Friday, February 21, 2014

[batavia-news] Proyek Pipa Gas Arun - Belawan Dikebut

 

res : Mengapa tidak dibuat terminalnya (refinary) di wilayah penghasilan gas di Aceh ,  tetapi harus  melalui  pipa  ke  Belawan?
 
 
 
EDUKASI PERTAMINA

Proyek Pipa Gas Arun - Belawan Dikebut


Jumat, 21 Februari 2014
PT Pertamina Gas (Pertagas) mempercepat pengerjaan penanaman pipa gas transmisi Arun-Belawan sepanjang 345 kilometer (km). Saat ini progres pembangunannya telah mencapai 60 persen. Rencananya, pipa gas tersebut sudah dapat dioperasikan pada November 2014.
"Penanaman pipa terus dikebut agar selesai September 2014. Setelah itu memasuki masa uji coba (commisioning), dan onstream pada November 2014," kata Direktur Teknik dan Pengembangan Pertagas Ahmad Kudus di Binjai, Su-matera Utara, Kamis (20/2).
Menurut dia, pemasang-an jalur pipa gas yang dimulai sejak April 2013 tersebut, sepanjang 245 km melintasi wilayah Aceh dan sekitar 100 kilometer di Sumatera Utara. Percepatan pemasangan pipa sangat tergantung pada pelaksanaan lelang dalam lima paket, yaitu pertama pengadaan pipa, kedua pelaksanaan engineering procurement and contruction (EPC), ketiga pembangunan stasiun kompresor, ke empat pengadaan kompresor, dan pengadaan sistem otomasi dan data. "Pemasangan dan pengadaan harus disinkronisasi agar dapat mempercepat pelaksaksanaan di lapangan," ujarnya.
Dia menambahkan, kapasitas gas potensial yang dapat dialirkan dari jalur Arun-Belawan tersebut mencapai 200 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari), dan dapat ditingkatkan menjadi 360-400 MMSCFD dengan menggunakan teknologi kompresor.
Dengan beroperasinya pipa milik Pertagas tersebut, diharapkan krisis energi di Aceh dan Sumatera Utara dapat diatasi serta dapat menghidupkan kembali geliat industri di dua wilayah Barat Indonesia tersebut.
Setidaknya tiga kawasan industri yaitu kawasan Industri Medan (KIM) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mengkei, dan Kawasan Industri Langsa menjadi target pengguna gas Arun-Belawan. KIM dan KEK masing-masing menjadi off-taker (pembeli langsung) gas Arun-Belawan masing-masing 75 MMSCFD. Sedangkan sebanyak 100 MMSCFD dialirkan kepada PT PLN untuk keperluan pembangkit listrik Belawan. "Jika Belawan ingin meningkatkan pasokan gas, bisa kita penuhi hingga 105-110 MMSCFD," ujarnya.
Sedangkan Kawasan Industri Langsa masih dalam tahap persiapan pengembangan, namun sudah disiapkan semacam future valve di wilayah itu sehingga setiap saat gas dapat dialirkan sesuai dengan permintaan.
MP3EI

Proyek dengan rencana investasi sebesar 586 juta dolar AS ini, menjadi komitmen Pertagas untuk mendukung upaya pemerintah mempercepat pembangunan Ekonomi di luar Jawa, yang masuk dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Kendala lahan Meski meyakini dapat mempercepat pemasangan pipa Arun-Belawan, namun Kudus mengatakan masih terdapat kendala soal pembebasan lahan. "Setidaknya masih terdapat lahan sepanjang 71 km belum clear betul, yang harus diselesaikan," ujarnya.
Sebanyak 50 km dian-taranya merupakan lahan milik Exxon dan Medco, sedangkan 21 km merupakan lahan milik warga. "Khusus lahan milik Exxon dan Medco, secara teknis sudah mendapat persetujuan dari kedua perusahaan itu. Tinggal menunggu rekomendasi dari SKK Migas dan kemudian dari Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN)," ujarnya.
Pada prinsipnya diutarakan Kusud, Medco dan Exxon tidak keberatan lahannya dipasangi pipa, bahkan mereka juga berharap gas produksinya suatu saat bisa dialirkan lewat transmisi Arun-Belawan.
Sedangkan terkait dengan pembebasan lahan masyarakat, dia mengatakan, sudah merupakan dinamika suatu wilayah. "Pemda pada prinsipnya sangat mendukung untuk upaya pembebasan lahan, baik lahan masyarakat, termasuk lahan perkebunan swasta. Yang penting kita intens komunikasi dengan Pemda, karena proyek ini penting demi kemajuan wilayah ini," ujarnya.
Sebelumnya, Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) menargetkan pelaksanaan proyek MP3EI yang masuk dalam groundbreaking (peletakan batu pertama) hingga akhir 2014 mencapai Rp 1.500 triliun.
Target investasi tersebut terdiri atas realisasi 365 proyek-proyek MP3EI yang groundbreaking hingga akhir 2013 sebesar Rp 828,72 triliun serta target 166 proyek yang segera groundbreaking hingga akhir 2014 senilai Rp 628,91 triliun.
Pada pertengahan Januari 2014 lalu, Pertamina meresmikan 7 proyek hilir migas. Proyek tersebut untuk memperkuat infrastruktur suplai dan distribusi dengan nilai 340 juta dolar AS.
Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan sebelumnya mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari sejumlah strategi yang dicatatkan dalam rencana jangka panjang perusahaan. Khususnya, untuk meningkatkan kinerja agar dapat berada sejajar dengan perusahaan-perusahaan kelas dunia. Salah satu pemicu pertumbuhan perusahaan yang diutamakan yaitu penguatan bisnis hilir migas melalui pengembangan infrastruktur suplai dan distribusi. "Proyek ini diharapkand apat mendukung pencapaian kinerja dan tugas-tugas Pertamina sebagai Indonesia's national energy backbone, sekaligus memantapkan posisi perusahaan dalam penguasaan bisnis niaga migas di level regional dan internasional," katanya. (A choir/Ant

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment