Sunday, November 17, 2013

[batavia-news] KPU Mengaku Kesulitan

 

 

DPT Luar Negeri Kurang 4,5 Juta Suara

KPU Mengaku Kesulitan

JAKARTA -Suara kritis yang menyebutkan jumlah WNI yang menjadi pemilih luar negeri sesuai petetapan KPU sebanyak 2.010.280 orang, ternyata sangat kurang dari jumlah pemilih yang sebenarnya. Namun Komisoner KPU Hadar Nafis Gumay mengaku kesulitan dan kewalahan mendata pemilih WNI yang berada di luar negeri itu.

Hadar mengaku kesulitan lantaran para TKI khususnya yang bekerja di luar negeri seperti di Malaysia atau di negara-negara Arab agak rendah kesadarannya dalam menggunakan hak pilihnya untuk pemilu. "Tak mudah buat kami bisa mengumpulkan mereka itu, atau membuat mereka mau mendaftar untuk menjadi memilih. Jadi hanya itulah angka maksimal yang bisa kami dapatkan," ujar Hadar pasrah di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/11).

Hadar menambahkan, banyaknya jumlah TKI yang mendiami Malaysia dan Arab Saudi sulit diketahui identitasnya. Selain itu, para TKI tersebut juga tak jarang tersandung masalah hukum di kedua negara itu. Selain itu, tambah Hadar, para TKI di kedua negara itu yang mau menggunakan hak pilihnya, justru mendapat kesulitan untuk mendaftar sebagai pemilih.

Sebab majikan TKI itu biasanya mempersulit TKI-nya untuk menjalin komunikasi keluar rumah. "Di Saudi Arabia itu, biasanya TKI gak diijinkan berberkomunikasi keluar oleh majikan mereka," imbuhnya. Ada juga TKI yang kerap berpindahpindah lokasi kerja sambil memboyong keluarganya sehingga membuat KPU semakin kesulitan mendata pemilih luar negeri. "Itu juga membuat kami kesulitan," tukasnya.

Untuk diketahui, jumlah pemilih luar negeri dalam Pemilu 2004 sebanyak 1,9 juta orang, kemudian dalam Pemilu 2009 naik menjadi 2,5 juta orang. Namun dalam Pemilu 2014, DPT KPU menyebutkan pemilih luar negeri ebanyak 2,01 juta. Padahal sesuai data Migran Care disebutkan setidaknya jumlah pemilih WNI di luar negeri mencapai 6,5 juta pemilih.

Angka 2,01 juta itu pun turun dari angka yang diberikan Kemnelu RI berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebanyak 2.213.605 pemilih yang tersebar di 130 PPLN dan 873 Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilu 2014. Sebelumnya, politisi PDIP yang duduk di Komisi IX Rieke Dyah Pitaloka mempertanyakan jumlah pemilih luar negeri yang ditetapkan KPU itu. Menurutnya, khusus untuk TKI yang hanya bekerja di Malaysia saja angkanya jauh di atas 2,01 juta.

"Sesuai data BNP2TKI, jumlah totalnya TKI kita di luar negeri ada 6,5 juta. Artinya sekitar 4,5 juta pemilih yang tidak masuk ke DPT KPU, ini pertanyaan besar kami. Khusus di Malaysia saja sudah ada 2,3 juta TKI yang sudah punya hak pilih," ungkap Rieke.

Rieke mengaku sudah meminta penjelasan dari KPU mengenai hal itu, namun KPU katanya tetap ngotot bahwa datanya akurat. "Saya benarbenar yakin TKI itu punya hak suara memilih. Karena untuk jadi TKI harus sudah berusia 17 tahun atau lebih.

Ini yang aneh dari KPU," ujarnya lagi. Dia kemudian meminta KPU tidak main-main dalam menjalankan tugasnya. Sebab pemilu adalah proses penting yang akan sangat menentukan perjalanan dan nasib bangsa. "Pemilu ini bukan hanya pileg, tapi ada pilpres juga yang akan menentukan kepemimpinan nasional," pungkasnya. (ind

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment