Tuesday, December 17, 2013

[batavia-news] Sumut jadi target bom Natal

 

 
Monday, 16 December 2013 19:03    PDF Print E-mail
Sumut jadi target bom Natal
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Mabes Polri memetakan skala prioritas untuk pengamanan operasi lilin yang dilakukan dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2014. 14 Polda diklasifikasikan sebagai wilayah yang menjadi prioritas utama.

"14 Polda itu, Sumatera Utara, Metro Jaya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Papua, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Kalimantan Tengah. Lain-lainnya masuk ke prioritas kedua," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Jakarta, hari ini.

Operasi lilin ini, sambungnya akan dilakukan mulai 23 Desember 2013 hingga 1 Januari 2014, yang dipusatkan dalam kegiatan Ibadah Natal dan malam pergantian tahun baru supaya berjalan aman, nyaman dan tertib.
Operasi ini mengerahkan 92.000 personel yang berasal dari Poldamasing-masing.

join_facebookjoin_twitter

Dia menambahkan, upaya deteksi dini dari aksi teror juga telah dilakukan supaya perayaan Natal dan Malam Tahun Baru ini berjalan aman dan tertib. Hal itu sudah menjadi fokus dan terus dikembangkan bersama Satuan Detasemen Khusus Anti Teror (Densus AT) 88 dengan satuan kewilayahan.

"Upaya penyelidikan pada kelompok teror yang diprediksi dan yang telah menjadi catatan Polri terkait pengungkapan kasus sebelumnya terus dikembangkan. Densus 88 dan satuan kewilayahan juga fokus mengembangkan hal tersebut," ujarnya.

Mabes Polri telah memetakan beberapa wilayah yang dinilai berpotensi menjadi sasaran aksi terorisme di Indonesia. Ada tiga wilayah yang secara khusus mendapat pantauan secara fokus dari pihak kepolisian.

"Kemungkinan akan ada serangan-serangan terorisme di beberapa titik: Poso, Solo, Bima, kemungkinan mereka karena kita menonitor pergerakan mereka," kata Kapolri Jenderal Sutarman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, hari ini.

Tak sampai di situ, Polri juga telah mengendus adanya pergerakan para terorisme, yakni di wilayah Poso, Solo, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Timur, dan Lampung. "Teroris ini masih hidup, jadi setiap ada pergerakan saya infokan ke daerah," sambungnya.

Sutarman mengatakan telah menginformasikan adanya ancaman aksi teror, terutama jelang perayaan Natal dan pergantian tahun, ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya cerita, 'Pak menjelang Natal ini akan ada ada pergerakan terorisme sehingga saya harus melakukan langkah preventif sehingga mereka tidak melakukan penyerangan dan kita akan melakukan pendekatan'," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Sutarman mengaku mendapat informasi adanya ancaman teroris menjelang Natal dan Tahun Baru 2014. Kendati demikian, Polri menjamin keamanan bagi masyarakat yang merayakan Natal.
 
"Ancaman yang terkait dengan (rumah) ibadah, kami sudah memonitor adanya pelaku terorisme ke daerah tertentu, dan pelakunya sudah diikuti. Kita juga mengimbau masyarakat tetap tenang karena Polri akan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah Natal dan tahun baru," kata Sutarman.
 
Sutarman memerinci, gangguan tersebut berupa pergerakan dari kelompok teroris yang bergerak dari suatu daerah ke daerah lain. "Ada beberapa pergerakan dari suatu daerah ke daerah lain, seperti kemungkinan dia merakit bahan peledak. Ini sudah kita deteksi dan monitor," tegasnya.

(dat19/okz)


I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 1462 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment