Wednesday, February 5, 2014

[batavia-news] Air Mata Airin Penuh Tanda Tanya

 

 

Air Mata Airin Penuh Tanda Tanya

Selasa, 04 Febuari 2014 Penulis: Andika Adi Saputra/X-7
PAGI itu cuaca di luar Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi mendung. Namun, di dalam ruang tunggu gedung itu beberapa kerabat dan teman dari tahanan korupsi menunggu giliran untuk dipanggil petugas. Senin memang jadwal besuk tahanan.

Sampai pukul 09.30 WIB kemarin, belum ada tamu tahanan KPK papan atas yang datang. Di luar gedung, beberapa wartawan dari berbagai media duduk menunggu narasumber. Mereka bercerita dan bercanda di teras dan tangga.

Tak lama berselang, Wali Kota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany datang menjenguk suaminya, Tubagus Wardana alias Wawan, yang terkait kasus tindak pidana pencucian uang.

Ia datang diantar sopir dengan Kijang Inova hitam. Begitu menginjakkan kaki di depan pintu gerbang, Airin melangkah kencang menuju pintu Gedung KPK yang berjarak sekitar 8 meter.

Ia berjalan sambil menunduk seolah ingin menghindari pertanyaan wartawan. Tak banyak barang yang dibawanya. Ia hanya menenteng tas hitam kecil. Beberapa asisten Airin mengikutinya meski agak jauh.

Tidak ada komentar apa pun dari mulutnya. Dia hanya menebar senyum dan wajahnya tampak segar. Ia mengenakan blus model tunik lengan panjang berwarna putih dengan celana panjang hitam.

Menjelang pukul 12.00, Airin keluar melalui pintu belakang.

Ekspresi wajahnya terlihat sedih dan berulang kali mengusap air mata dengan saputangan putih. Saat berpapasan dengan wartawan, lagi-lagi Airin tak menjawab pertanyaan.

Ia terlihat menangis sambil menutupi sebagian wajahnya. Ia berjalan cepat dikawal dua satpam KPK menuju mobil yang sudah menunggu di pintu belakang.

Airin terpaksa melangkah lebih cepat lagi untuk menyeberangi pagar belakang Gedung KPK. Ia harus menginjak tumpukan karung berisi pasir agar mudah menuju mobil di seberang pagar.

Sesaat sebelum Airin keluar, azan zuhur berkumandang melalui pengeras suara yang dipasang di depan pagar ruang tahanan.

''Airin menangis, Airin menangis,'' ujar wartawan yang mengaku melihat Airin meneteskan air mata.

Airin memang terlihat menangis, bahkan sampai ditenangkan oleh terdakwa kasus SKK Migas Rudi Rubiandini sambil menepuk-nepuk bahunya.

Pembicaraan Airin menangis semakin santer di antara para wartawan setelah mobilnya berlalu. Airin bahkan tidak memedulikan para pengunjuk rasa di depan Gedung KPK yang meneriakkan namanya.

Para demontrans yang mengatasnamakan Banten Crisis Centre meminta KPK memeriksa Airin. Jika orang nomor satu di Tangerang Selatan itu terbukti terlibat, para pengunjuk rasa meminta Airin mundur dari jabatannya. ''Kami meminta KPK mengusut dan memeriksa Airin,'' ujar pengunjuk rasa.

Dalam aksi itu, mereka memberikan simbol obat kuat tahan lama dan pil perangsang untuk Ketua KPK Abraham Samad.

Di sekeliling botol obat kuat sepanjang 2 meter itu, tampak foto Abraham Samad berpostur gagah perkasa dan di sisinya foto Airin. ''Airin tersangka, mundur,'' begitu yel-yel mereka.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment