Wednesday, January 8, 2014

[media-jabar] Delusi Kick Andy

 

 Delusi Kick Andy
Oleh Windu Jusuf
Apa formula tayangan infotainment yang berlaku secara umum di televisi Indonesia? Sederhana: tampilkan hal-hal biasa yang terjadi pada orang-orang yang dianggap luar biasa. Dalam hal ini para pesohor, bintang film, model, atau siapapun yang beruntung terkenal selama lima belas menit. Apapun yang terjadi pada manusia-manusia ini diandaikan sudah memiliki nilai berita, entah Julia Perez yang mengatakan bahwa mendapat penghargaan rasanya lebih enak daripada berhubungan seks, entah Dian Sastro yang ganti behel, atau soal sibuknya persiapan mudik Baim Wong menjelang lebaran. Tak jadi soal bila informasi semacam itu tidak penting bagi publik, karena ketersohoran dengan sendirinya akan mendatangkan berita yang harus dibicarakan khalayak. Ukuran "informasi yang layak untuk publik" di Indonesia memang terlanjur absurd. Seakan-akan Dian Sastro ganti behel akan mempengaruhi harga beras di pasar; seakan-akan jambak-jambakan Julia Perez dan Dewi Persik adalah sinyal untuk menaikan upah minimum regional.
Tayangan Kick Andy (Metro TV) adalah pembalikan dari rumusan tersebut: tayangkan hal-hal luar biasa yang terjadi pada orang-orang biasa secara mengharukan. Anak-anak usia Sekolah Dasar dengan segudang prestasi yang tak lazim, para orang tua yang merawat anak-anak mereka yang terkena penyakit langka, dan anak-anak muda yang kaya dari usaha sendiri di usia belasan atau 20-an awal, adalah sajian utama Kick Andy. Sebetulnya, beberapa kali Kick Andy mengundang narasumber-narasumber kondang. Iwan Fals atau Tiara Lestari, misalnya. Namun, nampaknya ini bukanlah perhatian utama Kick Andy. Sebaliknya, sosok-sosok tak dikenal publik yang berpotensi menguras air mata, yang tak lazim muncul dalam siaran berita televisi (apalagi infotainment) inilah yang menempati urutan terbanyak dalam daftar episode Kick Andy.
Baca selanjutnya >>> www.remotivi.or.id
--
REMOTIVI
"Hidupkan Televisimu, Hidupkan Pikiranmu"
www.remotivi.or.idTwitter | Facebook


Remotivi adalah sebuah inisiatif warga untuk kerja pemantauan tayangan televisi di Indonesia. Cakupan kerjanya turut meliputi aktivitas pendidikan melek media dan advokasi yang bertujuan (1) mengembangkan tingkat kemelekmediaan masyarakat, (2) menumbuhkan, mengelola, dan merawat sikap kritis masyarakat terhadap televisi, dan (3) mendorong profesionalisme pekerja televisi untuk menghasilkan tayangan yang bermutu, sehat, dan mendidik.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment