Monday, April 7, 2014

[batavia-news] PTN Luar Jawa Harus Tingkatkan Kualitas

 

res :  Mengapa dari dulu tidak ditingkatkan atau disetarakan? Kalau ditingkatkan mutu mungkin mereka akan menjadi pandai dan kepandaian mereka bisa menyebabkan banyak masalah yang tidak dikehendaki oleh kaum berkuasa. hehehehe.
 
 
 

PTN Luar Jawa Harus Tingkatkan Kualitas

Share

antara / dok

Sejumlah mahasiswa berjalan melintas di depan gedung fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Tidar, Magelang, Jateng, Kamis (3/4). Universitas Tidar Magelang (UTM) yang sebelumnya merupakan perguruan tinggi swasta mulai bulan April tahun ini telah resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri dengan nama Universitas Negeri Tidar yang disingkat Untidar.

Sejak Februari telah disosialisasikan peta SNMPTN ke sekolah-sekolah.

JAKARTA - Calon mahasiswa peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) masih cenderung memilih perguruan tinggi negeri (PTN) di Pulau Jawa.

Para calon mahasiswa umumnya menilai PTN di Pulau Jawa memiliki kualitas lebih tinggi dibandingkan kualitas PTN di pulau-pulau lain.

Untuk itu, PTN di luar Jawa harus berupaya untuk terus meningkatkan kualitasnya. Demikian dikatakan Rektor Universitas Andalas (Unand), H Werry Darta Taifur kepada SH, Jumat (4/4) pagi.

"Calon mahasiswa tentu memilih PTN sesuai kualitas yang mereka harapkan. Jadi, PTN di luar Jawa tidak punya pilihan lain, kecuali meningkatkan kualitas," tutur Werry.

Ia mengatakan untuk menarik minat calon mahasiswa, PTN di luar Pulau Jawa harus berupaya meningkatkan kualitas pada seluruh aspeknya, baik pembelajaran, kampus, maupun lulusannya.

Ia mencontohkan, Unand (Universitas Andalas), yang terus berupaya meningkatkan kualitas hingga mendapat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). "Baru tahun ini kami dapat akreditasi A," ucap Werry.

Menurutnya, setelah mendapat akreditasi A, jumlah calon mahasiswa peminat Unand meningkat. "Tahun lalu peminat Unand lewat jalur SNMPTN sekitar 32.000, tahun ini meningkat menjadi 42.320 siswa," tutur Werry.

Tahun ini, kata Werry, Unand masuk 10 besar PTN yang diminati, di samping Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sriwidjaja (Unsri), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Khusus untuk luar Jawa, kata Werry, hanya ada dua PTN yang berakreditasi A, yakni Unand dan Unhas.

Ia menyebutkan, jumlah peminat PTN tersebut berturut-turut, yakni Unpad 72.000 peminat, UGM 62.000 peminat, USU 60.308 peminat, Undip 57.000 peminat, UB 56.900 peminat, Unnes 51.155 peminat, UPI Bandung 49.000 peminat, Unhas 42.806 peminat, Unand 42.320 peminat, serta Unsri 41.315 peminat.

Di Kota Besar
Jumlah peminat USU terhitung besar, yakni 60.308 peserta. Menurut Werry, itu karena lokasi USU di Medan, Sumatera Utara merupakan daerah yang termasuk kota besar dengan jumlah penduduk yang relatif besar dibandingkan kota-kota lain di luar Jawa. Begitu juga Unhas di Sulawesi Selatan.


Pendapat ini senada dengan yang dikatakan Sekretaris Kelompok Kerja (Pokja) Panitia Nasional SNMPTN 2014 Bambang Hermanto kepada SH, Jumat siang.

"Jumlah peminat USU dan Unhas cukup besar antara lain karena kedua PTN ini terletak di kota besar dengan jumlah penduduk yang besar pula, seperti halnya di Jawa," tutur Bambang.

Terkait kecenderungan pilihan peserta SNMPTN, ia mengatakan, para calon mahasiswa pada tahun ini masih cenderung memilih PTN di Pulau Jawa. Padahal, Panitia Pusat sejak Februari telah menyosialisasikan peta SNMPTN ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Melalui sosialisasi tersebut, kata Bambang, panitia antara lain menunjukkan PTN-PTN dengan peluang masuk lebih besar bagi para peserta. "Namun, tahun ini tampaknya minat peserta masih di Pulau Jawa," ujar Bambang.

Ia mengatakan setelah pendaftaran SNMPTN 2014 ditutup, ada enam PTN dengan jumlah pendaftar di atas 50.000 siswa, yakni Unpad, UGM, USU, UB, Undip, dan Unnes. Pada PTN tersebut, program studi (prodi) untuk bidang sosial humaniora yang paling diminati adalah ilmu komunikasi, akuntansi, manajemen, dan hukum.

"Untuk bidang sains dan teknologi, yang paling diminati adalah kedokteran, teknik informatika, agribisnis, dan farmasi," kata Bambang, Jumat siang.

Sumber : Sinar Harapan

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment