Friday, February 7, 2014

[batavia-news] Ruhut: Capres Demokrat Ditentukan SBY

 

 
PILPRES 2014
 
'
Ruhut: Capres Demokrat Ditentukan SBY


Ruhut Sitompul, Ketua DPP Partai Demokrat

Sabtu, 8 Februari 2014

JAKARTA (Suara Karya): Partai Demokrat pesimistis bisa mengusung calon presiden (capres) sendiri pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Untuk itu, parpol bintang mercy ini akan tetap membuka peluang untuk berkoalisi.
"Untuk mencapai kuota kursi 20 persen sangatlah sulit, maka kami akan memilih tetap berkolisi dengan partai lain karena akan mempermudah pemenangan pilpres nanti," kata Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (7/2).
Menurut Ruhut, sampai saat ini sudah ada beberapa partai yang siap menyatakan diri untuk berkoalisi dengan parpolnya, bahkan politikus sekaligus pengacara ini masih menginginkan PDI Perjuangan (PDIP) membuka ruang komunikasi tentang koalisi.
Meski demikian, Ruhut mengatakan, siapa yang nanti akan ditetapkan menjadi capres dan berkoalisi dengan partai mana saja, keputusan tersebut ada di tangan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, jika nanti pada Pemilu Legislatif 2014 partainya mampu meraih 20 persen suara, maka akan tetap berkoalisi.
"Saya yang merupakan tim sukses Pak Pramono Edhie inginnya beliau yang menjadi capres dan disandingkan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Kami selalu terbuka untuk Pak Jokowi, namun beliau merupakan salah satu capres dari PDIP sehingga perlu ada komunikasi koalisi lebih lanjut," kata Ruhut.
Sementara itu, Partai Demokrat juga kian galau merespons berbagai hasil survei lembaga independen. Karena itu, DPP Partai Demokrat meminta Majelis Tinggi-nya segera mengumumkan calon presiden (capres) sebelum pemilu legislatif yang akan berlangsung pada 9 April 2014.
"Usulan itu didasarkan pada hasil survei dari berbagai lembaga survei bahwa elektabilitas Partai Demokrat saat ini terus merosot," ujar Sekertaris Departemen Pertanian DPP Partai Demokrat Amal Alghozali, di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, usulan ini sejalan dengan pidato pengarahan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam setiap acara temu kader Partai Demokrat, yang menghadirkan para peserta Konvensi Capres Partai Demokrat, di Jakarta, Bali, dan Medan, beberapa waktu lalu.
Amal mengutip isi pengarahan SBY kepada para kader Demokrat yang intinya adalah salah satu kelemahan Partai Demokrat dalam menghadapi pemilu 2014 adalah karena partai ini sampai saat ini belum memiliki calon presiden.
"Berbeda dengan tahun 2004 dan 2009 Partai Demokrat sudah mempunyai calon presiden pada saat menghadapi pemilu legislatif," ucapnya.
Untuk itu, Amal mengusulkan Partai Demokrat segera mengumumkan capres yang akan diusung, karena hal itu akan sangat membantu menaikkan elektabilitas Partai Demokrat.
"Jika saat ini diumumkan nama capres yang akan diusung Partai Demokrat, maka mesin Partai Demokrat dan seluruh caleg DPRD maupun DPR akan lebih bersemangat bekerja untuk memenangkan partai pada pemilu April yang akan datang," ujarnya.
Usulan Amal ini juga didasarkan pada fakta hasil survei berbagai lembaga tentang elektabilitas 11 peserta Konvensi Partai Demokrat, di mana elektabilitas Dahlan Iskan unggul di berbagai lembaga survei sudah mencapai di atas 20 persen. Angka tersebut berarti empat kali lipat dari elektabilitas Demokrat berdasarkan jajak pendapat Lingkaran Survei Indonesia (LSI).
Meski demikian, Dahlan Iskan menanggapi hal itu dengan santai. "Saya tidak ada kepentingan dengan jadwal pengumuman," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/2).
Menurut Dahlan, yang berkepentingan dengan pengumumuan jadwal tersebut adalah partai, dan yang lebih berkepentingan lagi adalah para calon anggota legislatif (caleg).
"Saya lebih cocok dengan cara seperti di Amerika Serikat. Peserta yang rating-nya rendah mengundurkan diri untuk mengendorse peserta yang paling berpotensi menang, dengan kesadaran yang akan dilawan sesungguhnya adalah calon dari partai lain," tutur Menteri BUMN ini.
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengadakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Bandung, Jabar, untuk menentukan capres. Ketua DPP PPP Dimyati Natakusumah menyebut, ada banyak usulan yang masuk terkait capres.
"Ada banyak usulan person to person yang masuk. Boleh saja menyebut ada Bang Rhoma Irama, Pak Prabowo, Jokowi, JK (Jusuf Kalla), Anies Baswedan, Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, segala macam. Tetapi, kalau saya usul, ya Pak SDA (Suryadharma Ali) lah," ujar Dimyati, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/2).
Selain itu, Dimyati juga menyebut Waketum DPP PPP Lukman Hakim juga diusulkan menjadi capres. Namun, PPP belum memutuskan nama-nama tersebut resmi ditunjuk.
"Baru malam ini nanti dibicarakan di Mukernas. Mekanismenya DPP memutuskan. Tetapi, karena DPP menginginkan demokratis, jadi membuka Mukernas, nanti Pak Ketum sama Sekjen yang memutuskan. Kuncinya di mereka," kata Dimyati.
Dimyati juga mempersilakan siapa pun untuk mengusulkan capres PPP. Partai berlambang Kakbah itu berencana mengumumkan capresnya pada Minggu (9/2) mendatang.
"Siapa saja boleh mengusulkan. Siapa saja yang diusulkan boleh masuk. Kalau internal ada Pak SDA dan para waketum, tetapi sebenarnya capres PPP sudah ditentukan, yaitu Pak SDA. Di mana-mana ketum partailah yang diprioritaskan. Kalau Ketum tak bersedia, baru diserahkan ke yang lain. Nah, Pak SDA mintanya diputuskan saat Mukernas," tutur Dimyati. (Kartoyo DS/Rully/Antara/Feber

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment