Wednesday, January 8, 2014

[batavia-news] Susi Air Ditembaki di Mulia

 

 
PAPUA
Susi Air Ditembaki di Mulia


Rabu, 8 Januari 2014
JAYAPURA (Suara Karya): Sebuah pesawat Susi Air jenis Pilatus PC 6 dengan nomor lambung PK VVV tidak jadi mendarat di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Selasa siang, karena ditembaki kelompok sipil bersenjata (KSB).
Rentetan tembakan itu berasal dari wilayah yang dikenal dengan sebutan Pintu Angin di atas Distrik Kulirik, lokasi tempat terjadinya penyerangan terhadap pos polisi, beberapa waktu lalu.
Meski rentetan tembakan tidak mengenai sasaran, pesawat Susi Air yang mengangkut berbagai bahan pokok itu kemudian memutuskan kembali ke Nabire.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Sulistyo Pudjo, saat dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya penembakan terhadap pesawat Susi Air.
Pesawat Susi Air ditembaki saat hendak mendarat di Bandara Mulia Puncak Jaya, tapi tidak ada tembakan yang mengenai pesawat. "Karena merasa bahaya, pesawat tidak mendarat dan kembali terbang ke Nabire," katanya.
Data yang dihimpun Antara, Selasa, mengungkapkan sebelumnya ada dua pesawat Susi Air yang akan mendarat di Mulia. Selain pesawat dari Nabire yang mengangkut bahan pokok, ada satu pesawat Susi Air dari Jayapura yang akan mendarat untuk mengevakuasi Abdul Halil (43) seorang warga sipil yang tewas ditembak KSB.
Akibat adanya insiden penembakan itu, rencana evakuasi jenazah gagal dilakukan dan pesawat kembali ke Jayapura.
Jenazah Abdul Halil saat ini disemayamkan di rumah duka di kompleks perumahan guru SMA Wuyuneri, Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya. Istri korban saat ini tercatat sebagai guru di SMA Neg I Wuyuneri.
Abdul Halil sendiri sehari-hari adalah seorang tukan ojek. Dia ditembak di Kampung Wayuneri, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (7/1) pagi.
"Tukang Ojek yang ditembak tersebut sebagaimana biasanya mengantar penumpang , tanpa curiga. Selasa (7/1) sekitar jam 08.00 pagi, dalam perjalanan pulang dari Kampung Wayuneri ke Kota Mulia, ia ditembak tepat di mata kanan, korban tewas di tempat," kata Kapolres Puncak Jaya, AKBP Marcelis, melalui siaran persnya, kemarin.
Menyinggung perkembangan kasus pencurian 8 pucuk senjata api berbagai jenis, Sabtu ( 4/1) lalu, Marcelis mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus memburu kelompok bersenjata itu.
"Namun demikian, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda terus didekati. Diharapkan melalui tokoh masyarakat di Puncak Jaya, para perampas 8 pucuk senjata api itu, dapat mengembalikannya,"kata Marcelis. (Ant/Yacob Nauly)


I am using the Free version of SPAMfighter.
SPAMfighter has removed 2618 of my spam emails to date.

Do you have a slow PC? Try a free scan!

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment