia maupun kerugian materiil. "Jadikan latihan sebagai penambah Inspirasi dan Inovasi Baru, yang dapat memberikan peluang bagi awak pesawat untuk semakin mengembangkan kemampuannya dalam penugasan yang sebenarnya," kata Marsma Gutomo.(Mun/A-147)***

+++++

 

Habibie: R80 Dibuat Lebih Hebat

Kamis, 29 Agustus 2013, 00:01 WIB
Komentar : 31
Republika/Yogi Ardhi
BJ Habibie
BJ Habibie

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Presiden BJ Habibie mengatakan pesawat Regio Prop 80 (R80) yang diproduksi PT Ragio Aviasi Industri (RAI) dalam tahap pembuatan awal dan dikembangkan lebih hebat dari pesawat N250.

"Kita buat lebih hebat. It's a surprise, you'll see it, ok (Ini adalah kejutan, kamu akan melihatnya, ok)," kata Habibie usai berpidato di Rakornas Riset dan Teknologi (Rakornas Ristek) di Jakarta, Rabu.

Menurut Habibie, pesawat R80 yang akan dibuat berdaya tampung 80 kursi dan ditargetkan terbang 2018 ini akan memanfaatkan pengalaman membuat pesawat N250.

Sebelumnya diberitakan pesawat R80, menurut Komisaris PT RAI Ilham A Habibie, merupakan The Next N250 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara Indonesia.

Ia mengatakan saat ini pembuatan R80 masih dalam tahap pembuatan awal atau 10 persen. Kemampuan, desain, dan teknologi pesawat ini mirip N250, meski dari segi ukuran akan lenih besar dan panjang.

Pesawat R80, menurut dia, tetap menggunakan baling-baling di bagian atas badan pesawat sebagai penggerak pesawat seperti N250. Dengan menggunakan baling-baling maka konsumsi bahan bakar akan jauh lebih irit.

R80 ini, lanjutnya, didesain untuk jarak tempuh kurang dari 600 km, karena itu dapat dipastikan akan semakin irit bahan bakar. Sedangkan untuk produksi tahap awal, menurut dia, diperlukan dana 400 juta dolar AS.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment