Friday, April 11, 2014

[batavia-news] Jokowi bertemu Surya Paloh + Dukungan kepada Akbar dapat pecahkan kekuatan Golkar

 

 

Jokowi bertemu Surya Paloh

Sabtu, 12 April 2014 13:16 WIB |
Jakarta (ANTARA) - Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo mendatangi Kantor DPP Partai NasDem di Jakarta, Sabtu siang, untuk bertemu dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi tiba di Kantor NasDem sekitar pukul 11.00 WIB, di ruang tunggu terlebih dahulu hadir  Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo.

Jokowi dan Tjahjo diantar untuk menemui Surya Paloh yang ruangannya berada di lantai 5 kantor NasDem.

Di dalam ruangan, Surya Paloh menyambut kehadiran Jokowi dan Tjahjo.

Surya Paloh didampingi Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella. Mereka saling bersalaman dan saling berbincang satu sama lain.

Belum diketahui apa pembahasan dalam pertemuan itu.

Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo sebelumnya mengemukakan telah bertemu dengan Surya Paloh dan berdiskusi panjang tentang bagaimana membangun bangsa Indonesia ke depan.

"Setelah hasil quick count, saya diskusi panjang lebar dengan Pak Surya Paloh di sini, ya untuk bagaimana membangun bangsa ini ke depan. Beberapa pemikiran-pemikiran kami sampaikan ke Pak Surya Paloh sebagai pemikiran PDI Perjuangan," kata Tjahjo.

Bagi PDI Perjuangan tidak ada istilah koalisi, tapi pihaknya ingin membangun kerja sama politik, katanya.

Ketika ditanyakan oleh wartawan, apakah kunjungan Jusuf Kalla ke NasDem pada Jumat (11/4) untuk paket Jokowi-JK, Tjahjo mengatakan, pihaknya belum membicarakan pada orangnya atau calonnya.

"Dengan semua partai, kami ketemu. Itu aja intinya. Banyak hal-hal setelah kami ketemu, untuk bisa saling konfirmasi, saling mendalami, itu aja," katanya.

(T.S037/B/N002/N002) 12-04-2014 12:54:03

Editor: Aditia Maruli

 
 
++++
 
 

Dukungan kepada Akbar dapat pecahkan kekuatan Golkar

Minggu, 30 Maret 2014 20:29 WIB |
Akbar Tandjung adalah salah satu tokoh Partai Golkar yang namanya masih populer. Wajar jika dalam survei-survei terhadap Partai Golkar namanya masih muncul, meskipun tidak melakukan manuver,"
Jakarta (ANTARA News) - Dukungan elemen masyarakat antara lain dari lembaga Jari yang menguat kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung untuk maju sebagai calon wakil presiden dapat memecahkan kekuatan internal partai tersebut, kata peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia R Siti Zuhro.

"Akbar Tandjung adalah salah satu tokoh Partai Golkar yang namanya masih populer. Wajar jika dalam survei-survei terhadap Partai Golkar namanya masih muncul, meskipun tidak melakukan manuver," kata Siti Zuhro pada sela-sela rapat akbar Jaringan Indonesia (Jari), di Jakarta, Minggu.

Ia menyatakan cukup kaget pada hasil lembaga survei, Freedom Foundation, yang menyimpulkan Akbar Tandjung memiliki elektabilitas lima persen sebagai calon wakil presiden.

Padahal saat itu, Akbar dalam posisi diam, tidak menyatakan akan tampil sebagai calon presiden atau calon wakil presiden, dan tidak pernah membuat iklan politik di televisi.

"Kalau Akbar sudah melakukan manuver dan membuat iklan di televisi, mungkin elektabilitasnya akan lebih tinggi," katanya.

Kini, Siti Zuhro kembali menyatakan kaget, karena dukungan terhadap Akbar Tandjung terus menguat dan mengerucut terutama dari mantan aktivis ormas kemahasiswaan.

Menurut Siti Zuhro, menguatnya dukungan masyarakat terhadap Akbar Tandjung untuk maju sebagai calon wakil presiden mengindikasikan tidak solidnya kekuatan di internal Partai Golkar.

Karena, kata dia, Partai Golkar sejak jauh hari sudah menetapkan ketua umumnya, Aburizal Bakrie, sebagai calon presiden.

Siti Zuhro juga mempertanyakan, apakah menguatnya dukungan terhadap Akbar Tandjung, akan mengulangi lagi sejarah Partai Golkar pada 2004.

Pada saat itu, Partai Golkar menyelenggarakan konvensi calon presiden dan dimenangkan oleh Wiranto yang kemudian diusung sebagai calon presiden.

Namun, diam-diam Jusuf Kalla maju sebagai calon wakil presiden mendampingi calon presiden dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Pasangan dari koalisi Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), dan Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), itu kemudian terpilih sebagai presiden dan wakil presiden. (*)

Editor: Ruslan Burhan

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment