Partai Demokrat Digugat

Foto / Antara

Di PAW oleh Partai Demokrat NTT, Wellem Nope yang pindah ke PDI Perjangan menggugat Demokrat.

KUPANG - Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur dari Partai Demokrat, Wellem Nope, menggugat Partai Demokrat karena tidak setuju terhadap Pergantian Antar-Waktu (PAW) dirinya.  Anggota DPRD NTT dari Daerah Pemilihan  5,  Kabupaten Timor Tengah Selatan periode 2009-2014 ini diusulkan untuk PAW karena melanggar AD dan ART Partai Demokrat, yakni pindah ke PDI Perjuangan setelah gagal dalam pemilihan gubernur 2013.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah NTT, Selvester Banafatin, di Kupang, Senin (3/2) mengemukakan, proses PAW anggota DPRD NTT dari Partai Demokrat, Wellem Nope, ditangguhkan karena yang bersangkutan masih menempuh jakur hukum. Sesuai Pasal 102 PP Nomor 16 Tahun 2010 yang mengatur tentang tata tertib DPRD, maka usulan proses PAW ditangguhkan setelah ada pemberitahuan dari penggugat.

"Kalau Wellem Nope gugat pemerintah, pasti proses PAW tetap dilakukan. Tapi, kalau yang digugat adalah partai, maka kita tunggu ada keputusan hukum yang tetap," kata Silvester.

Dia menjelaskan, apabila sudah ada kekuatan hukum tetap, maka proses PAW dilanjutkan.
 
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT, Jonathan Kana, menjelaskan, urusan hukum perdata tidak ada kaitan dengan Partai Demokrat. Usulan proses PAW sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

"Wellem Nope pindah ke PDI Perjuangan dan sekarang jadi caleg maka diusulkan untuk di PAW," kata Jonathan.

Dikatakan, syarat untuk proses PAW sudah lengkap karena sudah dipenuhi oleh Partai Demokrat. Surat usulan PAW dari Partai Demokrat sudah dikirim ke gubernur sejak tangal 14 Desember 2013. Adapun surat usulan dari lembaga DPRD NTT sejak Juli 2013.

Sebagaimana yang dusulkan Partai Demokrat, Welem Nope akan diPAW dan diganti dengan calon penggati antarwaktu anggota DPRD NTT, Cornelis Kase. Cornelis Kase adalah calon anggota DPRD NTT yang meraih suara terbanyak kedua setelah Wellem Nope.