Friday, February 7, 2014

[batavia-news] Perpustakaan Nasional tidak Canggih

 

 

Perpustakaan Nasional tidak Canggih

Jum'at, 07 Febuari 2014 by: Hans Panjaitan
 
SEBAGAI anggota Perpustakaan Nasional Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, saya agak kecewa dengan pusat perpustakaan seluruh Indonesia itu. Betapa tidak, perpustakaan yang memiliki gedung luas dan megah tersebut ternyata tidak mampu menjawab tantangan zaman dan kemajuan teknologi. Secara khusus saya mau menghubungkan dengan laptop.

Menurut pengamatan saya, yang cukup sering ke Perpusnas, ada banyak pengunjung yang membawa laptop, termasuk saya. Namun sayang, Perpusnas tidak menyediakan fasilitas yang menunjang untuk para pengguna laptop.

Meja yang dilengkapi dengan colokan listrik adanya di ruang lobi utama, tetapi itu pun hanya beberapa dan tidak mampu menampung banyak pengguna laptop.

Rasanya kurang tepat fasilitas itu disediakan di lobi, tempat orang berlalu-lalang. Apalagi banyak yang membuat karya tulis, belajar, dan sebagainya di sana.

Sementara itu, di ruang referensi di lantai satu, tempat colokan listrik hanya ada dua. Itu pun terkesan ditutupi. Padahal, di ruang itu ada meja besar dan puluhan bangku, tempat yang nyaman untuk menggunakan laptop.

Memang ruangan itu ialah tempat membaca majalah dan koran. Namun, apakah di sana memang tidak dianjur kan untuk pakai laptop? Bila demikian, Perpusnas perlu mempertegas hal itu supaya pengunjung tidak bertanyatanya.

Bila Perpusnas memang tanggap dengan kemajuan zaman, mestinya pengelola sudah harus menyediakan ruangan khusus pengguna laptop, dengan setiap kursi juga punya colokan listrik.

Atau Perpusnas perlu belajar ke Perpustakaan Freedom di depan Tugu Proklamasi, yang di setiap tempat duduk ada colokan buat laptop. Hebatnya, bahkan di kursi-kursi taman pun tersedia colokan untuk pengguna laptop. Luar biasa Perpustakaan Freedom ini!

Satu lagi yang perlu diperhatikan pengelola Perpusnas ialah locker di ruang lobi utama. Di sana ada sekitar 130 buah laci locker lengkap dengan kunci masing-masing. Namun, pintu-pintunya 'aneh'. Engselnya di atas, bukan di samping kiri atau kanan. Nah, locker di Perpusnas justru dari bawah ke atas.

Posisi ini sangat merepotkan pengunjung yang hendak memasukkan atau mengeluarkan tas ke/dari locker. Atau memang Perpus punya alasan tersendiri bikin locker unik dan merepotkan ini?

Kiranya pihak Perpusnas berkenan menilai positif surat ini dan melakukan perbaikan.

Hans Panjaitan
Anggota Perpusnas
Jakarta

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment