Wednesday, January 8, 2014

[batavia-news] KONVENSI CAPRES DEMOKRAT Merasa "Dikerjai", Dahlan Mundur

 

 
 
KONVENSI CAPRES DEMOKRAT
Merasa "Dikerjai", Dahlan Mundur
 
Boni Hargens, Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI)
 
Kamis, 9 Januari 2014
 
 
 
JAKARTA (Suara Karya): Niat Dahlan Iskan untuk mundur sebagai peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat bisa dimaklumi. Sebab, Menteri BUMN itu sudah merasa "dikerjai" oleh pihak-pihak yang tak senang dengan tingginya popularitas dan elektabilitasnya dibanding peserta lain. Penilaian itu dikemukakan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens dan Direktur Eksekutif The Presiden Center Didied Mahaswara, di Jakarta, Rabu (8/1).  Boni Hargens menilai, keinginan Dahlan untuk mundur merupakan sikap tepat. Menurut dia, dugaan "dikerjai" itu sebagai konsekuensi karena ia menjadi rival terkuat di antara para peserta konvensi Demokrat.  Ironisnya, menurut dia, publik seperti sudah bisa menerka siapa kelak yang akan memenangi konvensi. "Dahlan bukan figur yang dikehendaki oleh elite Partai Demokrat," katanya.  Oleh karena itu, Boni setuju jika Dahlan mundur dari konvensi, apalagi konvensi sudah tak seksi di mata publik dan tidak ada untungnya bagi Dahlan.  Dahlan Iskan mengirim pesan singkat kepada Komite Konvensi Capres Partai Demokrat dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Isinya cukup mengejutkan, Dahlan meminta namanya dicoret dari peserta konvensi.  "Kepada Yth: Panitia Konvensi Capres Partai Demokrat di Jakarta. Sehubungan dengan pengaduan pihak yang menamakan diri advokat publik kepada Panitia Konvensi Partai Demokrat pada hari Selasa, 7 Januari 2014, dengan ini saya menyatakan agar panitia tidak ragu-ragu dan langsung mencoret nama saya dari daftar peserta konvensi manakala panitia berkeyakinan bahwa pengaduan tersebut benar," kata Dahlan dalam surat resminya.  Surat Dahlan itu beredar di kalangan wartawan di Jakarta, Rabu (8/1). Dalam suratnya, Dahlan juga mengaku tidak tertarik mengklarifikasi tudingan itu.  "Saya memang tidak mengklarifikasi tuduhan-tuduhan tersebut karena saya tidak mau direpotkan oleh fitnah-fitnah seperti itu. Saya berprinsip bahwa saya harus lebih banyak bekerja daripada menanggapi fitnah. Terima kasih. Hormat saya: Dahlan Iskan. Tindasan: Ketua Umum DPP Partai Demokrat," kata Dahlan.  Pada Selasa (7/1), Komite Konvensi mengaku menerima laporan dari Tim Advokat Publik terkait dengan Dahlan Iskan.  Pengaduan itu berisikan tentang tuduhan kepada Dahlan terkait perkara korupsi. Namun, bagaimana isi detail pengaduan itu, tidak dipublikasikan oleh Komite Konvensi. Advokat publik meminta komite mencoret Dahlan dari konvensi.  Didied Mahaswara justru mengingatkan agar Dahlan tak ikut terjebak pencitraan yang menyesatkan. Menurut dia, hal itu harus diakhiri dalam Pilpres 2014.  "Pencitaraan harus diganti dengan visi dan kompetensi para capres. Presiden bukan manusia setengah dewa, yang penting dia punya visi dan kompetensi. Bukan modalnya pencitraan yang selama ini terbukti menyesatkan. Sosok Dahlan terjebak pada pola itu," kata Didied.  Dia pun mengingatkan, media darling harus diubah jadi media warning. "Karena, selama ini pencapresan terkesan menawarkan figur pemimpin kepada rakyat bagaikan burung beo dalam sangkar, menyampaikan program-program tetapi kemampuan para capres tersebut dalam mengelola pemerintahan sangat terbatas," ujar Didied sambil menunjuk contoh konvensi rakyat yang digagas KH Salahuddin Wahid merupakan forum yang menawarkan ide-ide dan visi.  Sementara itu, anggota Komite Konvensi Capres Partai Demokrat Rully Charis langsung merespons keinginan Dahlan itu.  "Kalau soal aduan, kemarin kita anggap sebagai fitnah saja karena belum ada bukti-buktinya. Dan kalau tidak ada tindakan aparat hukum formal itu, kami tidak akan ambil tindakan apa pun. Jadi, Pak Dahlan masih peserta konvensi capres Demokrat," kata Rully kepada wartawan di Sekretariat Konvensi Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (8/1).  Rully lantas menunjukkan surat dari Dahlan Iskan yang berisi permintaan namanya dicoret jika komite konvensi percaya akan laporan advokat publik itu. Rully kemudian juga menunjukkan surat laporan dari advokat publik itu.  Di tempat yang sama, Ketua Harian PD Syarief Hasan menyatakan bahwa peserta konvensi masih memiliki harapan. "Tidak takut dengan elektabilitas Jokowi. Mereka tetap optimistis akan lebih unggul," ujar Syarief.  Syarief pun mengapresiasi para peserta konvensi yang enggan dipasangkan menjadi cawapres Jokowi. Menurut Syarief, Jokowi pun belum dideklarasikan menjadi capres. "Memang harus begitu. Mereka ini kan ikut konvensi sebagai capres. Tujuan mereka sebagai presiden, bukan wakil presiden," ujar Syarief.  Dalam survei terbaru yang dirilis salah satu harian nasional itu, Jokowi memperoleh 43,5 persen, sementara para peserta konvensi jauh tertinggal, yakni hanya mendapat di bawah 3 persen.  Gubernur Sulawesi Utara yang juga bakal capres Demokrat, Sinyo Harry Sarundajang, justru memandang sebelah mata Jokowi. "Saya rasa Jokowi bisa menjadi wakil saya kalau begitu. Saya kan menjadi peserta konvensi capres, bukan cawapres," ujarnya.  Sinyo pun mengaku memiliki hubungan baik dengan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Dengan demikian, terbuka jalan untuk melakukan diplomasi lebih lanjut. "Jokowi juga belum resmi dijadikan capres PDIP? Jadi, saya tidak perlu khawatirkan apa-apa," kata Sinyo.  Mengenai elektabilitas peserta konvensi termasuk dirinya yang masih di bawah 3 persen, Sinyo mengaku memiliki batasan. Jabatan sebagai Gubernur Sulawesi Utara membuatnya harus mengutamakan tugas ketimbang kampanye.  "Mengenai sulitnya menembus elektabilitas itu karena posisi saya sulit. Tugas saya sebagai gubernur ini menjadi tugas pokok. Saya ikut konvensi tanpa meninggalkan tugas pokok. Tapi sebagai gubernur, saya memiliki kenalan luas. Bahkan belum pernah ke Medan, baliho saya sudah ada yang pasang di sana," ucap Sinyo.  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang juga peserta konvensi, Irman Gusman, menganggap elektabilitas tidak penting. "Buat saya, elektabilitas tinggi seperti itu (Jokowi) nggak penting. Saya tak perhatikan popularitas. Saya maju berdasarkan panggilan hati," ujar Irman. (Rully/Kartoyo D


I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2618 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment