Wednesday, November 20, 2013

[batavia-news] Kapal Perang TNI Karam di Perairan Jakarta Utara + Helikopter MI-17 Jatuh karena Hempasan Angin

 

res.  Helcopter jatuh karena angin, mungkin  kapal perang tenggelam disebabkan masuk angin. Pernyataan panglima TNI bahwa kapal perang bekas Jerman,  seolah-olah mau dibilang karena bekas dari Jerman  maka oleh sebab itu kapal tenggelam.
 
 

Kapal Perang TNI Karam di Perairan Jakarta Utara

- Kapal perang milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) karam di perairan Pondok Dayung, Jakarta Utara, Selasa, 19 November 2013. Penyebabnya, Kapal Republik Indonesia (KRI) Teluk Peleng bernomor 535 itu menabrak pilar beton.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko membenarkan peristiwa itu. "Kapal itu bekas dari Jerman," katanya di kantor Badan Intelijen Strategis, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu, 20 November 2013.

Akibat menghantam beton, lambung kapal bocor. Posisi kapal setelah menabrak miring hingga 90 derajat.

Moeldoko membantah karamnya KRI Teluk Peleng karena buruknya perawatan. Berdasar laporan dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Marsetio, kejadian ini murni kesalahan komandan kapal. "Komandannya teledor dan akan dilarang berlayar untuk beberapa waktu," ujarnya.

Moeldoko memastikan karamnya Teluk Peleng tidak mengurangi kekuatan TNI di laut. Alasannya, kapal perang ini hanya digunakan untuk latihan, bukan operasi. "Operasionalnya sudah tak signifikan, tak berpengaruh pada kekuatan Angkatan Laut."

Menurut sumber Tempo, kecelakaan KRI Teluk Peleng menghantam beton terjadi Senin, 18 November 2013. Saat itu perairan sedang surut. Setelah badan kapal membentur tonggak cor, lambung kanan kapal bocor dan mengakibatkan mesin mati.

Beberapa jam kemudian, kapal mulai miring. Pada saat kemiringan mencapai 45 derajat, tim TNI Angkatan Laut berupaya menyelamatkan kapal. Namun penyelamatan itu terlambat. Setelah bertahan satu hari, KRI Teluk Peleng akhirnya karam.

INDRA WIJAYA

+++++

Helikopter MI-17 Jatuh karena Hempasan Angin

TEMPO.CO, Semarang - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Budiman memastikan penyebab jatuhnya pesawat helikopter MI-17 di Malinau, Kalimantan Utara, pada 9 November 2013 lalu adalah hempasan angin. "Bukan karena kelebihan beban," ujar Budiman di Pangkalan Udara Utama Angkatan Darat Achmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 November 2013.

Helikopter buatan Rusia tersebut mempunyai kapasitas angkut 3.000 kilogram. Saat kecelakaan, helikopter mengangkut 19 orang. Jika diasumsikan bobot tiap orang 76 kilogram, ditambah 450 kilogram material bangunan, serta bahan bakar 300 liter, total beban muatan tak lebih dari 2.150 kilogram.

Budiman memastikan TNI AD menerapkan perawatan pesawat secara serius. "Kami tidak pernah main-main dengan spare part, karena taruhannya nyawa," dia menegaskan.

Penyebab kecelakaan adalah hempasan angin kencang saat helikopter hendak mendarat dengan ketinggian 10 meter di atas tanah. "Posisi pendaratan berada dicekungan bukit, hempasan angin datang tiba-tiba," jelas Budiman.

Karena hempasan angin kencang, helikopter oleng, lalu baling-baling menabrak pohon. Selanjutnya helikopter terbakar. Namun, untuk memastikan penyebab jatuhnya helikopter, TNI AD akan mengumpulkan sejumlah ahli penerbangan untuk menginvestigasi, termasuk mendatangkan ahli dari produsen MI-17 Rusia.

Kepala Pusat Penerangan TNI AD Brigadir Jenderal M. Afifudin mengatakan, investigasi akan selesai minggu depan, atau paling lama dua pekan. Helikopter MI-17 jatuh saat mengangkut sejumah personel TNI dan warga sipil yang terlibat dalam pembangunan pos di perbatasan.

SOHIRIN
 

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment