Sunday, February 16, 2014

[media-jabar] Bias Kelas dan Literasi Media

 

Bias Kelas dan Literasi Media
Oleh Fajri Siregar
Banyaknya respon masyarakat terhadap konten media adalah penanda positif atas meningkatnya literasi media. Meski belum ada ukuran yang pasti soal ini, namun berbagai ekspresi dan komentar yang muncul di berbagai kanal adalah indikasi akan tingkat melek media yang membaik. Contoh terakhir yang menyita perhatian dan mengundang partisipasi luas adalah petisi untuk memberhentikan tayangan Yuk Keep Smile (YKS) di Trans TV. Pemrakarsa petisi ini, Rifqi Alfian, menolak YKS karena menginginkan tontonan yang bermutu dan tidak membodohi publik, terutama anak-anak. Banyaknya penandatangan petisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak pasif ketika menonton televisi, melainkan turut aktif "menyalakan" pikirannya—sesuai dengan slogan Remotivi.
Pertanyaannya, siapa yang menilai dan berdasarkan apa ia menilai baik buruknya tayangan tersebut? Mengingat petisi tersebut beredar di internet, bisa disimpulkan bahwa mereka yang mengisi petisi ini  adalah warga yang memiliki akses dan pengetahuan untuk mengisi petisi di dunia maya. Dari berbagai komentar yang muncul, terlihat bahwa salah satu pembenaran penandatangan petisi adalah soal rendahnya mutu serta selera yang diwakili tayangan tersebut. Beberapa penandatangan menggunakan logika "saya tidak menonton tayangan yang tidak sekelas dengan saya, maka harus dihentikan". Seorang teman bahkan berkata "thank God, gue udah nggak nonton TV lokal".  Maka, remot kontrol menjadi masalah kuasa atas selera.
Polemik ini menjadi  menarik untuk diikuti ketika diperjelas sebagai sesat pikir oleh beberapa individu yang mengatasnamakan publik. Roy Thaniago menguraikannya secara tajam dengan menggunakan argumentasi Pandji sebagai lensa untuk mengkritik logika umum bahwa baik buruknya konten disetir oleh kepemilikan selera kelas tertentu (baca: "Menguji Logika Pandji"). Kritik ini diperpanjang lagi oleh Arman Dhani yang mengamini pandangan Roy dan mempertegas bias kelas dalam menghakimi selera kelompok tertentu (baca: "Di Bawah Selimut Kedamaian Palsu Televisi dan Media Sosial").
Baca selengkapnya >>> remotivi.or.id 

--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment