Thursday, January 16, 2014

[batavia-news] Penderita Kusta Medan Terancam Kelaparan

 

 

Penderita Kusta Medan Terancam Kelaparan

Foto / Antara

Para penderita kusta berdemonstrasi menggalan dan untuk jatah makan mereka di Medan, Sumut.

Sejak 1 Januari 2014, 375 pasien Rumah Sakit Kusta Sicanang, Medan, tak dapat jatah makan.

MEDAN – Sejumlah penderita kusta yang berada di Rumah Sakit Kusta (RSK) Sicanang turun ke jalan untuk menggalang dana. Aksi yang dilakukan selama tiga hari berturut-turut sejak Sabtu (11/1), bertujuan mengumpulkan dana agar mereka dapat bertahan hidup.

Mereka membawa spanduk dan poster di perempatan lampu merah Belawan untuk mengumpulkan koion-koin dari pengguna jalan yang lewat.

Menurut kordinator aksi, M. Yusuf Sebayang kepada SH, di Medan, Selasa (14/1), saat ini, 375 pasien yang dirawat di RSK Sicanang yang sejak 1 Januari 2014 sudah tidak mendapatkan jatah makanan. Aksi yang dinamai "penggalangan dana perut" terpaksa dilakukan karena bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) sampai saat ini belum turun.
 
"Kami butuh kepastian kapan bantuan itu disalurkan. Kami sudah beberapa kali mendatangi Dinas Kesehaan Sumut, tapi tidak ada petugas yang bisa menjawab keluhan kami," kata Yusuf.

Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) Pemprov Sumut, Nurdin Lubis, yang ditemui setelah Paripurna di DPRD Sumut, Senin (13/1), mengaku tidak tahu bahwa para penderita kusta sudah tidak mendapatkan bantuan jatah makanan dari penampungan mereka sejak awal Januari 2014.
 
"Saya kira tidak mungkinlah itu (tidak makan-red), kita akan cek itu. Terimakasihlah informasinya," kata Nurdin.
 
Sekretaris Dewan Kesehatan Rakyat Sumut, Sintong Pardosi kepada SH di Medan, Selasa, mempertanyakan tanggung jawab dan kepedulian pemerintah terhadap penderita kusta. Pihaknya meminta pemerintah memberikan perhatian secara serius terhadap para penderita kusta dan tidak menjadikan para penderita sebagai orang yang terpinggirkan.
 
"Ini sangat memprihatinkan. Anggaran untuk kepentingan rakyat terus menerus dikurangi. Hal ini suatu bukti bahwa perhatian pemerintah Sumut terhadap rakyatnya patut menjadi pertanyaan. Seharusnya penderita kusta tidak perlu lagi meminta-minta di pinggir jalan." kata Sintong.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut tidak bisa dihubungi. Tepon selularnya tidak diangkat dan SMS yang dikirim tidak dibalas.
an poster di perempatan lampu merah Belawan untuk mengumpulkan koion-koin dari pengguna jalan yang lewat.

Menurut kordinator aksi, M. Yusuf Sebayang kepada SH, di Medan, Selasa (14/1), saat ini, 375 pasien yang dirawat di RSK Sicanang yang sejak 1 Januari 2014 sudah tidak mendapatkan jatah makanan. Aksi yang dinamai "penggalangan dana perut" terpaksa dilakukan karena bantuan sembako dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Pemprov Sumut) sampai saat ini belum turun.
 
"Kami butuh kepastian kapan bantuan itu disalurkan. Kami sudah beberapa kali mendatangi Dinas Kesehaan Sumut, tapi tidak ada petugas yang bisa menjawab keluhan kami," kata Yusuf.

Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) Pemprov Sumut, Nurdin Lubis, yang ditemui setelah Paripurna di DPRD Sumut, Senin (13/1), mengaku tidak tahu bahwa para penderita kusta sudah tidak mendapatkan bantuan jatah makanan dari penampungan mereka sejak awal Januari 2014.
 
"Saya kira tidak mungkinlah itu (tidak makan-red), kita akan cek itu. Terimakasihlah informasinya," kata Nurdin.
 
Sekretaris Dewan Kesehatan Rakyat Sumut, Sintong Pardosi kepada SH di Medan, Selasa, mempertanyakan tanggung jawab dan kepedulian pemerintah terhadap penderita kusta. Pihaknya meminta pemerintah memberikan perhatian secara serius terhadap para penderita kusta dan tidak menjadikan para penderita sebagai orang yang terpinggirkan.
 
"Ini sangat memprihatinkan. Anggaran untuk kepentingan rakyat terus menerus dikurangi. Hal ini suatu bukti bahwa perhatian pemerintah Sumut terhadap rakyatnya patut menjadi pertanyaan. Seharusnya penderita kusta tidak perlu lagi meminta-minta di pinggir jalan." kata Sintong.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumut tidak bisa dihubungi. Tepon selularnya tidak diangkat dan SMS yang dikirim tidak dibalas.

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
http://groups.yahoo.com/group/batavia-news
to Subscribe via email :
batavia-news-subscribe@yahoogroups.com
----------------------------------------
VISIT Batavia News Blog
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
----------------------------
You could be Earning Instant Cash Deposits
in the Next 30 Minutes
No harm to try - Please Click
http://tinyurl.com/bimagroup 
--------------
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment